Pesona Sang Sutradara

Pesona Sang Sutradara
New Face


__ADS_3

Alv tengah mempersiapkan proses operasi pada Brittany yang akan ia dilakukan esok. Semua data Brittany telah masuk sejak beberapa hari yang lalu untuk diobservasi. Kini ia tengah memegang map berisi data kesehatan Brittany. Ia harus mengeceknya kembali untuk terakhir kalinya.


Sejak ia pulang dari Austria dua bulan yang lalu, ia langsung membuat jadwal agar semuanya berjalan lancar. Ia sengaja membuat tim sehingga beberapa perawat penasaran, siapa pasien yang di spesialkan oleh Dokter Albertico Alv? Namun proses itu tidak semudah yang ia kira. Ketika semua timnya sudah siap, beberapa kali Brittany mengundur waktu operasinya tanpa alasan yang jelas. Ia jelas


tahu ada sesuatu yang disembunyikan. Namun ia tidak berani masuk lebih dalam pada permasalahan wanita itu. Ia hanya akan menunggu hingga ia siap.


Dan kemudian beberapa hari yang lalu, ia dihubungi seseorang ketika ia baru saja selesai melakukan op kecil. Brittany menghubunginya secara langsung. Kali ini wanita itu telah siap. Ia sangat senang sekali saat Brittany mengatakan kesiapannya dengan rasa percaya diri. Sebagai dokter ia pernah mengatakan padanya jika proses pemulihan setelah operasi itu memakan waktu hampir empat bulan. Brittany harus siap dengan waktu selama itu selama pemulihan. Dan berulang kali pun jawaban Brittany tetap sama. Ia mengatakan telah siap dengan semua resikonya.


Terkadang ia merasa takjub karena wanita yang akan menjalani proses operasi olehnya itu adalah seorang selebriti dunia. Beberapa berita yang sempat ia baca membuat dirinya kesal. Wanita secantik Jessy Julian telah dikhianati oleh orang-orang terdekatnya. Kini ia dalam penangannya. Ia tidak pernah menyangka akan menjadi salah satu tokoh yang berkontribusi pada perubahan seorang Jessy Julian kelak.


Ia kemudian menatap kembali foto seorang Jessy Julian di laptop miliknya. Wajah cantiknya sering sekali muncul di berita televisi maupun media lainnya. Ketika memulai pencarian di situs internet, wajahnya muncul dengan segala berita yang ada. Saat bersanding dengan suaminya pun , Jessy Julian adalah wanita yang dapat menempatkan diri dalam segala hal. Ia telah belajar tentang itu. Ketika hari itu ia mengatakan ingin mengubah setengah wajahnya agar tidak terlalu dikenali, sebenarnya itu adalah pekerjaan mudah baginya. Hanya saja ia terganggu dengan alasan dibalik perubahan itu. Ia tidak menyetujui pembalasan dendam apapun caranya.


Sebagai seorang pria, ia dapat mengatakan jika Dean adalah seorang pria tampan. Namun skandal buruk terus menghantuinya. Mungkin itulah yang mengakibatkan Brittany sakit dan pergi dari kehidupannya. Ia tidak menyalahkan pria itu seratus persen. Tekanan menjadi seorang selebriti dari orang-orang dibelakangnya ia yakin menjadi perubahan sikap Dean. Ia memang tidak mengenalnya, namun dari setiap cerita yang mengalir dari mulut Brittany, ia bisa menilai cerita mereka seperti apa.


"Apakah kau sudah siap?" tanya Alv ketika ia dan beberapa perawat mendorong dipan keesokan harinya. Ia menatap Brittany. Wanita itu hanya mengangguk dan pasrah.


Tangan Brittany masih dipegang erat oleh Isabel. Ia menatapnya.


"Mama akan ada disini. Mama akan menunggumu." ucapnya gugup.


Brittany hanya tersenyum. Perlahan genggaman tangannya terlepas. Ia masuk kedalam sebuah ruangan. Ia melihat dokter Alv menatap matanya.


"Kau percaya padaku?" tanya nya.


"Ya.." jawab Brittany pelan.


"Bisa kita mulai sekarang?" tanya pria itu kembali. Brittany hanya mengangguk.

__ADS_1


Ketika lampu operasi mulai dinyalakan, Brittany menutup matanya. Ia mulai membayangkan sesuatu. Wajah seorang Jessy Julian yang asli akan hilang. Berita yang muncul karena hilangnya dirinyapun perlahan akan mulai pudar digantikan dengan berita skandal terbaru aktris lain. Ia ingat, film Dean yang baru sudah mulai diputar di bioskop-bioskop yang ada dibelahan dunia. Namun saat ini ia disorot karena tidak ikut dalam pemutaran perdana. Ketika ia pulih nanti, ia akan menonton film itu karena bagaimanapun dirinya memiliki andil dalam pembuatan film itu. Perlahan matanya mulai mengantuk. Ia tidak bisa membayangkan apapun lagi. Iapun mulai tidak sadarkan diri.


Isabel berdiri sambil menunggu diluar kamar operasi dengan gugup. Ia takut. Keinginan Brittany untuk melakukan perubahan pada wajahnya hampir saja gagal ketika ia mulai mengetahui jika ia dan suaminya adalah orangtua kandungnya.


Flashback


Brittany melihat Isabel dan Jonas tengah berada di kebun mereka. Mereka terlihat harmonis sekali. Ternyata mereka berdua orang-orang yang tulus membantunya. Ia kemudian melihat Jose menghampiri mereka sambil membawa ember berisi tanah. Siapa sangka pria itu awalnya seorang paparazzi yang suaminya paling cemburui. Namun sekarang ia dan Jose dekat seperti saudara. Kehidupan Jose tidak seburuk yang ia kira. Perhatiannya pada Isabel dan Jonas tidak lepas dari kebaikan kedua orangtua itu. Ia pernah mendengar jika Jonas lah yang mengajari Jose fotography.


Iapun memutuskan turun dari kamarnya sambil memegang tongkat. Ia sudah tidak tahan menggunakan tongkat ini. Ia ingin cepat-cepat sembuh. Ia ingin berjalan-jalan di desa ini. Dan ketika ia sudah sembuh sepenuhnya, ia akan pergi dari sini dan memulai kehidupan barunya sebagai Brittany Jonas. Terimakasih pada mereka berdua yang telah memberikan nama itu termasuk nama Jonas dibelakangnya. Ia seperti memiliki orangtua ketika mendengar nama barunya.


Isabel dan Jonas melihat kedatangannya. Mereka langsung datang menghampirinya. Jonas langsung membantu langkahnya.


"Apa yang sedang kalian lakukan?"tanya Brittany.


"Rutinitas pagi kami seperti biasa. Kami sedang menanam bunga." jawab Isabel.


Mereka bertiga pun duduk di kursi taman. Sedangkan Jose masih berdiri. Brittany tahu Jose masih marah padanya gara-gara hari itu. Mereka berdebat cukup sengit setelah makan siang hari itu.


Suasana saat itu menjadi tegang. Isabel terlihat pucat namun ia tidak bisa berkata banyak. Ia takut ketika Brittany mengetahui tentang kebenaran ini, ia akan pergi meninggalkannya dan membencinya. Ia menatap Jonas yang sama terlihat gugup.


"Kami senang melakukannya. Jangan pernah berpikiran buruk pada kami, sayang." ucap Isabel dengan nada bergetar.


"Aku malu.." Brittany mencoba bertahan agar pertahannya tidak jebol. Bertemu dengan keluarga ini seperti ia telah bertemu dengan keluarganya.


"Untuk apa kau malu? Mereka memang orangtua kandungmu.." ucap Jose.


Brittany menoleh pada Jose. Pintu gerbang tiba-tiba terbuka. Ia melihat Lily tengah membawa barang belanjaannya dan berlari ke dapur dengan cepat. Ia kemudian menatap Jose bingung. "Apa maksudmu?"

__ADS_1


"Kau tidak perlu malu karena mereka melakukannya sebagai tanggungjawab. Mereka berdua orangtua kandungmu." jelas Jose.


"Aku tidak mengerti." tanya Brittany nanar.


"Ketika kau berada di Yunani untuk menemui suamimu, aku berada di Nevada untuk mencari tahu kebenarannya. Isabel dan Jonas mencurigai sesuatu sejak kalian mulai berkenalan. Semua bukti-bukti kuat. Aku tidak melakukan DNA. Ketika kau terbaring lemah dan membutuhkan darah, Jonas dengan sukarela memberikan darahnya padamu. Saat itu semuanya jelas. Mereka adalah orangtua kandungmu." jawab Jose.


Brittany meneteskan airmata dengan cepat. Apakah ia sedang bermimpi? Ia kemudian menatap Isabel dan memegang tangannya.


"Apakah itu benar?"


Isabel mulai menangis. "Itu benar, sayang. Kami tidak pernah lelah untuk mencarimu."


"Kami berdua bahkan menerima pekerjaan dari berbagai negara dengan alasan ingin menemukanmu." ucap Jonas.


Brittany mengangguk sedih. "Mengapa kalian tidak mengatakannya dari awal?"


"Kami takut kau marah dan tidak menerima semuanya."


Brittany menghapus air matanya. "Itu tidak mungkin, mom. Aku hampir saja menyerah untuk mencari kalian. Aku ingin bertemu dengan kalian. Aku merindukan kalian."


Isabel memeluk Brittany dengan erat. "Jika kami menemukanmu dari dulu, kau tidak akan mengalami hal seperti ini. Maafkan kami."


"Tidak mom, aku yang salah karena masuk dalam lingkaran Dean. Kalau begitu, aku tidak akan melakukan operasi. Kalian tidak boleh melihat wajahku yang berbeda ketika aku sudah dioperasi nanti. Kalian belum puas melihat wajah ini, walaupun saat ini wajahku tidak sempurna."


"Jangan sayang. Yang terpenting bagi kami kau bahagia. Jalani operasi itu agar kau kembali mendapatkan wajah yang cantik. Kami mendukungmu." ucap Jonas.


"Tidak, dad. Aku tidak akan melakukan operasi."

__ADS_1


Ucapan itulah yang menyebabkan Brittany tidak mau dioperasi. Namun ia dan suaminya tidak lelah meminta Brittany untuk mendapatkan kembali wajah yang cantik walaupun sebenarnya mereka takut.


Ia melihat pintu ruang operasi mulai ditutup. Isabel dan Jonas saling berpegangan tangan. Ia menoleh pada Jose dan Lily yang berada disamping mereka. Ia harap kehidupan baru Brittany akan dimulai dengan baik setelah mendapatkan wajah baru nanti.


__ADS_2