Pesona Sang Sutradara

Pesona Sang Sutradara
Take your seatbelt


__ADS_3

JESSY keluar dari mobil SUV milik suaminya setelah mereka


sampai di sebuah apartemen yang baru saja ia datangi. Ketika Alv tinggal


disini, ia belum pernah sekalipun mengunjunginya. Namun kali ini berbeda


cerita. Ia harus mendatangi orang yang tinggal di apartemen milik Alv sekarang.


Ia sedang menunggu seseorang di dekat mobilnya. Tidak perlu waktu lama. Jose


terlihat tengah melambaikan tangannya. Sudah beberapa bulan mereka tidak


bertemu. Walaupun begitu, mereka masih tetap berhubungan baik melalui telepon.


Wajah Jose berbeda sejak menikah. Apakah karena ia kini


telah memiliki buah hati? Ia pikir, Dean pun akan semakin berubah setelah


memiliki anak. Tak terbayang jika ia dan Dean sudah memiliki anak. Kekecewaan


karena ia tidak bisa memliki anak musnah. Ia kini tengah mengandung. Setiap


hari Dean selalu memerhatikannya. Ia menyentuh perutnya pelan.


“Maafkan aku. Kau menunggu lama?” tanya Jose ketika mereka berhadapan.


“Aku baru sampai.” Jawab Jessy sambil tersenyum


Jose memegang tangan Jessy. “Bagaimana kehamilanmu? Aku pikir


kau sedang mengalami masa sulit saat ini.”


Jessy menggelengkan kepalanya. “Tidak sama sekali. Mungkin


karena aku masih merasa keajaiban ini tidak nyata. Aku divonis tidak bisa


memiliki anak, namun kenyataannya pengobatanku berjalan dengan lancer. Aku


senang sekali.”


“Lalu bagaimana mengenai kakak iparmu? Aku melihat beritanya


kemarin. Lily Aysun tidak bisa dimaafkan. Pertama kali ia telah mencelakaimu,


kedua ia telah melakukan kebohongan public. Baru kali ini aku melihat berita


rendahan di kolom gossip. Aku tidak mengatakan Joan tidak terkenal, hanya saja


jelas-jelas Lily mengarah pada keluarga Lee. Ia ingin menghancurkan keluarga


Lee. Dan aku tidak akan tinggal diam. Aku akan membantumu menyelesaikannya.”


Jessy memegang lengan Jose. “Terima kasih Jose, jauh sekali


kau datang kesini untuk membantu kami. “


“Kau sudah aku anggap keluargaku sendiri. Ayah ibumu pun


sudah aku anggap ayah ibuku. Tidak peduli betapa beratnya masalahmu, aku akan


membantumu.”


“Satu hal. Jangan katakan pertemuan kita pada suamiku. Ia


tidak tahu aku pergi kesini.” Ucap Jessy.


Jose tertawa ringan. “Apakah kau pikir suamimu masih tidak


cemburu padaku?” godanya.


“Itu cerita lama..” elak Jessy.


Lily menggigit kuku jarinya. Hari ini berita mengenai Joan


hilang! Mengapa hanya satu hari saja? Apa yang terjadi? Apakah pengaruh


keluarga Lee didunia showbiz telah hilang? Mengapa ia melihat banyak komentar

__ADS_1


baik di drama perdana keluarga Lee? Apa yang terjadi?


Lily masih berada ditempat tidurnya. Jendela masih ia tutup.


Ia pikir akan mendapatkan berita baik hari ini. Namun kenyataannya situasi semakin


memburuk untuknya. Alv tidak kembali. Iapun tidak bisa dihubungi. Apakah kini


Alv telah meninggalkannya? Kecemasan mulai melanda. Ia menggigit kukunya


terlalu dalam hingga bibirnya dapat merasakan bau darah. Ia menatap kuku-kuku


tangannya patah.


Ia terdiam sambil menyandarkan kepalanya di dinding. Semua


orang mulai menjauhinya. Padahal ia tidak mau macam-macam. Ia hanya


menginginkan Alv berada disampingnya. Ia ingin Alv menikahinya. Ia hanya ingin


hidup dengan Alv. Lelaki mana yang mau padanya jika tahu ia hanyalah seorang


anak hasil hubungan gelap antara ibunya dengan pria yang iapun tidak tahu.


Hanya Alv yang mengerti. Lily mulai turun dari tempat tidur. Perlahan ia mulai


membuka gorden yang menutupi kamarnya. Kamar Alv sebenarnya. Bau Alv tercium


disetiap sudut ruangan. Untuk itulah ia selalu tidur di kamar Alv, bukan kamar


lain.


Terdengar suara bell berbunyi. Ada perasaan senggan untuk


membuka pintu. Tapi bukankah ia berani? Mengapa membuka pintu saja takut?


Lily turun dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu.


Kedua tangannya memegang gagang pintu. Jantungnya berdebar dengan kencang.


Bagaimana jika polisi yang datang? Atau Alv yang kembali? Ia menggigit bibir


pertama yang ia lihat adalah wanita yang dibencinya. Wajahnya mulai murka. Ia


mendorong tubuh Jessy hingga terhuyung ke belakang.


“Untuk apa kau kesini?” Teriak Lily.


Tiba-tiba ada sebuah tangan yang memegang tubuh Jessy. Lily


menoleh untuk melihat siapa yang membantunya. Wajahnya mulai berubah. Pria yang


bisa menggantikan posisi Alv di hatinya ada didepannya. Ia mundur ke belakang.


“Untuk apa kalian datang?” tanya Lily dengan airmata mulai memenuhi


pelupuk matanya. Rasa sakit hati yang begitu dalam pada pria didepannya tidak bisa


menahan emosinya.


“Sebuah perhitungan denganmu” jawab Jessy tajam.


Lily melihat Jose masih memegang tubuh Jessy. Ia kemudian


menatap Jessy. “Semua ini terjadi karena mu. Jika kau tidak menikahi pria itu,


Alv tidak akan menikahi Joan. Aku lebih senang jika kau yang menikahi Alv. Aku


akan jauh lebih tenang dan merelakan Alv.”


“Merelakan Alv? Tentu saja karena ia kakakmu.”


“Bukan. Alv bukan kakak kandungku.”Seru Lily nada kesal. “Aku


mencintai Alv. Aku tidak akan pernah rela jika ia menikahi wanita yang tidak


aku setujui.”

__ADS_1


“Jadi kau setuju jika ia menikah denganku?” tanya Jessy


tajam.


“Karena aku telah menghancurkan masa depanmu. Kau tidak bisa


memiliki anak. Lagipula aku masih tetap dengan Alv karena kau tidak


mencintainya.” Jawab Lily dengan nada bergetar.


“Apakah kau tidak malu mengatakan ini?” tanya Jose tiba-tiba.


Lily tidak sanggup menatap pria didepannya. Hanya pria ini


yang bisa membuat hatinya berpaling dari Alv. “Untuk apa aku malu?”ucapnya.


“Kau memang tidak tahu malu. Beruntung aku tidak mau


denganmu sejak awal. Kau merusak. Kau pengacau. Oh dan satu lagi. Kau brxxgsxx.”


Ucap Jose marah. “Jika kau laki-laki, aku sudah memukul wajahmu berulang kali.


Tapi mengingat wajah burukmu, aku takut dengan memukulmu dapat mengotori


tanganku.”


“Cukup. Pergi dari sini; “ seru Lily.


“Aku belum cukup bicara. Dengarkan aku, tidak akan ada pria


yang menyukaimu karena sifat burukmu ini. Kau merusak pernikahan sahabatku. Kau


sendiri tidak akan pernah bahagia. Aku bisa pastikan itu. Kau akan hidup dalam


kecemasan. Aku ulangi lagi, tidak akan ada pria yang menyukaimu. Kau akan


ditinggalkan oleh semua yang kau sayangi. Kau tahu kenapa aku tidak menyukaimu berapa


besarpun kau berusaha mendekatiku? Karena kau tergantung pada Alv. Kau tidak


bissa berusaha sendiri. Kau pikir semua masalah dapat diselesaikan oleh Alv?


Kau salah. Kau tidak bertanggungjawab. Seharusnya kau masuk penjara setelah


menabrak Jessy. Tapi kau malah berlindung dibalik Alv. “


“Pergi….” Ucap Lily panik. Ia segera masuk kedalam apartemen


dan menutup pintu dengan kencang. Ia masih memegang gagang pintu.


Jahat sekali, ucapnya. Ia menyandarkan punggungnya di pintu.


Tubuhnya mulai ambruk dilantai. Ia mengingat setiap perkataan pria itu. Tidak akan ada yang menyukaiku?Ia tidak akan pernah bahagia?Ia akan


ditinggakan oleh semua orang? Matanya mulai nanar. Ia menutup wajahnya


dengan kedua tangannya. Ia mulai menangis. Jika yang mengatakannya orang lain


ia tidak akan peduli. Tapi jelas sekali orang yang mengatakannya adalah pria


yang dapat membuat hatinya berpaling saat itu.


“Ternyata mudah bukan?” tanya Jose ketika mereka mulai dalam


perjalanan ke rumah. Ia tertawa senang. “Mudah sekali ternyata. Lily tidak


sekuat yang aku kira. Ia sama seperti wanita lain. Ia lemah.”


Jessy memukul ringan bahu Jose. “Aku tidak perlu bicara


banyak. Kau yang merusaknya. Padahal aku ingin ia menarik berita itu.”


“Aku katakan sejak tadi. Berita itu akan hilang dengan


sendirinya. Kau tidak perlu khawatir. Yang penting produksi drama suamimu tidak


terkendala. Kau lupa jika aku masih seorang wartawan freelance atau paparazzi

__ADS_1


artis.” Goda Jose.


“Aku hampir lupa.” Jawab Jessy sambil tertawa.


__ADS_2