Pesona Sang Sutradara

Pesona Sang Sutradara
Spoiler


__ADS_3

*** ini hanya sebuah spoiler cerita selanjutnya karena cerita tentang Dean dan Brittany/Jessy tinggal episode terakhir. Jadi kalo pun gak suka episode ini bisa diabaikan. 🙃🙃***


"Apa? Jangan gila! " seru Lily ketika melihat wanita itu menghampiri mereka. "Jangan jadikan kesedihan kakakku sebagai mainan. Kau harus sadar siapa dirimu! "


Joan berjalan santai menghampiri mereka. "Aku tidak gila. Aku hanya memberikan solusi. Lagipula usiaku sudah cukup untuk menikah. Usia kakakmu denganku hanya terpaut satu tahun. Kami sudah dewasa dan saling membutuhkan pendamping. Jika hari ini ia batal menikah dengan Brittany, ia bisa menikah denganku hari ini juga. Dan yang terpenting. Kakakmu tidak akan menanggung malu. Pergantian pengantin bisa diatasi dalam waktu beberapa minggu saja. Selanjutnya orang-orang akan lupa. Bukankah begitu? " tanya Joan pada Alv yang masih terdiam.


Lily cepat-cepat memegang Alv. "Aku tidak setuju, Alv. Kau bisa mendapatkan seseorang yang lebih dari wanita ini. Ia wanita yang masih berhubungan dengan sutradara itu, bukan! Kau mau bertemu setiap hari dengan pria yang merebut calon istrimu?"


"Aku mendengarnya. Perlu aku jelaskan. Adikku tidak merebut calon istrimu. Ia tidak ada di negara ini. Bagaimana bisa kau menyebutnya dengan kata merebut? " protes Joan.


"Sama saja! Jika adikmu tidak muncul beberapa minggu ini, kakakku pasti menikah dan berbahagia." seru Lily kesal.


"Cukup Lily, apa yang dikatakan Joan benar. Dean tidak merebut Brittany. Brittany yang menginginkan ini." ucap Alv. Ia menatap Joan dari bawah ke atas. Sangat menarik. Kecantikan wanita ini hampir sama dengan kecantikan Brittany. Hanya saja, dari cara berpakaiannya pun, wanita ini bisa menunjukkan kelasnya. Dan tentu saja, satu yang berbeda diantara keduanya. Wanita ini lebih berani dibanding Brittany.


"Kau tidak mau mendengarku? " tanya Lily marah.


Alv menarik lengan Lily sehingga ia menunduk. Alv berbisik. "Bukannya begitu, tapi semua orang sudah menunggu. Aku tidak peduli dengan bagaimana jalannya pernikahan setelah pembatalan ini. Jika aku menikah dengannya, kami bisa saja langsung bercerai beberapa minggu ke depan. Biarkan aku bermain-main sebentar. "


Kedua mata Lily terbelalak. "Kau ingin membalas Brittany dengan menikahi kakak dari mantan suaminya? Lalu bagaimana dengan luka hatimu? Bagaimana bisa kau menata hatimu yang baru hancur? Apakah dengan wanita itu? " bisik Lily terkejut.


"Menurutmu? "


"Sampai kapanpun aku tidak akan setuju jika kau menikahi wanita ini. Aku tidak ingin kau terjerumus pada keluarga itu. Aku tidak akan merestui nya." ucap Lily tegas.


"Biarkan aku bertindak atas nama hati. Kau tidak perlu khawatir. Hatiku telah hancur karena pernikahan ini. Aku tidak akan pernah berubah. Sampai kapanpun aku akan tetap mencintai Brittany. Karena ia yang membuat jantungku berdebar. Bukan wanita ini. " bisik Alv.


Lily menggelengkan kepalanya. Ia melepaskan diri dari Alv dan berdiri tegak. "Kalau begitu, terserah padamu. Aku akan pergi dari sini. Aku muak melihat orang-orang disini. "


Joan mengangkat salah satu alisnya. Ia melirik tajam pada Alv. Kenapa mereka berdua saling berbisik?


"Kenapa kalian saling berbisik? "

__ADS_1


Alv berjalan menghampiri Joan. Ia menatapnya. "Ayo, kita lakukan. Namun ada perjanjian sebelum pernikahan yang harus kita lakukan. "


Joan merasa lega. Bukan saja karena pria didepannya gagal menikah dengan Jessy, tapi sejak awal pria ini yang membuatnya tertarik. Tidak ada alasan untuk mengabaikan hal ini. Dan permintaan gilanya pada pria didepannya untuk menikahinya, tentu saja tidak ada dalam pikirannya sejak awal. Ia refleks mengatakannya.


"Apapun. Katakan perjanjian apa?"


"Aku ingin kau tidak mencampuri urusanku. Aku pun tidak akan mencampuri pekerjaanmu atau urusanmu." ucapnya.


"Hanya itu? " tanya Joan seraya menantang.


"Satu lagi. Aku tidak bersedia tidur satu kamar denganmu. Well, semuanya perlu waktu bukan? Lagipula kau bukan wanita yang ingin ku nikahi sejak awal." jawab Alv cepat.


Joan tersenyum samar. "Aku setuju. Asalkan kau menjadi milikku, aku belum peduli soal itu."


"Kau wanita yang asyik. Aku suka. Ayo kita lakukan." ajak Alv sambil berjalan kedalam gedung. Ia akan mengatakan kepada orang-orang yang sudah menunggunya.


...***...


"Joan pantas mendapatkan Alv. Ia pria yang baik. Ia akan menjaga dan membahagiakannya. Tamu undangan disini tidak ada yang tahu siapa pengantin wanitanya. Kami merahasiakannya. Dokter-dokter disini yang merupakan sahabat Alv tidak ada yang mengetahuinya. " ucap Brittany ketika mereka menatap prosesi pernikahan itu dengan lancar.


"Sebenarnya aku kurang setuju melihat Joan menikah sekarang. Itu terlalu terburu-buru. Entah apa yang dipikirkannya. Ia datang padaku beberapa menit yang lalu dan mengatakan akan menikah hari ini juga dengan pengantin pria yang akan menikah hari ini. Aku belum siap kehilangan bayi perempuan ku untuk diberikan kepada pria asing. Namun Joan sulit dibantah. " ucap Lee


Brittany menoleh pada Lee. "Ia bukan pria asing, dad. Ia pria yang baik. "


Lee mengangguk. "Ya, aku harap memang seperti itu. Jika ia menyakiti anakku, aku tidak segan-segan untuk mencekiknya." ucapnya tegas.


"Aku merasa tidak enak melihat tatapan tajam dari Lily Aysun. Ia pasti marah sekali padaku karena mempermainkan kakaknya. Aku harap Joan baik-baik saja." ucap Brittany pelan.


Anastasia menoleh pada Brittany. "Apa maksudmu? Kau tadi berkata jika Alv adalah pria baik."


"Alv memang baik. Hanya saja karena pernikahan mereka begitu mendadak, aku jadi takut pada Lily." jawab Brittany.

__ADS_1


Brittany merapikan pakaiannya. Ia tidak bisa terlalu lama tinggal di tempat ini. Ia berencana memulai mencari Dean. Sejak tadi ia tidak melihat Lana. Hanya ia yang tahu dimana Dean berada. Ia berjalan keluar dari gedung itu. Namun baru saja ia melangkah keluar dari pintu, ia melihat Jose sedang berjalan ke arahnya.


Brittany mengerutkan dahinya. Tunggu.. Jose datang bersama seseorang. Ia menyipitkan matanya. Pria itu kini tersenyum padanya. Jose datang bersama seorang wanita muda. Ia membelalakkan matanya ketika melihat kondisi wanita itu.


"Jose! " seru Brittany senang. Ia berjalan cepat untuk sampai ke pria itu. Ketika mereka sudah dekat, Brittany menghambur ke dalam pelukannya. Sudah lama sekali mereka tidak bertemu.


"Kemana gaun pengantin mu?" tanya Jose bingung.


"Kami membatalkan pernikahan itu." jawab Brittany tenang.


"Batal? " tanya Jose shock.


Brittany mengangguk. "Aku bisa menceritakannya nanti." Ia kemudian melihat wanita muda itu. "Ini siapa? "


Jose tersenyum. "Karena kesibukanmu, aku tidak mengabari mu jika aku sudah menikah" ucapnya sambil memperlihatkan sebuah cincin di jari manis Jose.


Brittany terbelalak. "Menikah? Kenapa tidak mengundangku? Lalu bagaimana dengan Lily? "


"Ia tahu dan tidak peduli. Ia bahkan terus menghubungiku. Ia menutup mata ketika mengetahui aku telah menikah. " jawab Jose.


Brittany terdiam. Ia kemudian melihat wanita mungil di samping Jose. "Apakah ia sedang hamil? "


"Ya.. Kami sedang menunggu. Ini adalah kehamilannya yang memasuki bulan ke empat."


"Aku senang mendengarnya." jawab Brittany.


Tiba-tiba mata Brittany menemukan sosok Lana yang berada didalam mobilnya. Ia menatap Jose cepat. "Jose, aku minta maaf karena harus meninggalkanmu. Lily sudah pergi. Tapi didalam ada kedua orang tuaku. Mereka pasti terkejut melihat kau datang dengan istrimu. Aku harus pergi sekarang." ucapnya sambil berlari menghampiri mobil Lana.


"Aku tidak bisa menghubungi Dean." ucap Lana kembali ketika Brittany ada didalam mobilnya. Berulang kali ia katakan hal yang sama pada Brittany.


"Tolong katakan apapun yang kau tahu tentang keberadaannya."

__ADS_1


"Aku tidak tahu dengan pasti tempat itu. Hanya saja yang aku dengar dari Dean, ia berada di sebuah tempat dimana terdapat perkebunan anggur. Ia memang terbiasa pergi ke tempat itu jika sedang memiliki banyak waktu luang."


Brittany bertepuk tangan. "Aku tahu dimana itu! " serunya senang.


__ADS_2