Pesona Sang Sutradara

Pesona Sang Sutradara
2nd Wedding dress


__ADS_3

"Buatlah gaun yang indah. Seperti saat kau membuatnya ketika kami menikah." ucap Dean ketika ditelepon.


Lana mengangkat salah satu kakinya dan duduk di sofa malas miliknya. Dean mengatakan hal itu padanya. Bagaimana ia bisa membuat gaun pengantin untuk Brittany sedangkan saat ini Dean sedang patah hati? Benar-benar rumit. Jika bisa memilih, ia lebih baik tidak mengenal kedua orang itu. Karena semuanya menyangkut hati. Ia menghela nafas. Beruntung ia tidak pernah jatuh cinta. Cinta itu memuakkan. Ia nyaman setelah menjadi seorang wanita sepenuhnya.


Lamunannya terusik. Ia akan menghubungi Dean kembali untuk menanyakan tentang gaun itu. Lama sekali nada terhubung.


"Ada apa, Lana? " tanya Dean.


Terdengar suara perempuan sedang berbicara. "Kau dengan siapa? Jangan katakan kau sedang mencari hiburan dengan wanita malam." selidik Lana.


"Ya, aku sedang mencari hiburan dengan seorang wanita malam. Nama wanita itu Joan Lee. Selain cantik, ia pun pintar membuat pakaian." jelas Dean.


"Joan? Aku pikir kau akan kembali menjadi seorang pria yang tidak jelas."


Dean mengerutkan keningnya. "Pria tidak jelas?"


"Ya, kau membiarkan wanita-wanita menghampirimu karena pesona mu yang luar biasa itu. "


Dean sedikit menyunggingkan bibirnya. "Aku tidak seperti itu." elaknya. "Oh.. ada apa kau menghubungiku? "


"Aku ingin membicarakan Brittany. Apakah kau akan baik-baik saja!?"


"Walaupun tidak baik, aku tetap harus mengetahuinya bukan? Aku tahu apa yang ada dalam kepalamu itu. Kita mengenal bukan hanya berbulan-bulan. Tapi bertahun-tahun. Katakan apa yang terjadi? "


"Ini mengenai gaun pernikahan Brittany. Mengapa kau mengatakan hal seperti itu tadi? Kau memintaku untuk membuat sebuah gaun pernikahan yang indah untuk mantan istrimu. Untuk apa kau lakukan ini? Apakah menurutmu aku tidak akan sedih membuat sebuah gaun untuk orang yang kau cintai? " tanya Lana.


"Aku ingin ia tampil cantik dihari besarnya." jawab Dean tenang.


"Dean, apakah kau gila?"

__ADS_1


"Tidak. Aku masih sehat. Kau hanya tinggal mengikuti ucapan ku. Buatkan Brittany gaun yang indah."jawab Dean.


" Lalu kau akan melihatnya? Kau akan merusak pernikahan itu dan menikah kembali dengan Brittany? "


"Tidak. Aku bahkan tidak akan menghadiri acara itu. Aku akan pergi untuk promosi filmku yang baru."


"Baguslah. Aku tidak akan merasa kasihan jika kau berada di sana. Tapi, aku ingin tahu bagaimana perasaanmu saat ini? Kau baik-baik saja?


" Bohong jika aku katakan tidak apa-apa. Aku manusia biasa. Aku merasakan sakit karena pengorbananku sia-sia. Selama aku bisa bertahan, aku akan baik-baik saja." jelas Dean.


Mendengar penjelasan Dean, ia merasa jika pria itu adalah orang yang baik. Beruntung ia berteman dengannya. Lana kembali ke mejanya. Ia melihat jam dinding. Pukul 8 malam. Tidak terlalu malam untuk membuat sebuah sketsa. Ia melihat surat yang baru saja ia kirimkan melalui email ke agensi Brittany. Ya, ia mengundurkan diri. Ia bergabung dengan agensi Brittany karena ingin mengetahui kebenaran tentang seorang Brittany Jonas. Namun kini setelah ia mengetahuinya, semuanya berakhir.


...***...


Alv keluar dari taxi terlebih dahulu. Ia membukakan pintu dimana Brittany duduk.


"Kau yakin ini tempatnya? "


"Ya. Masih sama seperti yang dulu." ucapnya.


"Ayo kita masuk." ajak Alv. Ia memegang tangan Brittany untuk membawanya masuk kedalam.


Brittany menatap sekeliling. Kenangan itu tiba-tiba muncul. Ia ingat pertama kali datang ke tempat ini setelah diculik oleh Dean untuk menghadiri sebuah acara award. Ketika ia sedang melamun, gerakan jari-jari Dean membuatnya harus menengadahkan wajahnya. Ia menatap calon suaminya itu. Ia tengah tersenyum.


"Ada apa?"


Brittany menggelengkan kepalanya. Bagaimana ia bisa bercerita tentang kenangan itu? Lagipula ia tidak mau mengecewakannya.


"Aku tidak apa-apa." ucapnya.

__ADS_1


Alv membuka pintu terlebih dahulu. Ia mendengar suara lonceng yang berada di depan pintu.


Lana keluar dari ruangannya. "Aku tahu itu kalian." a ucap Lana sedikit malas. "Kalian berdua silahkan duduk."


Alv dan Brittany duduk di sebuah sofa. Sedangkan Lana mengambil sketsa dengan sebuah pensil. Ia kemudian duduk didepan Brittany.


"Aku terkejut mendengar kalian memutuskan menikah dengan sangat cepat." ucapnya.


Brittany tersenyum. "Semakin cepat semakin baik, bukan? "


"Kapan kalian akan menikah? "


"Bulan depan. Tepatnya dua minggu dari sekarang." jawab Brittany.


Lana terkejut. "Bagaimana bisa kau melakukannya?"


"Bisa. Untuk itulah aku memintamu membuatkan gaun untukku. Tidak perlu mewah, namun menarik." ucap Lana.


"Aku akan membuat gaun terbaik sesuai keinginan seseorang. Kau akan menyukainya."


Alv berdiri. "Aku harus menerima panggilan sebentar. " ucapnya sambil berlari keluar.


"Apakah kau bahagia?" tanya Lana.


"Aku bahagia. Kenapa kau tanyakan itu?"jawab Brittany.


"Senyuman mu memaksa. Kau tidak akan bahagia. Batalkan pernikahan kalian. " ucap Lana.


Brittany tertawa. "Kau tidak mau mendapat pesanan dariku? Aku melakukannya karena kau bisa membuat gaun cepat."

__ADS_1


"Kenapa kau lakukan ini? Aku tidak mau kau menyesal. Pria yang kau cintai bukan dokter itu. Ada seseorang yang menunggumu. Dia yang kau cintai. Kau harus ingat bagaimana pengorbanan yang telah ia lakukan. Kau tidak bisa egois, Brittany. Kedua kaki Dean bahkan belum sembuh, tapi kau mau menikah dengan orang lain. Kau jahat. Padahal itu terjadi karena menolongmu."


Brittany terdiam. Berulang kali ia berfikir tentang pernikahan ini. Ia pikir semua orang akan mendukung keputusannya. Ternyata tidak. Joey pun sama seperti Lana. Ia masih menolak Alv untuk menikah dengannya. Ia hanya menunduk dan tidak mengatakan apapun lagi ketika Lana memulai menggambar.


__ADS_2