Pesona Sang Sutradara

Pesona Sang Sutradara
Rahasia kecil Dean


__ADS_3

Dean terkejut melihat dua orang yang ia kenal beberapa tahun yang lalu tengah menunggunya didalam kantor.


"Jo!" panggil Dean. Pertemuan kali ini seperti pertemuan keluarga. Mereka sangat dekat sekali kala itu.


Jonas berdiri dan menghampiri Dean. Mereka berpelukan. "Apa kabar Dean?" tanyanya


"Aku tidak tahu ada wawancara siang ini." jawab Dean. Ia kemudian melihat Isabela tengah menatapnya sambil tersenyum.


"Halo, Dean.."


Dean tersenyum sambil menatapnya lama. "Bella, kau semakin cantik saja." godanya.


Isabela tersenyum. "Yang terpenting bahagia." ucapnya.


Mereka bertiga pun berbincang untuk melepaskan rindu. Wawancara bisa dilakukan esok hari. Karena esok waktunya bisa lebih banyak.


"Selamat, Dean. Aku dengar kau akan menikah? Caramu menutup skandal bisa dilakukan dengan cepat." ucap Jonas.


"Kau tahu sendiri bagaimana jahatnya media. Tapi, apakah kau tidak akan berhenti dari dunia hiburan? Kalian sudah terlalu lama melakukannya. Berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Kalian tidak punya rumah?" tanya Dean.


"Wawancara denganmu menjadi pekerjaan terakhir kami berdua." ucap Isabela.


Dean terkejut. "Oh ya? Lalu kalian akan tinggal dimana?"


"Kami akan tinggal di LA selama satu tahun. Kemudian kami akan pindah ke Spanyol. Rumah kami disana." jawab Isabela.


Dean mengangguk. "Aku mengerti. Kalian hanya berdua dan tanpa anak atau saudara. Anggap saja aku sebagai anak kalian. Pernikahan ku nanti, aku harap kalian bisa menjadi saksi."


Isabela tampak senang. "Aku sangat bahagia jika itu terjadi." jawabnya.


...***...

__ADS_1


Anastasia masih menunggu kedatangan Dean dengan was-was. Ia mengerti jika pernikahan ini tidak terlalu penting untuknya. Tapi, ia akan membuat pernikahan yang nyata untuk Dean. Sorotan media saat ini masih tertuju padanya. Ketika ia dan Jessy keluar dari kediamannya, para paparazzi sudah berada disekitar rumahnya. Pernikahan ini pun akan menjadi perhatian.


Ia melihat kedalam ruangan itu. Lana terlihat sedang sibuk mengecek pakaian yang sedang dipakai Jessy. Menurut Jessy, ia telah mengenal Lana. Itu berarti, Dean telah membawa Jessy kedalam lingkarannya. Walaupun tidak banyak.


Ia kembali menatap keluar. Belum terlihat penampakan mobil Dean. Suasana butik Lana ditutup hanya untuk kedatangannya kali ini. Jika Dean tidak datang, ia akan membuat perhitungan.


"Jessy.." bisik Lana.


"Ada apa?" tanya Jessy


"Waktu aku dengar tentang pertunangan kalian, aku tidak terkejut." jawab Lana tanpa melepaskan tangannya dari gaun yang sedang Jessy pakai


"Tapi ini bukan pertunangan, Lana. Ini pernikahan.." jawab Jessy malas.


Lana melepaskan tangannya. Ia menatap Jessy serius. "Tapi di media banyak yang mengatakan tentang pertunangan."


"Mungkin kau hanya membaca dari satu berita. Beberapa media sudah mengetahuinya."


"Lana.. gaun ini cukup baik. Jangan cari lagi." seru Jessy.


"Tapi itu bukan gaun pengantin. Itu gaun pesta."


"Aku baik-baik saja dengan ini. Lagipula kami tidak mengundang banyak tamu."


"Aku takut dimarahi Dean.."


"Tidak akan. Aku yang akan memarahinya terlebih dahulu." seru Jessy.


Lana menghampiri Jessy. "Kau bisa melakukannya?"


"Kenapa tidak? Dia yang menginginkan pernikahan ini. Dia yang memaksaku." Jessy berdiri dan menghampiri cermin yang super besar itu. Ia menatap dirinya di cermin. Gaun itu sudah mempresentasikan bagaimana dirinya. Seorang gadis miskin yang bisa merubah takdirnya menjadi seorang wanita yang bekerja sebagai seorang istri sutradara dan digaji sebesar satu juta dollar setiap bulan.

__ADS_1


"Baru kali ini aku terkejut. Kalian akan menikah? Apakah aku harus mengucapkan selamat padamu?"


"Itu tidak perlu." jawab Jessy santai.


"Kau mau mendengar cerita tentang Dean? Tentang masa lalu Dean?" tanya Lana.


"Tentu saja.." jawab Jessy jahil. Ia sesekali melihat pintu untuk memastikan tidak ada yang masuk.


"Aku pernah jatuh cinta pada Dean.." ucap Lana. Ia bisa melihat tatapan terkejut Jessy. Iapun tersenyum. "Itu dulu. Saat itu aku sudah menjadi wanita. Hormon wanitaku sudah bekerja dengan baik. Kau tahu tentang itu bukan? Aku memang wanita, tapi aku tidak bisa memiliki anak."


Jessy mengangguk. "Aku mengetahuinya dari Dean. Lalu kau ditolak?"


"Aku tidak mengatakannya. Dean seorang pria pekerja keras. Kau tidak tahu bagaimana pesonanya sehingga digilai wanita manapun. Setiap Dean membuat film, fansnya selalu menunggu diluar studio. Banyak sekali pesan dari para artis wanita yang tertarik padanya. Tentu saja, dengan wajah perpaduan Asia, Eropa dan Amerika membuatnya sangat menarik. Kulitnya yang sedikit lebih gelap dan tulang rahang yang begitu kokoh membuat kami benar-benar terpesona. Beberapa skandal tentang kehidupannya jarang terekspos dengan baik oleh media. Berbeda dengan kasus video itu dengan Cindy."


"Apa Dean pernah jatuh cinta?" tanya Jessy hati-hati.


Lana menggelengkan kepalanya. "Hatinya terlalu terobsesi dengan film. Sepertinya ia memang tidak ada waktu untuk jatuh cinta. Kau tahu, Dean bukan pria romantis. Ia berlaku romantis setelah menghubungiku." ucap Lana sambil tertawa.


Jessy merasa lega mendengarnya. Ia tidak pernah setenang ini sebelumnya. Menikah dengan seorang sutradara dengan gaji senilai satu juta dollar. Belum acara-acara besar yang akan ia datangi nanti. Rasanya kehidupannya akan berubah total.


"Dean adalah pria baik. Dia baik pada semua orang yang dekat dengannya. Kau harus tahu Jessy, wajahnya tidak terlihat di media manapun. Ia berani memasang wajahnya sendiri ketika skandal itu berlangsung. Ia memikirkanmu. Ia memikirkan masa depanmu. Ia sebenarnya tidak ingin kau menjadi perhatian media."


"Tapi banyak paparazzi yang berada diluar untuk mengambil fotoku."


"Wajahmu disensor. Wajahmu tidak terlihat. Hanya bagian leher sampai kaki saja." jelas Lana.


"Begitukah? Ternyata Dean baik.." jawab Jessy.


"Aku tidak tahu alasan dia menikah denganmu. Apakah hanya kasihan atau ada sesuatu di baliknya." ucap Lana.


"Kau tidak perlu tahu apa alasan aku menikahi Jessy, Lana. Kau cukup menyiapkan gaun dan tuxedo yang akan aku pakai nanti." seru Dean yang masuk kedalam ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2