
Lily mengangkat kedua kakinya keatas tembok. Ia mengikuti setiap gerakan yang ditampilkan dalam televisi. Beberapa siaran televisi menampilkan berita mengenai dirinya. Ia bosan. Lebih baik ia berolahraga agar tubuhnya semakin baik. Ia tidak dapat membayangkan bagaimana wajah wanita itu saat ini. Perlahan ia menurunkan kakinya ketika ia mendengar pintu depan diketuk kencang.
Lily setengah berlari untuk sampai ke depan pintu. Ia melihat dari lubang celah pintu yang terbuka. Cukup terkejut karena Alv yang datang. Wajahnya tidak terlihat marah sedikitpun. Itu bagus. Pada akhirnya Alv akan kembali padanya. Dengan cepat ia membuka pintu.
“Alv..” panggil Lily sambil memeluk tubuh Alv. “Kau liha apa yang terjadi? Aku melakukannya untuk membela diri. Ia telah menghina keluarga kita..”
Alv membiarkan Lily tetap memeluknya hingga mereka berada didalam rumah.
“Kenapa kau lakukan ini pada keluarga baruku, Lily?” tanya Alv serius.
Kedua tangan Lily yang sedang memeluk tubuh Alv melonggar. “Apa yang telah aku lakukan? Aku tidak melakukan apapun. Aku hanya membela diri.”
“Aku tahu semua sifatmu. Kau melakukan semua ini demi sebuah kepuasan. Apa yang kau inginkan sebenarnya?” tanya Alv marah.
Lily bergerak menjauhi pria didepannya. “Aku tidak mau kau bersama wanita ****** itu. Aku tidak mau. Sampai kapanpun aku tidak akan rela. “ucapnya histeris. Airmata mulai menggenangi kedua matanya.
“Aku ingin bahagia. Apakah kau tidak ingin melihatku bahagia?“
Lily membalikkan badannya membelakanginya. “Tentu saja aku ingin kau bahagia. Tapi tidak dengan wanita itu.”
__ADS_1
“Lalu menurutmu, dengan siapa aku bisa bahagia?” tanya Alv sambil mengangkat salah satu alisnya. Ia harap jawaban itu tidak akan ia dengar.
“Denganku. Kau bisa bahagia denganku, Alv.”
“Kau adikku, Lily. Aku tidak mungkin menikah dengan adikku sendiri.”
“Tapi aku bukan adik kandungmu, Alv. Aku orang asing. Kita hanya tumbuh bersama.”
Jawaban ini yang ia takutkan. Lily tidak menganggapnya sebagai kakak selama ini. Alv mendekatinya. “Sejak kapan kau tahu tentang ini?”
“Sejak kecelakaan itu. Aku mencari tahu tentang ibuku. Aku bukan darah daging ayahmu, Alv. Ibuku adalah seorang wanita simpanan beberapa direktur. Untuk itulah mengapa aku tinggal di Yunani selama ini hanya untuk mencari tahu asal usul ibuku. Aku tidak ingin kehilanganmu, Alv.” Ucap Lily sambil memegang lengannya.
Pintu dibanting dengan kencang. Alv pergi dengan perasaan sangat marah. Ia tidak menyangka telah dibohongi sekian lama oleh Lily.
Jari-jari Lily menghapus airmata yang membasahi pipinya. Sebuah senyuman tersungging di bibirnya. “Tidak akan semudah itu, sayang.” Ia berjalan keluar balkon dan melihat pemandangan yang sangat ramai didepan toko milik Joan. Ia tersenyum puas. “Ternyata menghancurkan satu keluarga bisa dilakukan hanya dengan mengganggu satu orang saja.”
Taxi yang membawa Alv berhenti didepan dirumah Joan. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Joan disana. Mobil Joan tidak ada. Dimana ia bisa menemukan Joan? Seharian ini ia terus menghubunginya tapi tidak bisa. Ia membuka pintu rumah dan menemukan Grey sedang berlari kearahnya. Ia terlihat senang melihatnya datang. Sambil berjongkok, ia mengangkat tubuh kecil itu. “Grey, kemana lagi aku harus menemukan Joan?” ucapnya dengan nada bergetar.
***
__ADS_1
Dean menunggu didepan mejanya. Ia menunggu hasil dari drama terbarunya. Seandainya tidak ada kejadian pagi ini, ia bisa menikmati hasil dari drama ini dirumahnya bersama keluarganya. Mengapa keluarganya selalu mendapatkan kejadian seperti ini? Belum lama ia bisa menyelesaikan semuanya dengan Jessy, kini Joan yang mendapatkan skandal pertamanya. Tidak tanggung, skandal ini berimbas pada produksi dramanya karena wardrobe yang dikenakan artis merupakan sponsor dari Joan. Ia menghela nafas. Ia melihat jam dinding. Seharusnya rating dari drama miliknya sudah keluar. Ia gugup. Ia melihat pesan yang masuk ke ponselnya. Jessy mengirimkan pesan. Jangan takut dengan rating drama barumu. Kita harus melindungi Joan, sayang. Itu paling utama.
Pintu ruangannya terbuka. Ia melihat wajah Jefry yang tampak tidak bahagia. Ia harus siap dengan itu. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. “Burukkah?” tanyanya frustasi.
“Menurutku tidak terlalu buruk. Mendapatkan 256 poin di episode pertama menurutku cukup baik. Aku melihat beberapa kritikus mulai mengeluarkan pendapatnya. Berdasarkan dari cerita ini, para penonton tidak terlalu mengambil pusing dengan berita yang kini sedang beredar. Mungkin merk dagang kakakmu yang saat ini berimbas. Tapi beruntung tidak berimbas pada produksi drama kita.”
Dean melepaskan kedua tangannya dari wajahnya. “Aku cukup terkejut dengan hasil ini. Aku pikir mereka akan terganggu.”
“Banyak yang menunggu karya barumu setelah kau hiatus lama. Mereka hanya menunggu karyamu, bukan skandal keluargamu. Sekarang lebih baik kau pulang dan berikan kabar baik ini pada istrimu. Aku yakin ia akan senang.” Ucap Jefry sambil berjalan keluar.
Dean membuka laptopnya hanya untuk membaca komentar dari para penonton. Cukup takjub melihat komentar positif memenuhi kolom komentar di trailer resminya. Ia menyesal telah membuat Joan marah dengan kekonyolannya pagi tadi. Bagaimanapun ia harus menghubungi Joan dan meminta maaf padanya. Tidak ada nada sambung. Ponsel Joan mati. Iapun menghubungi Alv.
“Apakah kau masih ingin menyalahkan kami atas apa yang terjadi? Sampai saat ini aku belum bisa menghubungi Joan. Aku juga tidak bisa menemukannya. Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak tahu banyak tentang kota ini.” Ucap Alv frustasi.
“Maafkan aku. Tadi aku terlalu kasar pada Joan. Aku minta maaf. Aku akan membantumu mencari Joan. Aku akan meminta bantuan polisi.” Ucap Dean cepat.
“Apakah kau pikir bantuan polisi dapat menyelesaikan semuanya? Beritanya akan besar dan istriku akan menjadi olok-olokan. Kau tidak tahu bagaimana mentalnya saat ini, bukan?” ucap Alv kesal. Ia menutup ponselnya dengan cepat.
Dean menghela nafas. Sepertinya ucapan Alv ada benarnya. Jika polisi membantunya, beritanya akan membesar. Ia terdiam sejenak. Ia harus segera mendapatkan ide. Ia juga harus menemukan Joan.
__ADS_1