
"Jika suatu hari kita bisa bersama kembali, bagaimana menurutmu?" tanya Dean dengan mata tertutup.
"Aku tidak tahu. Aku tidak ingin kembali lagi padamu " jawab Brittany sambil menyandarkan kepalanya pada Dean.
"Mulutmu memang bisa berkata tidak. Tapi hatimu berkata lain. Kalau kau membenciku, mana mungkin kau masih memelukku seperti ini. Jika orang lain melihatnya, mereka akan beranggapan kau adalah kekasihku." goda Dean
"Aku hanya takut. Kapan ada orang yang bisa menyelamatkan kita?"
"Tidurlah.. Aku akan memikirkannya nanti. Maafkan aku karena selalu menggodamu. Jika nanti kita sudah diselamatkan, aku mohon jangan lupakan aku..Itupun jika kau tidak mau denganku. Kau bisa memikirkannya
Tiab-tiba ia merasa kehausan.
"Dean, aku ingin minum." bisiknya.
Seseorang memegang tangannya. "Sayang, akhirnya kau sadar."
Terdengar seperti suara ibunya. Ia membuka mata lebar. Ia melihat kesamping. Ibu dan ayahnya ada disana. Ia sudah selamat? Ia bangun dengan cepat.
"Mom? Aku sudah selamat?" tanya Brittany sambil memeluk ibunya.
"Ya sayang, aku senang kau sudah siuman. Kau tertidur selama dua hari. Kau baik-baik saja?" tanya Isabela.
Brittany mengangguk cepat. Lalu apakah tadi ia bermimpi dengan Dean? Bagaimana mimpi itu bisa terasa sangat nyata? Lalu, dimana Dean berada? Ia menatap kedua orangtuanya. "Bagaimana dengan Dean?" tanyanya hati-hati. Ia tidak mau ibunya marah ketika mendengarnya mengatakan nama Dean.
"Dean baik-baik saja. Kondisinya bagus." jawab Jonas.
"Bagaimana kalian bisa menemukanku?"
__ADS_1
Jonas menghampiri Brittany dan duduk disampingnya. "Polisi mengejar ke five point dimana Harris menyekap mu. Namun ketika disana ia sudah tidak bisa menemukanmu dengan Dean. Beruntung Dean mengaktifkan GPS ponselnya, sehingga Will tidak kesulitan melakukan pencarian."
"Will siapa?" tanya Brittany.
"Ia seorang agen swasta yang disewa Dean. Polisi, Will dan Alv melakukan pencarian di Florida. Tidak lama mereka menemukanmu dengan Dean tergeletak di kamar. Sedangkan mayat Harris sudah diangkat."
"Alv ada disini?" tanya Brittany terkejut.
"Ya. Aku datang.." jawab Alv yang ada didepan pintu.
"Alv!" seru Brittany senang. Ketika Alv menghampirinya, ia memeluknya dengan erat.
"Aku senang kau selamat " ucap Alv. "Wajahmu terlihat sedikit lebam. Apakah pria itu yang melakukannya?"
Pria itu? Siapa yang Alv maksud?
Disebuah kamar ICU. Dean masih belum sadarkan diri. Lana yang bisa masuk melihatnya terus menjaganya sejak Dean dan Brittany ditemukan. Ia terharu dengan pengorbanan Dean. Ia mampu melakukan apapun untuk pujaan hatinya. Suara alat yang terpasang ditubuhnya terdengar nyata. Kapan Dean akan siuman? Melihat kondisinya saat ini sangat memprihatinkan.
Menurut pihak polisi, Dean menyelamatkan diri dengan melompat dari rumah berlantai tiga itu dengan kaki diborgol. Ia ingin cepat ditemukan. Ia ingin agar Brittany cepat diselamatkan namun ia tidak memikirkan keselamatannya sendiri. Ia bertemu dengan beberapa pengunjung pantai dan mendapatkan bantuan. Sayang, Dean langsung tidak sadarkan diri karena kelelahan saat itu. Setelah dilakukan pemeriksaan, Dean mengalami patah tulang dan dehidrasi. Ia ingat ketika Brittany hilang pertama kali, Dean terus melakukan sesuatu dengan agen sewaannya.
Bagi Lana hal itu sangat menyedihkan. Dean berani melakukannya karena Brittany. Namun melihat kondisi Dean saat ini, ia ingin menangis. Jika saja Brittany tahu apa yang terjadi padanya saat itu, tapi lebih baik jika Dean sendiri yang mengatakannya.
Ketika mendengar Brittany telah siuman beberapa saat yang lalu, ia senang. Tadi pagi ia berbicara dengan ayah Brittany. Ketika Brittany siuman, seseorang yang ditanyakan nya pasti Dean karena ia bersamanya saat itu. Tapi jika mendengar Dean belum sadarkan diri, Jonas takut jika Brittany akan shock. Untuk itulah ia mengarang cerita tentang kondisi Dean dengan sepengetahuannya.
Lana menarik nafas dalam. Ia melangkah menuju Dean yang sedang berbaring. Kedua kakinya diperban. Dokter telah mengoperasi kakinya saat itu juga. Hanya saja, kenapa Dean belum sadar? Tidak kuatkah ia?
"Dean, sampai kapan kau tidak sadar." panggil Lana. Tidak ada pergerakan dari Dean. "Dean, kalau kau tidak sadar, aku bisa pastikan mantan istrimu dengan pria lain. Kau akan kehilangan Brittany Jonas untuk selamanya. Kau tidak takut dengan itu? Semua pengorbanan mu akan sia-sia. Kau tidak akan bertemu kembali dengan mantan istrimu itu. Kau takut bukan? Maka dari itu, bangunlah. Aku lelah menunggumu selama dua hari ini. Aku ingin pulang. Aku ingin mandi didalam jacuzzi ku yang mahal. Aku ingi tidur di ranjang mewah yang baru saja aku pesan. Tapi kau malah menghancurkan kesenanganku, Dean."
__ADS_1
"Lebih baik kau memang seperti itu. Sahabatmu sedang berbaring, lalu kau bersenang-senang seorang diri. Kau sahabat yang payah. Kau tidak setia kawan. Padahal ketika kau memutuskan menjadi seorang wanita, aku menunggumu berhari-hari dirumah sakit." ucap Dean tenang.
Lana terkejut. Ia menghampiri Dean. "Ternyata kau tidak lemah. Kau masih kuat."
"Aku tidak mungkin lemah, Lana. Kau ingat bagaimana aku bisa menghadapi semuanya sendirian? Ketika kau diganggu oleh mahasiswa kampus karena gemulainya dirimu." goda Dean
"Aku tidak pernah menemukan seorang pasien menggoda orang yang menjaganya." jawab Lana kesal.
Dean tersenyum. "Oh ya Lana, bagaimana Brittany? Ia baik-baik saja?"
"Ya, ia lebih baik darimu. Kau bodoh sekali. Kau melakukannya sendiri. Bagaimana jika kau terbunuh?" tanya Lana kesal.
"Tidak mungkin. Aku baik-baik saja bukan?" jawab Dean.
"Terserah padamu." jawab Lana
Dean berusaha untuk bangun. Namun ketika ia melihat kedua kakinya, ia tertegun. Ia tertawa geli. "Biasanya aku melihat kejadian seperti ini ketika aku sedang membuat film. Ternyata aku mengalaminya sendiri."
Lana memegang kedua bahunya. "Kenapa kau bangun? Apa yang akan kau lakukan?"
"Tentu saja aku ingin bertemu dengan pujaan hatiku. Apa lagi?" tanya Dean.
"Brittany baik-baik saja. Kau bisa melihatnya, namun tidak saat ini. Kau tidak bisa berjalan. Kau harus menahan diri."
"Kau bilang Brittany bersama dengan pria lain? Untuk itu aku harus merebutnya." seru Dean.
"Itu karena kau tidak sadar jadi aku berkata seperti itu. Kau bodoh.." jawab Lana kesal.
__ADS_1
Dean kembali berbaring. "Aku ingin cepat sembuh. Aku ingin bertemu dengannya."