Pesona Sang Sutradara

Pesona Sang Sutradara
Suck


__ADS_3

Baru beberapa hari pindah ke rumahnya, Joan merasa ia telah meninggalkan rumah ini begitu lama. Dari halaman saja, ia bisa mencium bau masakan yang telah dibuat oleh Anastasia. Ketika ia membuka pintu, terdengar suara tawa dari halaman belakang. Ia setengah berlari untuk bertemu dengan semuanya. Maklum saja suasana hatinya sedang baik sejak semalam. Ia melihat ketiganya tengah berbincang. Dean, jessy dan ayahnya. Anastasia? Jangan ditanya. Ia pasti sedang bertanggungjawab di dapur untuk membuat makanan enak untuk semuanya. Joan mencium pipi Jessy dan Dean bergantian. Ia kemudian memeluk ayahnya.


“Terimakasih untuk hadiahnya semalam.” Bisik Joan.


Lee membalas pelukan Joan. “Kau suka? Siapa


nama anjing kecilmu?”


“Grey. Karena warna nya berwarna abu. Jadi aku


menamainya grey. Aku menyukainya dad. Ia bisa menjadi temanku ketika dirumah.” Jawab Joan senang. Ia kemudian berjalan menghampiri dapur. Ia tidak ingin menanyakan kabar terbaru dari Dean dan Jessy, karena melihat mereka saja sudah membuatnya sedikit iri.


Meja makan rumah ayahnya telah tersedia


berbagai jenis makanan. Ia melihatnya dengan berkeliling meja. Semuanya tampak enak. Ia bisa melihat pula makanan kesukaannya.


“Aku tahu kau tidak akan mengecewakan ayahmu.” Ucap Anastasia sambil membawa nampan berisi sendok makan dan beberapa piring yang akan mereka gunakan.


“Kau tahu sendiri bagaimana dad jika aku tidak mengikuti ucapannya.”seloroh Joan.


Anastasia hanya tersenyum. Begitulah Lee, ia


terlalu menyayangi kedua anaknya. Hanya saja jika pada Joan, ia terlalu protect. Mungkin karena ia seorang wanita.


Joan kembali menghampiri ayahnya dan duduk


didepan Dean. Ia menyipitkan matanya. Dean terlihat duduk sambil menempel pada Jessy. Dan tangannya sangat terlihat jelas. Keterlaluan, umpatnya. Ia tidak memikirkan perasaan orang-orang didepannya. Termasuk dirinya. Ia menatap Dean dan kembali menyipitkan matanya.


“Apakah kau tidak pernah belajar tata krama didepan orang yang lebih tua?” Tanya Joan tajam.


Lee menoleh pada Joan. “Ada apa, sayang?”Tanya nya bingung. Ia kemudian menatap Dean yang terlihat sedang terkekeh.


Joan tidak melepaskan tatapannya pada Dean. “Lihat dad, didepan orang yang lebih tua ia berani bermesraan seperti itu.”


Jessy terkejut dan menggeser duduknya. Ia mendorong tubuh Dean untuk sedikit menjauh. Ia memang tidak menyadari sejak tadi Dean

__ADS_1


terus menyentuh pahanya.


Dean mengangkat kedua tangannya. “Aku tidak


melakukan apapun!” serunya.


“Dad!” seru Joan tidak mau kalah. Ia berusaha


mencari teman untuk memarahi Dean.


“Sudah cukup, sayang. Dean melakukannya


karena Jessy adalah istrinya. Kau tidak perlu terkejut seperti itu. Kau sedikit berlebihan.” Jawab Lee tenang.


Dean tertawa terbahak-bahak melihat Joan


terdiam kaku. Ayahnya lebih memihak padanya. Ia memeluk Jessy dan mencium kepalanya. Kemudian ia menatap Joan sambil tersenyum.


“Tidak tahu malu..” jawab Joan dengan nada


ketus. Ia berpangku tangan sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Ia kemudian menatap Jessy. “Bagaimana kondisimu?”


“Aku harap Jessy segera hamil. Pengobatan


kemarin cukup menyita waktu kami. Kami harus kehilangan waktu untuk berbulan madu. Oh, aku pikir ada yang belum pergi berbulan madu. Tunggu, berapa bulan kalian menundanya?”goda Dean.


“Dean, cukup!” ucap Jessy marah. “Kau


keterlaluan!”


Joan menunduk karena matanya sudah mulai


berkaca-kaca.


“Sampai kapan kalian akan terus berbincang

__ADS_1


disini? Makanan telah siap. Ayo kita makan..” ucap Anastasia yang tiba masih dengan celemek menempel ditubuhnya.


Lee dan Jessy pergi mengikuti Anastasia


dengan segera. Sedangkan Dean masih menunggu Joan untuk bangun. Ia menghampirinya.


“Maafkan aku. Ternyata menyakitkan menikah


dengan pria yang tidak kau cintai. Maafkan aku karena kau harus terlibat dalam situasi ini. Aku akan bertanggungjawab.”ucap Dean serius. Ia terlihat berbeda dengan Dean yang tadi menggodanya. Joan tahu Dean tidak bersungguh-sungguh


mengatakannya. Bagaimanapun orang yang digodanya adalah kakaknya sendiri.


Joan mengangkat kepalanya. “Untuk apa kau


bertanggungjawab? Kau terlalu serius..” ucap Joan sambil tertawa. Ia bangun dan memukul pundak Dean. “Ternyata kau masih bisa aku bohongi.”


Joan pun berjalan meninggalkan Dean yang


masih terbingung-bingung melihat perubahan yang sangat cepat itu. Sejak kapan


Joan bisa mulai berakting?


“Gaun untukmu sudah aku siapkan di mobil. Dan


beruntung, aku bisa ikut ke acara itu karena fashion promo dilakukan sehari setelah acara itu.”ucap Joan saat mereka mulai makan.


“Aku senang kau bisa ikut. Pakai gaun yang


mengekspos tubuhmu agar suamimu menyesal” goda Dean.


“Tidak ada penyesalan. Kau salah. Aku akan


bertemu dengannya secepatnya.” Jawab Joan.


“Apakah dad bisa ikut?” Tanya Lee.

__ADS_1


Joan menggelengkan kepalanya dengan cepat.


°••°


__ADS_2