Pesona Sang Sutradara

Pesona Sang Sutradara
Everything goes well


__ADS_3

Semuanya sudah selesai, sayang. Drama mu masih tetap tayang. Dan semuanya akan baik-baik saja. Cepatlah pulang kerumah jika kau sudah selesai. Aku mencintaimu.


Dean melihat ponselnya. Ia cemas. Jessy mengirimkan pesan dan mengatakan baik-baik saja. Apa yang ia lakukan? Apakah membahayakan? Ia menatap pria-pria didepannya yang terlihat tengah serius melihat dokumen. Kemudian ia menatap Jefry yang terlihat serius memberikan penjelasan di tengah acara meeting yang sangat penting ini. Ingin sekali ia berlari keluar dan secepatnya untuk bertemu dengan istrinya. Namun, ia kembali menatap semua orang yang serius. Iapun dengan terpaksa membalas pesan istrinya.


Apa yang sudah kau lakukan? Kau tidak berbuat macam-macam bukan yang membahayakan keselamatanmu dan bayi kita?


Tidak perlu waktu lama untuk menunggu balasan dari Jessy. Tentu saja tidak. Aku tadi bersenang-senang dengan Jose. Kau masih ingat Jose bukan?


Kedua mata Dean membesar. Jose? Pria itu? Ia mulai membalas kembali pesan dari Jessy. Tentu saja aku tahu, pria yang hampir merebutmu. Aku tidak akan lupa itu. Kau berselingkuh dibelakangku?


Jose itu saudaraku, ia kakakku..


Dean mengerutkan keningnya. Kakak? Kau anak tunggal ayah dan ibumu. Kau ingin bermacam-macam denganku? Aku akan menghukummu ketika aku sampai rumah nanti.


Aku takut tapi aku menantikannya goda Jessy.


Dean tersenyum dan menyimpan kembali ponselnya. Apapun itu, jika Jessy baik-baik saja, ia merasa tenang. Ia kembali melihat Jefry yang dengan lantang menjelaskan setiap prosedur kerjasama. Beruntung ia dan Jefry kembali dipersatukan.


"Produksi drama ini diharapkan terus berkembang menjadi beberapa sekuel. Perusahaan kami berharap kita dapat bekerja sama lebih dalam." ucap pria bertubuh gegap itu. Ia berdiri sambil mengulurkan tangannya.


Dean ikut berdiri seraya tersenyum. "Dengan senang hati, Rob." Iapun membalas uluran tangan pria itu. "Aku harap kerjasama kita bukan hanya di produksi drama ini saja. "


"Kami percaya padamu. Kami menantikan film terbaru." jawabnya.


Setelah mengantar tamu-tamunya keluar dari ruang meeting, ia bergegas untuk pulang ke rumah. Walaupun beberapa jam lagi ia harus bertemu dengan salah satu sponsor yang lain. Namun rasa penasarannya yang begitu tinggi membuatnya berfikir untuk cepat pulang ke rumah.


"Kenapa kau terburu-buru sekali?" tanya Jefry bingung.


"Aku harus makan siang dirumah. Kau tahu, istriku sangat manja sekali ketika hamil. Jessy ingin aku ada dirumah." jawab Dean berbohong.


"Sepertinya pernikahan kalian lancar."


"Kau bercanda. Kami tidak memiliki masalah, tentu saja pernikahan kami lancar." seru Dean. "Aku pergi dulu."


"Jangan lupa pukul 4 sore kita bertemu dengan sponsor lain." seru Jefry

__ADS_1


"Aku ingat. Nanti aku kembali." jawab Dean sambil berlari keluar.


                                                                                    ***


"Ketika aku mengejar Elizabeth, ternyata aku salah orang. Ia orang lain. Aku sudah mengejar sepanjang 10km tapi ternyata aku salah. Itulah salah satu pengalamanku ketika mengejar artis baru. Perusahaan tempatku bekerja hanya memberikan sedikit informasi mengenai artis baru ini." ucap Jose dibalas gelak tawa orang-orang.


"Kau marah saat itu?" tanya Lee sambil tertawa


"Apakah aku harus marah karena kebodohanku?" jawab Jose sambil menatap Jessy yang masih saja tertawa dengan ceritanya.


"Sepertinya kalian bersenang-senang tanpaku." Ucap Dean sambil berkacak pinggang.


Semua orang yang berada di meja makan menoleh ke arah pintu. Dean sedang berdiri dengan wajah serius. Ia melihat Jessy tersenyum dan berdiri untuk menghampiri Dean.


"Ternyata kau mengikuti ucapanku untuk cepat pulang."


Dean mengangkat kedua tangan Jessy dan melihatnya dengan serius. "Kau tidak apa-apa, sayang?" tanyanya serius. "Apakah pria itu membuatmu kesulitan? Lagipula untuk apa ia datang?"


Jessy tertawa geli. "Aku sudah katakan tidak terjadi apa-apa denganku."


"Apakah kau mau menghukumku?" goda Jessy seraya berbisik.


Dean melepaskan pelukannya dan menciumnya sekilas. "Tentu saja aku akan menghukummu. Tapi tidak sekarang," bisik Dean.


"Kapan?" tanya Jessy kembali.


"Nanti malam." bisik Dean sambil mencubit pipi Jessy.


"Sudah cukup! Mau sampai kapan kalian bermesraan disana?" seru Lee.


Dean tidak melihat ayahnya, tatapannya dituju pada Jose. Ia menghampirinya.


"Mengapa kau duduk ditempatku? Kau tahu jika itu tidak sopan?" tanyanya serius.


"Dean..." panggil Lee.

__ADS_1


"Diam dad, aku hanya ingin berbicara dengan orang ini!" jawab Dean serius


"Dean, cukup! Jose tamu kita." seru Lee.


Dean melihat wajah Jessy yang mulai memucat. Ia kemudian melihat ayahnya. Tiba-tiba ia tertawa. "Apakah aktingku bagus?"


"Kau tahu jika itu tidak lucu!" ucap lee marah.


Dean mengulurkan tangannya pada Jose sambil tersenyum. "Justru aku harus berterima kasih padamu karena menjaga Jessy hari ini."


"Aku takut sekali.." ucap Jessy ketika duduk disamping Jose.


"Maafkan aku, sayang. Aku terlalu bahagia hari ini sehingga aku melakukannya. Apakah aku harus merubah pekerjaanku menjadi seorang aktor?"


Jose menggelengkan kepalanya sambil membalas uluran tangannya. "Jika kau melakukannya, aku akan membawa Jessy pergi." ancamnya.


"Kalau begitu, aku harus memghapus keinginanku untuk menjadi seorang aktor. " ucap Dean. Ia duduk disamping Jose. "Lalu jelaskan apa yang terjadi? Aku penasaran. Apa yang sudah kalian lakukan?"


"Kami tadi bertemu Lily Aysun." ucap Jose tenang.


Dean langsung menatap Jessy. "Apa yang kalian lakukan? Apakah ia melakukan sesuatu padamu, sayang?"


Jessy menggelengkan kepalanya. "Beruntung ada Jose. Ketika melihat Jose, Lily histeris. Mungkin karena dulu Lily menyukai Jose sehingga ia melakukan itu."


"Lalu kenapa kau mengatakan semua baik-baik saja?" tanya Dean.


"Aku beberapa kali bertemu dengan wanita seperti Lily. Sebenarnya ia wanita lemah. Namun ia harus menutupi itu karena nafsu nya. Ia tidak ingin kakaknya bahagia. Aku pikir ia cemburu." jelas Jose.


"Apakah Lily tidak akan dendam?"


"Dengan ucapanku tadi pagi saja, saat ini aku yakin sekali ia sedang terdiam ketakutan di apartemen kakaknya." ucap Jose tenang.


Dean terdiam sambil berfikir. Apakah seorang Lily Aysun memang selemah itu? Ketika ia menyerang Joan, ia tidak terlihat seperti wanita lemah. Apakah sekarang ia harus menghubungi Joan atau Alv untuk menanyakan kabar mereka dan menceritakan tentang hal ini pada mereka? Atau lebih baik ia diam dan menunggu apa yang akan dilakukan oleh Lily Aysun selanjutnya?


"Yang jelas semuanya akan kembali normal. Kau bahagia dengan Jessy, begitu pun dengan Joan. Aku bertaruh jika ucapanku salah, kau bisa menuntutku." ucap Jose.

__ADS_1


Dean hanya diam


__ADS_2