Pesona Sang Sutradara

Pesona Sang Sutradara
Comeback


__ADS_3

Alv keluar dari kamar setelah mendengar ketukan keras dari arah pintu. Ia menatap dirinya di cermin yang ada di ruang tamu di kamarnya, penampilannya sudah siap. Pagi ini ia akan memberikan materi terakhir. Ia melihat ponselnya. Semalaman ia telah puas mengobrol dengan istrinya. Pagi ini ia lebih bersemangat, jadi lebih baik ia tidak mengganggu Joan. Lagipula setelah materi ini berakhir, ia akan pulang cepat. Beruntung panitia memberikannya kesempatan untuk menyampaikan materi terakhir pada hari ini.


Ia berjalan menuju pintu dan membukanya. Seorang wanita muda berdiri didepan kamarnya sambil memegang sebuah dokumen. Usianya tak lebih dari 20 tahun. Ia tersenyum ketika melihatnya. Wajahnya sangat mirip dengan ayahnya.


“Pagi dok, ini materi yang akan disampaikan sebentar lagi. “ ucap wanita itu ramah.


Alv mengambil dokumen itu dan melihatnya sebentar. “Terimakasih Helen. Kau selalu membantuku. Katakan terimakasih pada orangtuamu karena membuatku merasa nyaman disini.“ ucap Alv sambil melangkah keluar dari kamarnya.


“Dad selalu bercerita bagaimana kau menyelamatkan mama ketika ia terlibat kecelakaan di Turki. “ ungkap Helen. Ia selalu menatap pria didepannya dengan perasaan bangga.


“Aku melakukannya karena aku seorang dokter. “ jawab Alv sambil tersenyum.


“Oh ya, dad juga mengatakan akan mengantarmu ke bandara sore ini. Ia sangat senang karena kau datang ke Hawaii walaupun ia sedikit kecewa karena kau tidak datang ke rumah kami. “ Jelas Helen dengan nada menyesal.


“Aku akan kembali kesini dengan istriku. Kebetulan kami belum berbulan madu. Aku akan menemui kalian kembali. Aku berjanjj“ ucap Alv tenang.


Helen tersenyum. “Pasti istrimu cantik bukan dok? “


“Sangat. Aku sangat mencintainya. “ ucap Alv sambil tersenyum.


“Wajahmu terlihat berbeda ketika membicarakan istrimu. “goda Helen.


“Jangan menggodaku, anak kecil.”


“Aku mengatakan yang sebenarnya. Dan satu hal, aku bukan anak kecil. Jadi stop memanggilku anak kecil“ seru Helen.


Alv membungkukkan tubuhnya dan tersenyum. “Kau tahu kenapa wajahku berbeda? “


Helen menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Karena aku sedang jatuh cinta dengan istriku. Jika kau membicarakannya, jantungku selalu berdebar dengan kencang“bisiknya. Ia kemudian berdiri tegak dan membuka pintu tempat konferensi dilaksanakan. Helen terdiam diluar.


Karena penasaran dengan sosok wanita yang dipuja oleh dokter Albertico, Helen membuka ponselnya. Membicarakan tentang istri dokter tampan itu, ia teringat ucapan ayahnya jika istri dokter itu adalah seorang designer cantik. Ia mengingatnya berulang kali dan menemukan wajah cantik wanita itu di sebuah berita utama. Ia membelalakkan matanya. Sebuah potongan video terlihat olehnya. Hanya satu yang terlintas di kepalanya. Apakah dokter Alv sudah tahu berita ini?


Ia membuka pintu untuk menanyakan secara langsung. Tapi, ketika ia melihat dimana pria itu ditemukan, ia tidak melanjutkan langkahnya karena pria itu telah berada didepan ratusan peserta. Ia akan menunggunya hingga materi yang disampaikannya selesai.


Helen duduk di salah satu kursi peserta yang kosong. Ia terus menatap pria itu. Bagaimana caranya ia mendapatkan perhatiannya? Pria itu terlihat sangat serius ketika memberikan materi. Berulang kali ia menghela nafas tapi tidak ada yang bisa ia lakukan.


Dua jam berlalu, Helen sudah tidak sabar. Ketika pria itu menyelesaikan sesinya, ia berdiri dan melangkah dua kali lipat ke arah pria itu.


“Dokter Albertico! “panggil Helen kencang. Ia menyadari orang-orang mulai berdiri dan berjalan keluar ruangan.


Alv yang masih berdiri diatas panggung terkejut dengan panggilan itu. Ia turun dari panggung dan menghampiri anak gadis itu. “Kau masih disini? “


“Ya, apakah kau sudah tahu berita di semua media massa tentang istrimu? “ tanya Helen


“Istriku? “ tanya Alv sambil tersenyum. “Istriku bukan seorang aktris. Ia tidak perlu sebuah berita. “


Alv terbelalak ketika melihat apa yang terjadi. Lily? Lily mendatangi Joan dan menyiksanya seperti itu? Jantungnya mulai berdegup kencang. Hatinya bergejolak karena marah. Ia berlari menuju kamar dan meninggalkan acara itu dengan cepat. Rasanya ia tidak akan menunggu hingga penerbangan sore hari ke New York. Ia harus mengetahui apa yang terjadi. Dan lily? Lihatlah pembalasanku jika terjadi sesuatu pada Joan!


...***...


“Aku tidak tenang. Baru beberapa jam yang lalu video itu muncul, kini beritanya mulai tidak tertahan.“ ungkap Lee tidak tenang. Ia berdiri sambil melipat kedua tangannya. Tatapannya menatap tajam pada orang-orang yang berkumpul didepan rumahnya.


“Aku belum bisa menghubunginya. “ ucap Anastasia cemas. Ia tidak berhenti menghubunginya sejak tadi.


Kedua mata Lee melirik ke kiri dan ke kanan. Sudah beberapa tahun ini keluarganya tidak terkena skandal seperti ini. Rasanya keterlaluan sekali berita yang muncul. Ia mengenal putrinya. Ia bukan seperti yang mereka tuduhkan. Pengkhianat? Tentu saja bukan. Wanita itu telah menyebarkan berita palsu pada media.


“Bagaimana dengan dramaku? “ tanya Dean kesal. Ia menatap ayahnya. “Dad, bagaimana ini? “

__ADS_1


Lee membalikkan tubuhnya dan menatap Dean marah. “Apakah kau tidak punya hati? Kakakmu sedang difitnah dan sekarang kau memikirkan drama yang baru saja kau buat.”


“Karena ini pertaruhan dad!” ucap Dean.


“Tuliskan kerugian mu. Dad akan menggantinya! Kau keterlaluan sekali. Bahkan kau melupakan jasa Joan karena telah membuat pria itu menyerah pada istrimu. Jika Alv tidak menikah dengan Joan, apakah kau dan istrimu masih bersama? “ tanya Lee marah.


“Itu tidak akan terjadi, dad. “ ucap seseorang yang masuk dari pintu depan.


Lee melihat Alv didepan pintu. Ia masih membawa kopernya dan Lee tahu jika Alv sudah melihat beritanya.


“Aku sempat berencana untuk mengganggu rumah tangga Brittany jika aku tidak menikah dengan Joan. Tapi Joan membuatku membuka mata. Ia membuatku jatuh cinta padanya. “ ucap Alv sambil melangkah kedalam ruangan.


"Tapi dengan cinta, Joan terpuruk. Dan semua gara-gara adikmu! " ucap Dean marah. Ia berlari keluar dari ruangan.


“Bukankah kau di Hawaii? “ tanya Lee seraya menghampirinya.


“Ketika melihat berita itu, aku langsung memutuskan kembali. Aku tidak bisa tinggal diam dan membiarkan Joan berjuang sendiri. Aku meminta maaf atas apa yang terjadi, dad. Aku akan berbicara dengan Lily untuk sebuah jawaban. “ jawab Alv.


Lee menghela nafas. Ia terus menatap Alv. Penyesalan terlihat sekali di wajahnya. "Aku hanya meminta padamu untuk tidak menyakiti putriku. "


"Aku akan bertanggungjawab, dad. " ucapnya tegas. Sepanjang perjalanan menuju New York, Alv terus memutar video kekerasan yang dilakukan Lily melalui ponselnya. Ia ingin memeluk Joan untuk menyatakan rasa bersalahnya. Lily melakukan semua ini karena ia menikahinya. Lily telah berbuat lebih jauh dengan melakukan ini. Ia tidak tahu konsekuensi yang akan ia tanggung karena menyebarkan fitnah yang tidak berdasar.


Taxi yang ditumpangi Alv memperlihatkan sebuah televisi yang sedang menyiarkan sebuah berita. Ia mendengar pria didepannya bergumam.


"Apa yang kau katakan? " tanya Alv.


"Aku tidak mengenal wanita ini, tapi berita ini membuat orang-orang marah. Tapi aku merasa wanita yang dipukul ini adalah korbannya. Ia bahkan tidak membalas." ucap pria itu.


Alv terdiam. Ketika menemui orangtua Joan, ia telah menjelaskan semua permasalahan yang terjadi. Yang disayangkan adalah Lily membuat sebuah fitnah. Semua berita yang muncul ia meyakini jika Lily yang melakukannya. Ia kesal dan sangat marah.

__ADS_1


"Sudah sampai.. " ucap pria didepannya.


Alv tersadar. Ia melihat keluar jendela. Ia telah sampai didepan apartemennya. Ia melihat ke salah satu toko milik Joan. Ada beberapa orang yang sedang menjinjing tas belanja dengan brand milik Joan. Ia harus mengabaikannya karena saat ini ia hanya ingin bertemu dengan Lily.


__ADS_2