Pesona Sang Sutradara

Pesona Sang Sutradara
Exclusive Contract


__ADS_3

Brittany tidak bisa berkata apa-apa ketika manajer yang ia temui memberikan sebuah kertas yang harus ia tandatangani. Ini adalah pekerjaan pertama untuknya. Awalnya ia santai ketika menerimanya. Namun ketika ia membacanya, ia terkejut hingga tidak bisa berkata apa-apa. Ia ingat ucapan ibunya ketika ia mengunjunginya. Jangan jadikan balas dendam sebagai alasan kau memasuki dunia hiburan. Mama tidak mau kau kembali pada Dean. Bagaimana pun ia lah penyebab apa yang terjadi padamu, sayang. Mama tidak mau itu terjadi lagi.


Baginya, balas dendam atau bukan.. itu yang akan menjadi urusannya. Ia yang akan bertanggungjawab akan hatinya. Ia kembali membaca surat itu. Diatasnya ia dapat melihat tulisan Exclusive Contract dengan tinta emas berikut dengan rincian kegiatannya. Ia menatap pria didepannya. Wajahnya terlihat senang. Ketika pertama kali melihat gedung ini, ia yakin agensi ini bukanlah agensi kecil. Setiap brand dunia yang menampilkan artis-artis mereka terpajang didalam gedung. Hal itu menunjukkan kesuksesan mereka dalam bidang ini.


Ia kembali menatap surat itu dan menyimpannya.


"Aku masih bingung. Kenapa aku langsung diberikan ekslusif kontrak padahal aku baru saja menandatangani kontrak denganmu satu bulan yang lalu."


Pria itu tersenyum. "Karena agensi ini adalah agensi besar. Ketika seseorang masuk dan menandatangi kontrak disini, itu berarti brand dunia tengah menantikan sesuatu yang baru dari agensi ini. Kau mengerti bukan? Wajahmu sempat menghiasi beberapa televisi Turki dan hasilnya sangat baik. Walaupun dapat dikatakan durasi waktunya hanya sekian detik. Untuk itulah sejak kau menandatangani kontrak dengan perusahaan ini satu bulan yang lalu, kami tidak langsung memberikan pekerjaan untukmu. Karena kau memiliki potensi menjadi seorang artis maupun model, kami sengaja memberikan kau keterampilan sebelum kau siap kami kenalkan."


Ada perasaan bangga menyelimuti Brittany. Ia senang. Jika orangtuanya diberikan kabar ini, ia yakin mereka akan senang.


"Lihatlah berapa yang akan kau terima dari brand ini." tanya pria itu.


Brittany membacanya. "Dua ratus ribu dollar?"


Pria itu mengangguk sambil tersenyum. "Kau puas?Untuk seorang model yang baru saja bergabung, aku pikir itu nilai yang fantastis."


"Tentu saja." jawab Brittany cepat. "Lalu, kapan aku mulai bekerja?"


"Photoshoot iklan ini akan dilakukan bulan depan. Karena jadwal kita padat, kau harus mulai terbiasa. Pemasangan banner dan billboard di beberapa tempat akan dilakukan setelah kau menyetujui gambar yang diambil. Begitu pula dengan pihak dari brand itu. Sedangkan pekerjaan pertamamu esok adalah kita harus pergi ke Paris karena kau akan mengunjungi sebuah pameran pakaian dari perancang yang sedang diminati oleh berbagai artis dunia." jelas pria itu.


"Aku mengerti." ucap Brittany sambil menandatangani surat itu. Kemudian ia menyerahkannya.

__ADS_1


"Sebenarnya aku penasaran, wajahmu terlihat tidak asing. Kau mirip dengan seseorang tapi aku lupa siapa orang itu."


DEG...


Sesaat Brittany terdiam. Jantungnya seakan berhenti berdetak. Apakah wajahnya masih mirip dengan Jessy? Tapi ketika ia melihat cermin setiap hari, wajah itu sama sekali berbeda. Ia sendiri bahkan lupa dengan cepat wajahnya yang lalu.


"Mungkin aku hanya menduga. Kau cantik dengan apa adanya dirimu. Aku senang melihat matamu. Kau begitu natural. Aku yakin kau bukan orang Eropa."


"Ibuku dari Austria dan ayahku berasal dari LA" jawab Brittany berusaha tenang.


"Pantas. Kau tidak terlihat seperti warga Turki. Kau terlalu asing."


Brittany tersenyum. Ia berdiri dan pergi keluar setelah menyelesaikan semuanya. Ia ingin mengatakannya langsung pada Alv. Ia ingin berbagi cerita. Alv pasti senang. Sekarang ia akan menyusul ke rumah sakit sebagai surprise. Ia pasti terkejut akan kedatangannya.


Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, ia bersenandung pelan. Ia bahagia sekali. Baru saja memasuki dunia hiburan, ia langsung diberikan kontrak ekslusif dengan bayaran hampir dua ratus ribu dollar.


"Maafkan aku, seperti nya jalan didepan sedang macet. Akhir-akhir ini banyak yang melakukan syuting di daerah ini." ungkap pria itu tiba-tiba.


Brittany membuka kaca taxi untuk melihat beberapa kerumunan didepannya. Tidak terlalu terlihat. Apa lebih baik ia turun saja untuk melihat syuting itu? Brittany berfikir sebentar. Tidak, untuk apa ia melihatnya secara langsung? Akan sangat memalukan.


"Lihatlah aktor dan aktrisnya. Mereka serasi sekali."


Brittany menyipitkan matanya. Pakaian aktris itu memiliki motif bunga tulip yang sangat indah. Dengan cuaca Istanbul yang sedang panas membuat pakaian aktris itu bersinar. Ia terlihat sedang bercanda dengan lawan mainnya. Sayang, merek berdua membelakanginya. Sepertinya sekarang sedang beristirahat. Taxi yang ia gunakan sudah mulai bergerak kembali.

__ADS_1


Melihat pemain dan kru berbaur seperti itu mengingatkannya pada film yang dibuat oleh Dean ketika ia melakukannya di Yunani. Tiba-tiba kedua matanya menangkap wajah para aktor dan aktris yang tidak ia kenal. Ia melihatnya walaupun sebenarnya taxi sudah melewati mereka.


Tanpa diduga, Dean keluar dari cofeeshop dengan memegang satu gelas penuh berisi ice americano. Ia tidak pernah meminum es sebelumnya, namun karena cuaca sangat panas, ia memesan minuman itu agar segar. Ia berdirinya didepan cofeeshop sejenak. Ia melihat kemacetan yang disebabkan oleh syuting yang dibuat olehnya. Untung saja hari ini terakhir pengambilan gambar. Esok pagi mereka akan menuju capadocia untuk merasakan balon udara.


"Kau yakin akan menyelesaikan hari ini?" tanya salah seorang kru yang berdiri tak jauh darinya.


"Kau meragukan kemampuanku? Lagipula tinggal mengambil beberapa scene lagi." jawab Dean sambil berjalan menuju kursinya. Ia melihat para pemain pendukung sudah bersiap kembali di set. Sayang sekali pemeran utamanya belum siap. Mereka masih bergelut dengan kepentingan pribadi mereka. Ia bisa menunggu dua jam. Kemudian pengambilan film di Istanbul berakhir.


Brittany telah sampai didepan rumah sakit terbesar di Istanbul itu. Ia ingin segera menyampaikan berita baik ini pada Alv. Ketika ia memasuki lobby, orang-orang seperti sudah mengenalnya. Selama beberapa waktu ia menghabiskan waktunya di rumah sakit ini untuk penyembuhan. Mereka sudah pasti mengenalnya.


Ia menaiki tangga dan sampailah didepan ruangan Alv. Tidak ada suster yang biasa berada diluar kamar. Cukup mengherankan. Ia kemudian mengetuk pintu. Tidak ada jawaban. Ruangan itu sepi seperti tidak ada penghuninya. Ia mengetuk pintu dengan keras.


"Brittany?" tanya seseorang.


Brittany membalikkan tubuhnya dan kedua mata mereka bertemu. Alv masih memakai jas putihnya.


"Alv!" teriak Brittany. Ia langsung menghambur ke pelukannya.


Alv awalnya terkejut. Namun pada akhirnya ia membalas pelukan Brittany. "Ada apa? Sepertinya kau sedang bahagia. Dan apa yang kau lakukan disini?"


"Mereka memberikanku kontrak eksklusif. Nilai kontraknya dua ratus ribu dollar, Alv! Aku senang sekali "


Alv tersenyum. "Aku senang mendengarnya. Apakah kau sudah makan? Kalau belum, kita lebih baik makan diluar. Aku akan melepas jas ku dan pergi denganmu. Kita rayakan sekarang.."

__ADS_1


Brittany mengangguk karena senang. Tidak banyak yang melihat kedekatannya hari ini. Merekapun berjalan bersama menuju ruangan Alv sebelum akhirnya pergi keluar untuk makan malam.


__ADS_2