
Baru beberapa hari pindah ke rumahnya, Joan merasa ia telah meninggalkan rumah ini begitu lama. Dari halaman saja, ia bisa mencium bau masakan yang telah dibuat oleh Anastasia. Ketika ia membuka pintu, terdengar suara tawa dari halaman belakang. Ia setengah berlari untuk bertemu dengan semuanya. Maklum saja suasana hatinya sedang baik sejak semalam. Ia melihat ketiganya tengah berbincang. Dean, jessy dan ayahnya. Anastasia? Jangan ditanya. Ia pasti sedang bertanggungjawab di dapur untuk membuat makanan enak untuk semuanya. Joan mencium pipi Jessy dan Dean bergantian. Ia kemudian memeluk ayahnya.
“Terimakasih untuk hadiahnya semalam.” Bisik Joan.
Lee membalas pelukan Joan. “Kau suka? Siapa
nama anjing kecilmu?”
“Grey. Karena warna nya berwarna abu. Jadi aku
menamainya grey. Aku menyukainya dad. Ia bisa menjadi temanku ketika dirumah.” Jawab Joan senang. Ia kemudian berjalan menghampiri dapur. Ia tidak ingin menanyakan kabar terbaru dari Dean dan Jessy, karena melihat mereka saja sudah membuatnya sedikit iri.
Meja makan rumah ayahnya telah tersedia
berbagai jenis makanan. Ia melihatnya dengan berkeliling meja. Semuanya tampak enak. Ia bisa melihat pula makanan kesukaannya.
“Aku tahu kau tidak akan mengecewakan ayahmu.” Ucap Anastasia sambil membawa nampan berisi sendok makan dan beberapa piring yang akan mereka gunakan.
“Kau tahu sendiri bagaimana dad jika aku tidak mengikuti ucapannya.”seloroh Joan.
Anastasia hanya tersenyum. Begitulah Lee, ia
terlalu menyayangi kedua anaknya. Hanya saja jika pada Joan, ia terlalu protect. Mungkin karena ia seorang wanita.
Joan kembali menghampiri ayahnya dan duduk
didepan Dean. Ia menyipitkan matanya. Dean terlihat duduk sambil menempel pada Jessy. Dan tangannya sangat terlihat jelas. Keterlaluan, umpatnya. Ia tidak memikirkan perasaan orang-orang didepannya. Termasuk dirinya. Ia menatap Dean dan kembali menyipitkan matanya.
“Apakah kau tidak pernah belajar tata krama didepan orang yang lebih tua?” Tanya Joan tajam.
Lee menoleh pada Joan. “Ada apa, sayang?”Tanya nya bingung. Ia kemudian menatap Dean yang terlihat sedang terkekeh.
Joan tidak melepaskan tatapannya pada Dean. “Lihat dad, didepan orang yang lebih tua ia berani bermesraan seperti itu.”
Jessy terkejut dan menggeser duduknya. Ia mendorong tubuh Dean untuk sedikit menjauh. Ia memang tidak menyadari sejak tadi Dean
__ADS_1
terus menyentuh pahanya.
Dean mengangkat kedua tangannya. “Aku tidak
melakukan apapun!” serunya.
“Dad!” seru Joan tidak mau kalah. Ia berusaha
mencari teman untuk memarahi Dean.
“Sudah cukup, sayang. Dean melakukannya
karena Jessy adalah istrinya. Kau tidak perlu terkejut seperti itu. Kau sedikit berlebihan.” Jawab Lee tenang.
Dean tertawa terbahak-bahak melihat Joan
terdiam kaku. Ayahnya lebih memihak padanya. Ia memeluk Jessy dan mencium kepalanya. Kemudian ia menatap Joan sambil tersenyum.
“Tidak tahu malu..” jawab Joan dengan nada
ketus. Ia berpangku tangan sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Ia kemudian menatap Jessy. “Bagaimana kondisimu?”
“Aku harap Jessy segera hamil. Pengobatan
kemarin cukup menyita waktu kami. Kami harus kehilangan waktu untuk berbulan madu. Oh, aku pikir ada yang belum pergi berbulan madu. Tunggu, berapa bulan kalian menundanya?”goda Dean.
“Dean, cukup!” ucap Jessy marah. “Kau
keterlaluan!”
Joan menunduk karena matanya sudah mulai
berkaca-kaca.
“Sampai kapan kalian akan terus berbincang
__ADS_1
disini? Makanan telah siap. Ayo kita makan..” ucap Anastasia yang tiba masih dengan celemek menempel ditubuhnya.
Lee dan Jessy pergi mengikuti Anastasia
dengan segera. Sedangkan Dean masih menunggu Joan untuk bangun. Ia menghampirinya.
“Maafkan aku. Ternyata menyakitkan menikah
dengan pria yang tidak kau cintai. Maafkan aku karena kau harus terlibat dalam situasi ini. Aku akan bertanggungjawab.”ucap Dean serius. Ia terlihat berbeda dengan Dean yang tadi menggodanya. Joan tahu Dean tidak bersungguh-sungguh
mengatakannya. Bagaimanapun orang yang digodanya adalah kakaknya sendiri.
Joan mengangkat kepalanya. “Untuk apa kau
bertanggungjawab? Kau terlalu serius..” ucap Joan sambil tertawa. Ia bangun dan memukul pundak Dean. “Ternyata kau masih bisa aku bohongi.”
Joan pun berjalan meninggalkan Dean yang
masih terbingung-bingung melihat perubahan yang sangat cepat itu. Sejak kapan
Joan bisa mulai berakting?
“Gaun untukmu sudah aku siapkan di mobil. Dan
beruntung, aku bisa ikut ke acara itu karena fashion promo dilakukan sehari setelah acara itu.”ucap Joan saat mereka mulai makan.
“Aku senang kau bisa ikut. Pakai gaun yang
mengekspos tubuhmu agar suamimu menyesal” goda Dean.
“Tidak ada penyesalan. Kau salah. Aku akan
bertemu dengannya secepatnya.” Jawab Joan.
“Apakah dad bisa ikut?” Tanya Lee.
__ADS_1
Joan menggelengkan kepalanya dengan cepat.
°••°