Pesona Sang Sutradara

Pesona Sang Sutradara
Fake Story


__ADS_3

Jessy tidak pernah merasa terancam sebelumnya. Melihat tatapan sangar wanita cantik didepannya membuatnya terancam. Ketika bertemu dengannya di bandara, ia tidak menatapnya seperti ini. Ia mungkin marah padanya karena kedatangannya dapat merusak pekerjaan mereka. Tapi menurutnya pikirannya salah. Undangan Dean nyata untuknya. Ia teringat tatapan seperti ini diberikan Harris padanya.


“Aku ulangi! Apa yang kau lakukan disini?”tanya wanita itu kesal.


Jessy menarik nafas dan menghembuskannya perlahan “Tidak bisakah kau lihat apa yang sedang aku lakukan?”


“Kau tahu dengan keberadaan mu disini bisa mengganggu jalannya syuting”


Jessy tersenyum ringan. “Aku berada pada jarak lebih dari 50 meter dari tempat suamiku bekerja. Apakah aku terlihat mengganggunya?”


“Jangan macam-macam denganku. Aku bisa membuatmu pergi dari negara ini hari ini juga” Ancam Rossy.


“Wajahmu cantik namun sayang kau tidak punya kesopanan.” jawab Jessy santai.


Rossy mengangkat tangannya namun Jessy dapat mundur dengan cepat. Ketika berada ditempat banyak orang seperti ini saja, Rossy berani melakukan kekasaran. Jessy menghela nafas. “Dengarkan aku Rossy, aku datang ke tempat ini karena kemauan Dean. Ia yang memaksaku untuk datang ke negara ini. Aku tidak seenaknya datang ke tempat ini jika aku tidak diundang. Kau mengerti?”


Rossy menurunkan tangannya. Matanya mulai berkaca-kaca.


Jessy mengerutkan keningnya. Semuanya begitu tiba-tiba Ia bingung melihat perubahan Rossy dengan cepat. “Ada apa?” tanya Jessy cemas. Ia menarik tangan Rossy ke tempat sepi. Entah mengapa ia selalu terbawa suasana.


Rossy langsung terisak. “Kenapa kau merebut Dean dariku?”


Jessy melepaskan tangannya. Ia mundur selangkah. Ternyata ini alasannya menangis. Ia tidak pernah merebut siapapun. Ia bukan orang ketiga disini. “Aku tidak pernah merebut Dean darimu.”


“Ya, kau merebutnya! Kau yang telah membuat Dean berpaling dariku!” seru Rossy


Jessy menarik nafas panjang. “Katakan padaku. Apakah gosip yang menyebar dua minggu ini benar?”


Rossy menunduk. Setiap ucapan yang dikeluarkan oleh wanita didepannya sangat ia benci. Dean bukan pria gampangan sebelumnya. Ia tidak pernah jatuh cinta pada wanita manapun. Jika bukan karena rayuan wanita didepannya, Dean tidak mungkin langsung menikahinya secepat itu. Dean selalu memikirkan profesi yang sedang ditekuninya. Ia tahu Dean ingin sukses dengan caranya sendiri. Ia juga tahu Dean melakukan itu untuk membuat ayahnya bangga.

__ADS_1


“Aku dan Dean saling mengenal sejak kami berada di kampus yang sama. Kami dekat sejak itu. Dean sudah berjanji akan menungguku ketika aku menyelesaikan masalahku. Tapi kau merusak semuanya. Aku sedih ketika mendengar Dean telah resmi menikah dengan seorang wanita biasa. Aku saja yang pernah berjanji padanya, tidak berani mengusik mimpinya. Apakah kau pikir dengan masuknya kau kedalam kehidupannya tidak akan mengganggu mimpinya? Kau egois sekali. Kau jahat.” ucap Rossy sedih. Ternyata pengalamannya sebagai manajer aktris dapat membuatnya berakting. Ia puas sekali melihat wajah bersalah wanita itu.


“Harus berapa kali aku katakan jika aku bukan wanita yang kau maksud.”


"Ada apa denganmu, Rossy? Kenapa kau menangis?" Tanya Harris yang saat itu sudah berada dibelakang mereka. Ia kemudian menatap Jessy. "Apa yang kau lakukan padanya? Kau ingin merusak jalannya syuting ini?"


"Aku merusak syuting kalian?" Tanya Jessy sambil tertawa hambar. Inilah Harris sesungguhnya. Ia akan mengetahui sifat asli seseorang ketika sudah mengenalnya lama. "Apakah kau tahu apa yang terjadi?"


"Melihat Rossy menangis, sepertinya aku tahu apa yang terjadi. Karena kau telah menikah dengan Dean, aku rasa kau harus tahu apa yang terjadi antara mereka berdua. Aku yang melihat bagaimana keduanya dekat."


Jessy tercekat. Namun pada akhirnya ia tersenyum. "Tidak perlu kau menjelaskan semua hal secara detail padaku. Aku hanya mempercayai jika Dean yang mengatakannya." Ucap Jessy sambil melangkah menjauhinya. Namun ia kemudian berhenti. "Maafkan aku jika aku mengganggu kalian. Tapi sepertinya aku tidak mengganggu suamiku. Seperti yang kalian lihat. Dean tidak terganggu. ia masih melanjutkan syutingnya."


Jantung Jessy berdebar dengan kencang. Sesuatu yang sangat berani untuk pertama kali untuknya. Ketika ia kembali ke tempatnya tadi, Dean terlihat menoleh padanya. Ia tersenyum. Tiba-tiba ia sedih. Dean dikelilingi oleh orang-orang yang hanya memanfaatkannya. Iapun melambaikan tangannya.


Terlihat Dean memintanya untuk menghampirinya. Ia lihat aktor tidak ada didalam set. Itu berarti Dean sedang beristirahat. Iapun menghampirinya.


Ketika ia sudah dekat, Dean mengulurkan tangannya. "Aku terkejut melihat kau tidak ada didepan pandanganku."


"Ia istriku. Menikahlah kalian yang masih lajang. Kalian akan merasakan hal yang aku rasakan saat ini." ucap Dean sedikit kencang.


Jessy tersipu malu. Ia memukul bahu Dean. "Jangan katakan hal itu. Aku malu."


Dean melingkarkan kedua tangannya di pinggang Jessy. Ia menyandarkan kepalanya. Jessy mengangkat kedua tangannya untuk merapikan rambut Dean.


"Kau darimana tadi?"


"Aku berjalan-jalan sebentar." jawab Jessy berbohong. "Oh ya Dean, bolehkah aku berjalan-jalan selama kau syuting? Jika kau sudah selesai, kau bisa menghubungiku nanti."


Dean mengangkat kepalanya dan menatap Jessy. "Kau bosan berada disini?"

__ADS_1


Dengan enggan, Jessy mengangguk. "Aku ingin melihat Athena sendiri."


Dean menghela nafas. "Baiklah. Aku akan meminta guide untuk mengantarnu" ucapnya sambil berdiri. Ia menunjuk seseorang untuk menghampirinya. "Bawa istriku keliling Athena. Jaga ia dengan baik."


Pria itu mengangguk mengerti.


Jessy melepaskan tangan Dean. "Aku pergi sekarang." ucapnya.


"Oke.. tunggu sebentar. Berikan aku semangat untuk menyelesaikan syuting ini dengan baik."


Jessy tersenyum. Ia menarik leher Dean dan mencium pipinya. "Aku pergi.."


Dean tersenyum. Hatinya berbunga-bunga untuk kesekian kalinya. Ia melambaikan tangannya ketika Jessy mulai berjalan menjauh. Ia kembali duduk di kursinya dan berteriak.


"Louis masuk ke set!" panggilnya.


"Apakah ucapan kita tadi akan mempengaruhinya?" tanya Harris.


"Mungkin. Buktinya saja ia pergi. Aku tidak habis pikir kenapa kau mendukung pernikahan mereka."


tanya Rossy kesal.


"Karena saat itu pernikahan mereka dilakukan untuk menghapus semua gosip playboy yang terlanjur menempel pada Dean." jawab Harris.


"Kau bodoh sekali. Ketika aku mendekati Dean, kenapa kau tidak mendukungku?" tanya Rossy.


"Karena saat itu kau manajer seorang artis yang sedang terkenal. Kau ingin kerja kerasku gagal gara-gara artikel tentang kalian? Tapi, bukankah sekarang aku mendukungmu? Lagipula jika Dean menikahimu, media tidak akan banyak yang tahu karena posisimu saat ini sebagai manajer Dean." jawab Harris tenang.


"Untuk itulah kau memintaku menjadi manajer Dean?"

__ADS_1


"Tentu saja. Pengalamanku menangani artis sudah terkenal. Ketika aku tahu kau akan pulang ke New York, aku langsung terpikir sesuatu. Jessy hanya salah satu ancaman bagi Dean."


Rossy hanya bisa tersenyum.


__ADS_2