
Makan malam itu tidak sama seperti makan malam di rumah. Alv memikirkan Joan. Ia tahu ada yang disembunyikan. Apakah Lily berbuat sesuatu padanya? Joan bukanlah wanita manja yang dengan lugas mengatakan kerinduannya pada seseorang. Joan bukan wanita seperti itu. Sesampainya di kamar hotel, ia langsung menghubungi seseorang.
“Aku merindukanmu, Alv..” seru wanita itu.
“Apakah kau bertemu dengan Joan hari ini? Jujur padaku?” tanya Alv tegas.
“Tidak sama sekali. Aku tidak kemana-mana hari ini. Aku seharian berada di apartemen.” Jawab Lily tenang.
“Aku harus mengancam mu, Lily. Kau adikku atau bukan, jika kau menyakiti Joan sedikit saja, aku akan membuat perhitungan denganmu. Kau dengar itu?” ucap Alv dengan nada marah.
“Kenapa Joan terus yang harus kau bela. Aku adikmu, entah kau suka atau tidak. Ibuku menitipkan aku padamu. Kau harus ingat itu juga, Alv. Apapun yang aku lakukan demi kebahagiaanmu. Wanita itu bukan jodohmu. Selama ini kau memiliki kekasih yang cantik-cantik. Tapi kenapa kau memilih wanita yang buruk? Lagipula, apa kau melupakan misi mu untuk membalas dendam? Kau sudah disakiti Alv. Lihatlah keluarga itu! Aku ingin kau sadar siapa dirimu sebenarnya”
Alv tertawa ringan. “Aku bersyukur karena telah disakiti oleh Brittany Jonas.”
“Mengapa kau katakan seperti itu?” seru Lily.
“Karena jika aku tidak disakiti olehnya, aku tidak akan bertemu dengan Joan. Aku juga menyadari jika cintaku pada Brittany tidak sebesar cintaku pada Joan. Jadi, jika kau menyakitinya, kau hanya akan berurusan denganku.” Ucap Alv sambil menutup teleponnya.
__ADS_1
Lily hanya menatap ponselnya sambil tersenyum.
Maafkan aku kakakku, oh.. sepertinya kau bukan kakakku ya Alv. Tapi siapapun dirimu, aku hanya ingin melindungi mu. Aku menyadari satu hal ketika aku baru saja tiba disini. Aku ingin kebahagiaan darimu, Alv. Aku datang kesini karena kau bisa menuruti apapun yang aku mau. Jika kau memintaku untuk tidak menyakiti wanita j****g itu, maafkan aku, tapi sepertinya mimpi buruk istrimu akan segera dimulai. Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi esok atau keesokan harinya, ataupun keesokan harinya lagi ketika video tadi siang beredar. Apakah hal itu akan mempengaruhi istrimu? Atau keluarga istrimu? Atau bahkan seorang Brittany Jonas yang jelas-jelas sudah menyakitimu?
“Alv!” teriak seseorang dengan nada panik.
Alv yang saat itu sedang kuliah disalah satu universitas di Istanbul terkejut dengan teriakan salah seorang temannya. “Ada apa?”
“Aku mendapatkan kabar adikmu masuk rumah sakit karena terjatuh dari lantai dua di sekolahnya.”
Ia memasuki ruangan dimana Lily dirawat. Ia melihat dari luar karena kondisi Lily yang saat itu tidak boleh didekati. Ia belum sadarkan diri. Alv menyimpan kedua tangannya di kaca. Ia menatap wajah penuh luka itu dengan nanar. “Jika aku sudah menjadi dokter, aku tidak akan membiarkan kau kesakitan seperti itu, Lily. Aku akan menyembuhkan mu.”
...***...
Dean cemas sekali hari ini. Ini adalah film televisi pertamanya. Ia melihat dengan seksama berbagai editan yang dilakukan oleh salah satu editornya.
"Jangan lupa label sponsor dimasukkan di setiap episode. Kita tidak akan tahu bagaimana reaksi penonton."
__ADS_1
"Selama aktor, sutradara dan beberapa pihak tidak melakukan skandal seperti yang sudah-sudah kau lakukan, aku yakin akan baik-baik saja." ujar Jefry yang ikut masuk kedalam ruang editor.
Dean berbalik. "Bukankah film-film yang sudah aku buat semakin terkenal dengan adanya skandal ?"
"Itu karena kau tampan dan belum beristri. Kau masih single saat itu. Banyak yang hanya menggelengkan kepalanya ketika tahu kau melakukan berbagai skandal lagi. Karena saat itu tidak banyak yang tersakiti, jadi tidak masalah. Sekarang kau memiliki istri. Akan berbeda hasilnya."
Dean tertawa ringan. "Ternyata kau mengikuti skandal percintaan ku selama ini. Menurutmu, jika skandalku kembali muncul, apa yang akan terjadi saat ini?"
"Ada kemungkinan produksi kita terhambat."
Dean menghela nafas. "Aku yakin akan baik-baik saja. Siapa lagi yang menginginkan skandal tentangku? Lagipula aku sudah memiliki seorang istri. Kehidupanku sudah membaik. Sekarang kita tinggal menunggu. Malam ini kita produksi hingga selesai. Lusa kita bisa melihat penayangannya di televisi langsung. Aku tidak mengharapkan rating tinggi di episode pertama ku."
"Jangan salah. Film televisi ini sudah ditunggu. Selama ini penonton bosan karena berbagai televisi hanya menyiarkan opera sabun, acara musik dan drama percintaan."
Dean tersenyum. "Jessy pasti akan senang sekali mendengarnya. Aku pikir rating 5 cukup di episode pertama."
Jefry tertawa. "Itu tinggi, Dean.."
__ADS_1