Pesona Sang Sutradara

Pesona Sang Sutradara
broken vow


__ADS_3

“Aku akan berbicara dengan Joan tentang perjalanan kita ke Ankara.” Ucap Alv. Ia dan Lily sudah kembali ke apartemen setelah satu bulan berada dirumah sakit. Ia sangat merindukan Joan. Sudah satu minggu ia tidak bertemu bahkan saling menghubungi. Mungkin Joan masih marah padanya. Ia mengingat perselisihan dengan Joan terakhir kali. Kalimat yang membuatnya sangat marah.


Kau bukan kakak kandungnya, mengapa kau


memberikan perhatian lebih pada Lily? Aku istrimu. Aku yang seharusnya kau


perhatikan. Bukan p***cur itu!


Mungkin ia membalasnya dengan keterlaluan. Ia menyesal. Ia ingin segera bertemu dan meminta maaf pada Joan. Sejak mereka bertengkar, ia selalu kesulitan menghubungi Joan. Ketika ia bisa menghubunginya, Joan selalu beralasan sibuk. Ia mengerti hal itu. Joan masih marah padanya. Kemudian ketika melihat pamor drama Dean semakin meningkat, ia yakin istrinya itu akan terkena imbasnya. Namun selama Joan bahagia dengan pekerjaannya, ia akan selalu mendukungnya.


Alv mendorong kursi roda yang diduduki Lily masuk ke dalam kamarnya.


“Kapan kau akan kembali kerumahmu, Alv?” Tanya Lily.


“Hari ini aku akan kembali ke rumah. Tapi kau tidak perlu khawatir. Aku akan kembali kesini setelah melepaskan rindu. Aku merindukan Joan. Sudah satu minggu kita tidak bertemu.” Jawab Alv sambil tersenyum.


“Kau begitu mencintai Joan. Aku iri. Tapi kenapa Joan tidak mengunjungi kita di rumah sakit?”


Alv memberikan selimut pada Lily. “Ia sedang sibuk dengan pekerjaannya. Aku tidak ingin mengganggunya”


“Alv, aku ingin bertanya serius padamu.”


“Apa?”


“Apakah berita tentang keluarga Lee benar-benar telah hilang? Maksudku, semua ini terjadi karena kesalahanku. Aku menyesal dan mengakuinya Sejak awal aku memang mencari gara-gara. Tapi, apakah kejadian antara aku dengan Joan tidak berimbas pada keluarga itu?” Tanya Lily serius.


“Tentu saja berimbas. Tapi setelah aku amati, karena Joan bukanlah seorang aktris, hal itu hanya ramai diawal saja. Berita itu bisa mudah hilang karena kau tahu sendiri, ada beberapa skandal baru mengenai politik dan Hollywood Berita mengenai Joan denganmu cepat hilang dalam beberapa hari.”


“Aku lega karena telah berakhir. Awalnya aku pikir aku harus melakukan konferensi pers untuk menutup kejadian ini.”


“Tunggu, bagaimana kau bisa tahu tentang orang-orang di media?”


Lily menutup wajahnya. “Aku bertemu dengan beberapa paparazzi yang diam di depan kediaman keluarga Lee. Aku membayar mereka untuk menjadikan ini menjadi sebuah berita.”


“Darimana kau mendapatkan uang sebanyak itu? Aku yakin kau membayar mereka tidak sedikit.” ucap Alv sambil menatapnya serius.


Wajah Lily mulai berubah. Ia ketakutan. “Tapi jangan marah padaku, Alv. Aku menjual rumah mama di Athena.”


Alv terkejut. Ia mengangkat salah satu tangannya keatas. “Kau!!”


“Maafkan aku, Alv! Aku sempat kebingungan karena ingin menghancurkan Joan!” ucap Lily sambil menunduk.


Alv marah dan kesal. Ia menatap Lily sambil menggelengkan kepalanya. Ia langsung pergi keluar.

__ADS_1


Alv mengendarai mobil Joan selama ia berada di rumah sakit. Ia melewati butik Joan yang berada didepan apartemennya. Tidak ada wajah Joan disana. Beberapa spanduk besar itu sedang diturunkan. Joan tidak mengatakan apa-apa tentang butiknya. Apakah sedang ada masalah dengan butiknya? Ia menghentikan mobilnya dan turun. Ia bertanya pada salah satu pekerja.


“Mengapa iklan ini diturunkan?” Tanya Alv


“Pemiliknya menutup butik ini selamanya.” Ucap pekerja itu.


Alv mengeluarkan ponselnya. Ia menghubungi Joan.


“Halo..” jawab Joan dingin.


“Jo, apa yang terjadi?” Tanya Alv cemas. “Kenapa kau menutup butikmu?”


“Aku bosan.”


Alv mengerutkan keningnya. Terdengar nada dingin dari suara istrinya itu. “Aku ingin bertemu denganmu sekarang. Aku sangat merindukanmu Kita bertemu dirumah?”


“Baiklah.”


Alv merasa dirinya bersalah selama satu minggu ini. Ia jarang menanyakan kabar Joan. Ia lebih fokus pada Lily. Tanggung jawab yang ia pikul dari ucapan ibu tirinya membuatnya harus melakukan ini. Ia kembali ke mobil dan mulai melajukan mobilnya menuju rumah. Ia melihat keatas. Sepertinya akan turun hujan.


***


“Kau yakin dengan keputusanmu?” Tanya Lee sambil menatap Joan dengan perasaan khawatir.


“Kau sudah memikirkannya? Bisa saja hal itu hanya karena emosimu sesaat. Jangan sampai kau menyesal.” Ucap


Anastasia.


“Dari awal menikah, kami berdua memang melakukannya karena suatu alasan. Kami berdua sudah salah sejak awal.”


“Dad harus membuat perhitungan dengan suamimu.” Ucap Lee marah. “Tidak ada perceraian dalam keluarga kita.”


“Jika dad tidak setuju, aku akan tetap bercerai. Aku akan kembali ke Paris.” Ucap Joan sambil berjalan keluar


rumah.


“Tadi kau dihubungi Alv bukan? Kalian terlihat baik-baik saja.” Ucap Anastasia


Joan menggelengkan kepalanya sambil melanjutkan langkahnya.


Joan tidak ingin terlihat tersakiti. Ia tidak menyebutkan sama sekali jika Lily ada dibalik keputusannya berpisah. Ia yakin perpisahan ini bukan hanya menyakitinya, tapi menyakiti Alv pula. Sering kali ia berfikir, ternyata cinta tidak seindah yang ia kira. Ia pikir, kebahagiaan  antara Dean dan Jessy dapat dirasakan olehnya. Tapi ternyata, cinta itu sakit. Ia tidak ingin disakiti. Jika sendiri lebih baik, mengapa waktu itu ia menikah dan bermain api dengan mencintai Alv?


Langkahnya begitu berat ketika ia melihat rumahnya. Ia berdiri didepan pintu gerbang rumahnya. Ia sengaja tidak memasukkan mobilnya kedalam rumah. Ia memegang pintu gerbang rumahnya dan terdiam. Ia menghela nafas sebelum akhirnya membuka pintu.

__ADS_1


Terdengar grey bersautan memanggilnya. Ia berlari menghampirinya. Joan tersenyum. Hanya grey yang tahu


perasaannya selama ini. Ia berjongkok untuk memeluk tubuh kecil itu.


“Bagaimana denganku?” Tanya seseorang.


Joan melepaskan pelukannya pada Grey dan mengangkat wajahnya. Wajah yang selama ini ia rindukan ada didepannya. Wajahnya  tersenyum lebar. Joan menunduk sebentar kemudian berdiri. Ia melihat ALv menghampirinya. Joan mundur satu langkah.


“Aku merindukanmu.” Ucap Alv.


Kedua tangannya terulur untuk memegang tangannya. Namun kedua tangan Joan saling berpangku tangan.


“Kau masih marah padaku?” Tanya Alv.


Joan tersenyum dan berjalan kedalam. “Aku tidak marah. Aku sudah memaafkanmu.”


“Lily sudah keluar dari rumah sakit. Aku akan menemaninya pulang ke Ankara sebentar. Lalu kita bisa bersama.”


Ucap Alv


“Itu tidak perlu.” Jawab Joan tenang.


“Apa maksudmu?” Tanya Alv cemas. Suaranya meninggi. Tidak ada jawaban dari Joan. Alv menarik tangan Joan. “Lihat aku, apa yang kau katakan tadi?”


Joan melepaskan tangan Alv dan menatapnya. “Aku pikir permainan kita sudah cukup. Mari kita berpisah dengan


baik-baik.”


Kedua bahu Joan dipegang kuat oleh Alv. “Apa yang kau katakan tadi? Kau ingin berpisah denganku? Kau tidak


mencintaiku?” Tanya Alv marah.


“Ya, aku katakan sekali lagi. Mari kita berpisah. Aku sudah menunjuk seorang pengacara untuk mengurus semuanya. Aku harap kau tidak menemui orang tuaku. Apapun yang kau lakukan saat ini atau nanti, tidak akan berarti bagiku. Keputusanku tetap bulat. Aku ingin berpisah.” Ucap Joan masih tetap tenang.


“Aku akan mengingat setiap ucapanmu hari ini. Kau wanita jahat. Kau memainkan perasaanku.”ucap Alv dengan


mata berkaca-kaca. Ia mulai terisak. "Aku mencintaimu, Jo. Kenapa kau lakukan ini padaku? Aku ingin kita bersama. Jika Lily menjadi penghalang kita, aku ingin kau menunggu. Aku akan membawa Lily pulang dan kita bisa bersama."


Joan tersenyum. “Aku tidak membutuhkan itu. Aku memang jahat. Lalu bagaimana dengan dirimu sendiri?”


“Aku akan membalasmu dengan kejahatan yang sama. Aku tidak akan bercerai. Aku tidak akan berpisah denganmu. Sekalipun kau ingin pergi menjauh dariku, aku tidak akan peduli. Jika kau tetap menunjuk seorang pengacara untuk berpisah denganku, aku tidak akan membalas dengan menunjuk seorang pengacara lain. Aku tidak akan pernah menandatangani dokumen apapun darimu. Aku akan pergi dari kehidupanmu, tapi sampai kapanpun kau akan tetap menjadi istriku. Tanpa ijin dariku, kau tidak bisa menikah dengan pria manapun. Tidak akan ada yang mencintaimu melebihi cintaku padamu. Tidak akan ada yang menyayangimu melebihi rasa sayangku padamu. Kau ingat itu. Pada akhirnya kau akan kembali ke pelukanku. Dengan cara apapun kau akan kembali! Aku tidak berharap kau akan bahagia tanpa ada aku. Kau ingat itu!” Ucap Alv dengan nada bergetar.  Ia berbalik dan berjalan meninggalkan Joan seorang diri.


Joan menatap nanar kepergian Alv hingga ia keluar dari gerbang rumahnya. Apakah ia harus menyesal melihat kekecewaan di wajah Alv? Ia tidak pernah sekalipun melihat pria menangis kecuali adiknya. Tapi melihat Alv menangis, hatinya sakit. Kedua tangan Joan menutup wajahnya dan ia mulai terisak. Ini lebih baik. Ancaman Alv tidak akan berguna. Siapa yang akan bertahan dengan keadaan seperti ini?

__ADS_1


__ADS_2