Pesona Sang Sutradara

Pesona Sang Sutradara
Family dinner


__ADS_3

“Aku ingin kau tinggal denganku. Aku telah menyiapkan semuanya.” Bisikan Joan tepat di telinga Alv yang masih tertidur pagi itu.


“Hmm.. “


Joan mengangkat kepalanya. Ia kembali berbisik. “Aku sudah menyiapkan semuanya, Alv. Aku ingin kau tinggal denganku. Aku tahu semua ini akan tiba.”


Alv membuka kedua matanya dan menatapnya tajam. “Aku ingin kau yang tinggal denganku. Disini. “


“Bagaimana jika kita tinggal bergantian? Di rumahku satu minggu, kemudian di apartemenmu satu minggu? “ Tanya Joan bersemangat. Ia duduk dengan menyilangkan kedua kakinya.


Alv duduk didepannya. “Aku akan bertanggungjawab dengan membelikanmu sebuah rumah. Atau, kita cari apartemen yang dapat menyesuaikan kebutuhanmu. Apartemen ini terlalu kecil untuk kita berdua. “


“Tidak seperti itu. Tanggung jawabmu hanya satu. Kau harus mencintaiku dengan tulus, Alv. Aku belum pernah patah hati sebelumnya. Jadi aku harap kau tidak membuatku patah hati. “


“Tetap tidak bisa. Aku akan mencari sebuah apartemen. Kapan kau libur bekerja? “ ucap Alv sambil menggelengkan kepalanya.


“Sebenarnya bukan itu yang utama. Yang harus kita lakukan saat ini adalah bertemu dengan keluargaku. Kau tidak punya perasaan pada adikku lagi, bukan? “ selidik Joan.


“Brittany? Rasanya tidak mungkin. Karena, dalam pikiranku saat ini hanya seorang Joan Lee. Aku tidak mungkin membagi hatiku untuk dua wanita. “


Joan tersenyum senang. Jadi beginilah namanya jatuh cinta. Hatinya selalu berbunga-bunga. Setiap saat. Ia menatap pria didepannya dengan tulus. Ia melihat tangan Alv menggapai tangannya dan meremasnya.


“Aku mencintaimu, tetaplah disisiku walaupun aku tidak tahu apa yang akan terjadi didepan.” Ucap Alv.


Joan menghambur dalam pelukannya. “I will, Alv.. “ ucapnya sambil mempererat pelukannya.


...***...


“Kau yakin akan baik-baik saja? “


Alv menatap Joan dengan gugup. Pertama kali dalam hidupnya ia harus menginjakkan kakinya di rumah orang tua Joan. Dengan kata lain ia akan bertemu dengan Brittany dan suaminya. Wajahnya mungkin terlihat tegang. Tapi dalam hatinya pun ia sangat antusias. Sempat ia berfikir, bagaimana ia bisa memulainya? Menjalani hubungan dengan Joan secara nyata dan harus terlibat dalam pertemuan keluarga. Awalnya hatinya bergejolak. Rasa egoisnya muncul. Walaupun ia sudah memantapkan hatinya hanya pada Joan Lee, namun masih ada sedikit perasaan jika ia masih menolak untuk bertemu dengan Brittany dan suaminya.


“Alv.. “ panggil Joan kembali. Ia menarik lengan Alv dan menggoyangkan nya. “Kita bisa pulang kalau kau tidak baik-baik saja. “


Alv menoleh pada Joan dan merangkulkan tangannya pada pundak Joan. “Tidak mungkin aku tidak baik-baik saja, sayang. Aku harus bertemu dengan pria luar biasa yang telah menjaga putrinya yang cantik ini hingga ia bisa menikah denganku.” Ucapnya memaksakan diri.


Joan tersenyum. “Jika ada yang mengganjal hatimu, kau bisa memberitahuku. “ ucapnya menenangkan.


“Tidak ada. Apakah aku terdengar gugup? “ tanya Alv pelan.


“Ya, terlihat sekali. “ jawab Joan cemas.


“Jangan kau pikirkan. Aku akan baik-baik saja. Namun harus aku akui, pertemuan saat ini seperti ketika aku sedang melakukan operasi pengangkatan lemak. “ canda Alv membuat Joan tertawa tak tertahankan.


“Kenapa kau menyamakan pertemuan ini dengan operasi pengangkatan lemak? “


“Karena aku tidak yakin berapa persen keberhasilannya. “jawab Alv tenang. Candaan ini membuat hatinya sedikit tenang.


“Aku yakin dad akan menerimamu dengan tulus.” Jawab Joan.


“Pasti. Aku yakin dengan itu. “


Gerbang rumah terbuka. Alv membawa mobil Joan masuk kedalam. Sesaat ia terpesona dengan keindahan rumah ini. Sebuah hunian nyaman ditengah kota.

__ADS_1


“Aku senang sekali. Akhirnya aku kembali. “ ucap Joan senang. Ketika mobil berhenti, ia langsung keluar tanpa menunggu Alv membukakan pintu. Wajar saja, mereka sedang berkunjung ke rumahnya. Betapa antusiasnya Joan yang tiba dengan pasangan pertamanya. Jika bisa, ia ingin menunjukkan pada dunia jika ia bisa mendapatkan pria yang mencintainya.


Alv keluar dari mobil dan melihat kondisi rumah didepannya dengan takjub. Terdengar suara pintu terbuka. Ia melihatnya. Seorang wanita cantik yang usianya sudah tidak muda lagi keluar untuk menyambut kedatangan mereka. Alv pernah bertemu dengannya di acara pesta itu. Lalu ia yakin saat ini jika wanita itu adalah ibu tiri Joan. Ia terlihat sangat ramah. Sudah lama sekali ia tidak melihat sosok seorang ibu. Dan wanita ini sangat keibuan sekali. Ia kini tengah memeluk Joan. Kedekatan mereka membuat dirinya menggelengkan kepala. Bahkan ia saja tidak bisa dekat dengan ibu tirinya saat itu. Ia ingat sebelum ayah dan ibu tirinya terlibat kecelakaan, ibu tirinya itu memarahinya karena ia mengabaikan Lily yang saat itu masih kecil. Padahal saat itu ka bukan mengabaikan Lily, tapi karena ka tengah ujian, ia tidak bisa terus berada disamping Lily setiap saat.


Anastasia menghampiri Alv.


“Sepertinya kita belum berkenalan. Halo.. aku anastasia, aku ibunya Joan. “ ucapnya ramah.


Panggilan Anastasia membuyarkan ingatannya dimasa lalu. Ia menatap wanita disampingnya dan tersenyum. “Senang bertemu denganmu kembali. Ini pertama kalinya kita bertemu setelah pernikahan itu. “


“Kau benar. Bagaimana kabarmu? “


“Aku baik-baik saja. Maafkan atas sikapku sebelumnya.” Ucap Alv tulus.


“Semuanya butuh proses. Jangan khawatir. Yang terpenting kalian berdua bahagia sekarang. Oh ya, kami sudah menyiapkan makan malam terbaik hari ini. Ayo masuk! “ ajak Anastasia.


Alv menatap Joan dan mengangkat tangannya. Mereka berdua masuk kedalam rumah sambil berpegangan tangan. Baru masuk kedalam ruang depan saja, suara tawa Brittany sudah terdengar olehnya. Ia menoleh pada Joan. Ia terlihat tenang.


“Mom.. apakah dad tidak ada acara hari ini? “


“Karena ia tahu anak perempuannya akan datang, ia tidak pergi kemanapun hari ini.”


“Benarkah? “ tanya Joan sambil tersenyum senang.


Mereka bertiga memasuki ruang keluarga dimana ketiganya berada. Lee duduk di sofa dekat perapian


Sedangkan Brittany dan Dean duduk di sofa besar.


“Aku pikir kalian berdua tidak datang. “ ucap Lee.


Alv mengikuti Joan. Ia menghampiri Lee terlebih dahulu. Tatapan ayahnya Joan benar-benar menakutkan. Ia menatapnya tajam seakan ia adalah seorang penjahat yang penuh dengan dosa. Mungkin baginya ia adalah seorang pria yang menyakiti anaknya. Itulah yang ia pikirkan sekarang. Ia kini berada tepat dibelakang Joan.


“Dad tidak akan menggigit mu, Alv.. “ goda Jessy.


Alv menatap Jessy dan tersenyum kaku.


“Kau ingin berurusan denganku? Kau datang untuk menyakiti anakku? “ tanya Lee tegas.


Alv mengangkat kedua tangannya. “Tidak mungkin. Aku tidak pernah menyakiti wanita!” seru Alv.


Lee tersenyum. “Aku hanya bercanda. Aku mendengar semua cerita dari Joan. Kau tahu bukan jika aku dan Joan sangat dekat.”


“Aku tahu. Joan sering membicarakan mu. Untuk itu aku sadar jika kedekatan kalian tidak biasa.” Jawab Alv.


“Aku hanya meminta padamu untuk membahagiakan putriku. Aku tidak ingin ia terluka. Kau tahu konsekuensi apa jika kau menyakitinya?”


“Aku tidak berani melakukannya, dad.”


Selama jamuan makan malam, tak henti Alv memanjakan Joan. Mereka tidak peduli dengan tatapan orang-orang didepannya. Ketika kedua manusia telah ditakdirkan bersatu, hal lain sudah tidak dianggap lagi. Apa yang Alv lakukan saat ini, ia hanya mengikuti kata hatinya. Ia mencintai Joan apa adanya.


Tak lama kemudian, Alv diam di sebuah kursi taman seorang diri. Beberapa waktu lalu setelah menyelesaikan makan malam, Lee dan Anastasia pergi beristirahat. Sedangkan Joan dan Dean pergi entah kemana. Dan Brittany, ia pergi ke kamarnya.


Satu kalimat yang dapat menggambarkan keluarga ini. Sangat menyenangkan bisa bergabung dengan keluarga ini. Walaupun keberadaanya di keluarga ini masih baru, tapi sambutan keluarga Joan diluar dugaan. Dan pria itu, ternyata ia tidak seburuk yang ia pikirkan. Dean terlihat sangat mencintai Brittany. Terlihat dari semua gesture yang tampak alami.

__ADS_1


“Alv.. “ panggil seseorang.


Alv menoleh ke asal suara yang memanggilnya. Brittany ada disana. Ada perubahan di wajahnya. Ia bisa mengetahuinya karena ia telah menjaganya selama tiga tahun.


“Bagaimana kabarmu? “ tanya Alv.


Brittany duduk disampingnya. “Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja. “


“Menurutku tidak. Kau terlihat pucat. “


“Betulkah? Memang akhir-akhir ini aku sering tidak enak badan. “ jawab Brittany malu.


Alv menatap Brittany lama. “Kapan kau terakhir menstruasi? “


Brittany terkejut dengan pertanyaan Alv. “Apakah kau berfikir aku sedang hamil? “


Alv mengangguk. “Lebih baik kau segera memeriksakannya ke dokter. Ada sedikit perubahan di tubuhmu. Aku bisa melihatnya hanya walau satu detik."


Brittany memegang perutnya. “Bagaimana jika aku hamil?”


“Tentu saja suamimu akan senang. “


Brittany menggelengkan kepalanya. “Tidak, bukan itu. Kontrak yang sudah aku tandatangani. Bagaimana aku menghadapinya? “


“Aku sudah mengurusnya. “ ucap Dean.


Brittany dan Alv menoleh ke belakang. Dean dan Joan ada dibelakang mereka.


“Melihat perubahan mu, aku pun merasa kau sedang hamil. Tapi tetap saja dugaanku bisa salah. Aku menemui pemilik produk yang tengah kau promosikan. Aku mengatakan semuanya. Tentang pernikahan kita. Beruntung sekali kau malah didapuk sebagai model untuk produk maternity perusahaan mereka. Jadi kau tidak dikenai denda atau sanksi yang dapat memberatkanmu.”


Brittany tak henti mengucapkan kebahagiaanya. Ia memeluk Dean dengan cepat.


“Ayo kita masuk. Sudah larut. Besok kita harus memeriksakan perutmu. “ ajak Dean. Brittany hanya mengangguk.


Alv menatapnya sambil tersenyum.


“Sedih dengan kebahagiaan mereka? “ tanya Joan dengan hati-hati.


“Aku bahagia karena mereka bahagia. Aku sedih karena kita belum sampai seperti mereka.”jawab Alv sambil menoleh pada Joan.


Alv menggenggam tangan Joan dengan erat.


“Kita pulang sekarang? “ ajak Joan.


Alv melepaskan genggaman tangannya. “Biarkan aku menciummu sebentar. “godanya.


Joan tersipu malu.


“Kau masih malu-malu padahal kita sudah tidur bersama.. “ Goda Alv kembali.


“Alv... “ seru Joan sambil mengipasi wajahnya.


“Baiklah.. “ ucap Alv sambil menundukkan wajahnya. Ia mencium bibir Joan dengan cepat. “Ayo kita pulang.. “ ucapnya sambil berdiri.

__ADS_1


__ADS_2