
Alv masuk ke butik yang tertulis kan nama Joan Lee dengan percaya diri. Beberapa pengunjung sempat kebingungan melihatnya masuk kedalam. Apalagi ini malam hari. Ia menemui seorang wanita yang terlihat seperti penanggungjawab butik itu. Kemungkinan seorang manager.
"Ada yang bisa dibantu? Apakah kau mencari gaun untuk pasanganmu? Atau istrimu?" tanya wanita itu.
"Aku ingin menemui istriku. " jawab Alv tenang. Padahal ia tahu Joan tidak ada disana. Tapi ia senang mengatakannya.
Wanita didepannya terlihat kebingungan. "Maaf tapi dimana istrimu? Siapa namanya? "
Alv menunjuk sebuah foto Joan yang berada disalah satu sudut ruangan.
Wanita di depannya tersenyum sinis. "Jika kau ingin bercanda, tolong jangan lakukan disini. Kebetulan kami sedang banyak pengunjung. "
Alv membuka topinya. Ia menatap wanita didepannya dengan serius. "Apakah kau pikir aku bercanda? Aku adalah suami Joan Lee. Kau meragukannya? "
"Joan Lee designer kami? " tanya wanita itu terkejut.
"Siapa lagi?" jawab Alv tenang.
"Tapi.. tapi manager kami belum menikah. Kau jangan berbohong. " seru wanita itu.
Alv menghela nafas. Ia mengeluarkan ponselnya. Ia memperlihatkan sebuah foto pernikahan antara dirinya dengan Joan.
"Sekarang kau percaya bukan? "
Wanita itu menatap Alv kembali dan sedikit ragu. "Mengapa kalian tidak datang bersama? Apakah kau tidak tahu jika tempat ini hanyalah cabang? Joan Lee tidak berada disini. Ia berada dikantornya. Di Brooklyn. "
"Untuk itulah aku berada disini. Sudah beberapa hari Joan tidak menerima panggilan dariku. Ia menghilang. Kau bisa menolongku dimana aku bisa menemuinya? Aku merindukannya. " jelas Alv. Wajahnya memperlihatkan ada penyesalan sehingga wanita didepannya terlihat ragu.
"Tunggu.. aku masih shock mendengar Joan Lee telah menikah. Tunggu sebentar. " ucap wanita didepannya kembali. Ia berjalan kedalam.
Alv melihat ke sekeliling. Ada sebuah sofa berwarna pink di sudut ruangan. Ia pun duduk disana untuk menunggu. Ia berfikir sejenak, apakah ia memang harus menggoda para pegawai Joan seperti ini? Sebetulnya bisa saja ia menghubungi Joan secara langsung. Tapi ia lebih senang menggoda para pegawainya. Ternyata benar dengan apa yang dipikirkannya. Joan tidak membicarakan tentang pernikahannya pada teman-teman dikantornya. Sudah lama sekali ia tidak menjahili orang-orang di dekatnya. Ada rasa kepuasan sendiri dibandingkan diam di apartemennya sendirian.
Ia melirik kembali pada sebuah pintu dimana wanita itu tadi masuk. Ia datang kembali. Alv pun berdiri.
__ADS_1
"Jika kau ingin menemui Joan Lee, besok malam akan diadakan sebuah fashion show di Manhattan Center."
"Terimakasih. Aku akan datang menemuinya disana. Tapi jangan kau beritahu Joan. Aku akan memberinya kejutan. "
Joan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. "suaminya" ada disana. Ia sedang menunggunya. Apakah ia harus bangga atau malah harus berhati-hati?
"Aku tidak percaya dengan penglihatanku. Apakah kau yang menyebarkan gosip tadi malam? " tanya Joan tiba-tiba. Rasa lelah yang menghantui nya sejak tadi perlahan menghilang.
"Gosip? Maksudmu gosip pada beberapa karyawanmu? Tentu saja itu aku. " jawab Alv sambil tertawa.
Joan menyimpan salah satu tangannya dikeningnya. "Kenapa kau tertawa? Aku sama sekali tidak bercanda denganmu. "
Alv berjalan menghampirinya. "Lagipula itu bukan gosip. Kau memang istriku, bukan? " tanya Alv tenang.
"Bisa kita pergi sekarang? " tanya Joan malas. Ia ingin segera beristirahat karena lelah.
Alv membawa Joan ke sebuah cafe yang letaknya tak jauh dari apartemennya. Cafe itu cukup besar dan sedikit ramai. Alv memesan sesuatu sedangkan Joan duduk di sofa sambil melihat beberapa orang yang sedang berbincang. Ia melihat Alv dengan tenang berbicara dengan barista. Mereka terlihat saling mengenal.
Joan menyimpan kepalanya diatas meja dan menutup matanya sebentar. Terdengar bunyi gelas disimpan didekatnya. Joan membuka matanya. Sebuah gelas sudah berada didepannya.
Joan mengangguk. "Terimakasih." ucapnya sambil mengangkat gelas didepannya. Ia meminumnya pelan. Rasa manis dari madu dan hangat dari papermint membuat minumannya sedikit aneh. Tapi ia menyukainya.
"Bagaimana? " tanya Alv ketika ia duduk didepannya.
"Cukup enak. Sedikit mengobati lelahku. " jawab Joan tenang. Ia menyimpan gelasnya diatas meja. "Oh ya, ada apa kau mencariku? "
"Apakah seorang suami tidak boleh bertemu dengan istrinya? "
Sebuah kalimat pendek namun langsung menuju ke jantung Joan. Jantungnya mulai berdebar. Ia menggigit bibir bawahnya sambil menatap Alv. "Alv, kita bukan pasangan seperti itu. Pernikahan kita karena suatu hal. Sebenarnya aku lelah, aku tidak mau membicarakan tentang ini. Aku ingin pulang saja jika tidak ada yang ingin dibicarakan. "
Alv menatap Joan. Wajah wanita didepannya memang terlihat lelah. Ia merasa buruk karena telah memperlakukannya seperti itu. "Kau ingin beristirahat di apartemen ku? Kebetulan dekat dari sini. "
Joan menggelengkan kepalanya. "Aku ingin pulang. Grey sudah menungguku. Kita bisa bicara besok. Jika kau memang tinggal disini, aku tidak membutuhkan waktu lama untuk mengendarai mobilku dari Brooklyn menuju Manhattan."
__ADS_1
Alv kebingungan ketika Joan memanggil nama lain di pembicaraan mereka. "Siapakah Grey?"
"Grey adalah anjingku. "
Alv tertawa pelan menyadari kekonyolan nya. Mengapa ia sedikit aneh ketika Joan membicarakan tentang anjingnya.
Joan kembali menyimpan wajahnya di meja. "Alv.. Dokter Albertico Alv. Siapapun namamu, karena ini pertemuan pertama kita, aku harap kau menjagaku baik-baik. Aku belum siap dengan semua seranganmu. Karena kau hanya menemuiku tiba-tiba dan tanpa banyak bicara, lebih baik aku pulang ke rumahku. "
Alv hanya diam sambil melihatnya kedepan. Ia menghubungi seseorang. Ia kemudian membangunkan Joan.
"Habiskan dahulu minuman ini, aku akan mengantarmu pulang. "
Joan melihat minuman didepannya dan meminumnya dengan cepat. Ia pun bangun dari duduknya. "Maafkan aku, waktunya terlalu lama. Aku sangat kelelahan. Besok aku akan menemuimu kembali."
Setelah dipikir olehnya, ia merasa berbicara saat ini adalah momen yang tepat. Ia kemudian berkata. "Lebih baik kita berbicara sekarang. Aku mohon kau mendengarku. Minggu depan akan diadakan sebuah acara diklinik. Aku harus membawa pasangan. Karena mereka sudah tahu aku menikah, mereka ingin aku mengajakmu. "
"Kenapa?" tanya Joan
"Karena kau istriku. Dan aku ingin berbicara banyak denganmu."
Joan menatapnya. "Baiklah. Jika hanya itu permintaanmu. Aku akan kabulkan. Lagipula kau pun telah membantuku."
Ponsel Alv berbunyi. "Ayo kita pergi. Taxi sudah menunggu diluar."
Joan membawa tas jinjingnya dan berjalan keluar.
"Apakah kau tinggal sendiri disana? " tanya Alv.
"Ya, kenapa? "
"Apakah kau ingin aku temani tinggal disana? " goda Alv.
Ya.. ya.. jawabannya adalah Ya. Karena itulah Joan pindah ke rumahnya yang baru.
__ADS_1
"Aku hanya bercanda.. " ucap Alv sambil tertawa.