
Set sudah disiapkan. Para aktris dan aktor yang terlibat sedang dipersiapkan oleh beberapa make up artis untuk memulai syuting. Para kru berbincang selagi menunggu seseorang. Mereka sudah terlambat setengah jam dari rencana awal. Angin sudah mulai bergerak sedikit cepat. Beberapa orang sudah mulai khawatir.
Harris mencoba menghubungi Dean namun tidak diangkat. Dean tidak pernah terlambat seperti ini sebelumnya. Ia melihat kru yang sudah mulai cemas. Mengingat kejadian kemarin, ia yang seharusnya marah pada Dean. Bukannya Dean yang memboikot acara syuting hari ini. Ia berjalan dengan tergesa-gesa. Namun langkahnya terhenti ketika salah satu kru berlari ke arahnya.
"Dean sudah datang.." ucapnya cepat.
Harris lega. Begitupula dengan para kru yang tadi cemas. Mereka sudah tidak terlihat cemas lagi. Mereka sudah mulai bergerak dan berdiam di tempatnya masing-masing mengingat Dean adalah orang yang serius dan tegas. Ia berbalik untuk melihat Dean. Namun lagi-lagi ia terkejut. Dean tiba bersama seorang wanita. Wanita itu adalah Jessy. Ia kini tahu siapa tersangka dibalik keterlambatan Dean. Ia mengepalkan tangannya. Ia menghampiri Dean.
"Kenapa kau terlambat? Lihat para kru dan artis sudah cemas menunggumu!" seru Harris. Ia kemudian menatap Jessy. "Kau datang?" tanyanya tanpa basa basi.
Jessy tersenyum hambar. "Ya. Maafkan jika aku mengganggu kalian.."
"Tidak. Tapi nanti aku ingin berbicara denganmu." ucap Harris sambil berjalan menjauhi mereka.
Karena merasa bersalah atas keterlambatan Dean, ia tidak bisa diam. Ia mendorong Dean.
"Bekerjalah Dean, aku akan melihatnya dari kejauhan."
__ADS_1
Dean memeluk Jessy. "Baiklah, aku akan mulai bekerja. Jangan jauh dari pandangan mataku."
Jessy tersenyum. "Aku tahu."
Ketika Dean pergi, ia mulai mencari tempat untuknya berdiri. Ia melihat kru sibuk berlari dari satu tempat ke tempat lain. Dean pun sudah terlihat duduk diatas kursinya. Ia terlihat sedang melihat layar monitor didepannya dengan serius. Ini adalah pertama kalinya ia melihat proses syuting. Menurut Dean, syuting kali ini melelahkan karena banyak adegan action.
Jessy melihat sekeliling. Rossy tidak terlihat ada disekitar Dean. Padahal setahunya, manajer selalu berada di sampingnya. Ia hanya melihat Harris sedang berbicara di telepon. Ia tidak terlihat senang. Apakah ia yang mengacaukan syuting hari ini? Sebenarnya yang mengganggu jadwal ini adalah Dean sendiri. Ia sendiri sudah siap sejak beberapa jam yang lalu. Bahkan semalam ia sudah menolak untuk mengikuti syuting hari ini karena ia tidak mengganggu Dean. Namun Dean terus memaksanya.
Ia mengeluarkan ponselnya. Anastasia menghubunginya. Sudah beberapa hari ia tidak bertemu dengan ayah dan ibu Dean. Berulang kali mereka menghubunginya karena khawatir pada setiap berita yang beredar.
"Aku sedang bersama Dean, mom" ucap Jessy ketika ia mengangkat teleponnya.
"Ya"
"Dengan siapa kau pergi? Apakah kau baik-baik saja? Lee mengatakan padaku agar kau harus menghiraukan setiap berita yang ada. Jangan sekalipun terpengaruh. Itu akan mengganggu pikiran dan jiwamu."
Jessy tersenyum. "Aku tahu Mom. Resiko menikahi seorang sutradara tampan seperti Dean selalu ada. Aku sudah tahu itu. Aku memang sedikit terpengaruh, namun Dean sering mengatakan dan meyakinkan padaku jika semua berita itu palsu. Dean melarangku untuk mempercayainya."
__ADS_1
"Baguslah. Kau semakin dewasa. Dean pun tidak ingin kau terluka. Ia mencintaimu" jawab Anastasia.
Terdengar suara ribut tembakan dan meriam. Jessy membalikkan badannya dan melihat setiap scene yang ditampilkan didepan matanya. Ia tidak pernah menonton film action sebelumnya. Namun kali ini, ia terpesona.
"Kau sedang berada di lokasi syuting?" tanya Anastasia.
"Dean memintaku untuk melihat ia bekerja."
"Baiklah. Hati-hati. Kami berdua akan pergi berlibur ke Karibia. Dan kami belum tahu kapan akan kembali. Kau harus menjaga kesehatanmu. Dan pesan Lee terakhir, kau harus segera memiliki anak. Ia ingin merasakan menggendong seorang cucu. Kau harus membicarakannya dengan Dean." jelas Anastasia.
Jessy tersenyum malu. "Ya mom. Nanti aku berbicara dengan Dean."
"Oh ya, Minggu ini Joan akan tiba. Kau harus berkenalan dengannya. Ia gadis yang hangat. Menurutku kau jangan terlalu lama ada disana. Aku tidak ingin kau mengganggu proses syuting itu. Maksudku, bukan Dean yang merasa terganggu. Kau tahu sendiri bukan siapa yang ada disamping Dean?"
Jessy mulai melirik pada Harris. Siapa yang ada disamping Dean? Jika bukan Rossy, apakah Harris? Tapi seingatnya, Harris merupakan pria yang baik. Ia mendukung Dean ketika mereka menikah. Jessy mengerutkan keningnya. Apakah semua orang penuh dengan kepura-puraan?
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya seseorang wanita.
__ADS_1
Jessy berbalik untuk melihat siapa yang memanggilnya. Seorang wanita dengan paras cantik berdiri dibelakangnya. Ia menenteng sebuah map berwarna putih dan menatapnya dengan tajam. Sesaat Jessy merasa takut. Ya, ia takut wanita didepannya ini akan mengancam keselamatannya.