Pesona Sang Sutradara

Pesona Sang Sutradara
Let's talk


__ADS_3

Lily menatap Jose tanpa berkedip.


"Kau pria idamanku. Siapa namamu?" tanyanya tenang. Ia terpesona pada pandangan pertama. Pria ini adalah tipenya. Tentu saja, pria ini berwajah latin. Ia begitu menyukainya. Selama ini ia kesulitan mencari pria latin. Ia tersenyum sendiri.


Jose masih diam. Ia tidak mendengar ucapan wanita disampingnya. Ia terus melihat ke arah tangga. Belum ada penampakan kedua orang itu akan turun. Ia merasa cemas. Apa yang mereka berdua lakukan? Sedangkan Jonas sendiri sudah turun sejak tadi. Apakah ia perlu menyusul keatas untuk melihatnya? Ia menunduk sejenak dan berbicara.


"Hey... Aku berbicara denganmu.." seru Lily kesal.


Jose menoleh. "Kau berbicara denganku?"


"Tidak ada lagi orang disampingku selain dirimu, Tuan.." ucap Lily kesal.


Jose berdiri dan berjalan menuju tangga. Ia menatap keatas dan kembali menunduk. Ia memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya. Ia menatap wanita yang sejak tadi mengganggunya.


"Apa yang kau tanyakan tadi?"


"Siapa namamu? Apa hubunganmu dengan Brittany?" selidik Lily.


"Kau tidak perlu tahu namaku. Dan hubunganku dengan Brittany, hanya aku dan keluarganya yang tahu." jawab Jose pedas.


"Kau tampan tapi sayang ucapan mu pedas." jawab Lily sedih.


"Apakah kakakmu benar seorang dokter?" tanya Jose penasaran.


Lily mengerutkan keningnya. "Apa maksudmu? Kau meragukan kakakku?"


"Aku bukan meragukannya. Hanya saja tidak ada dokter dengan wajah.." ucap Jose tertahan.


"Setampan itu? Benar.. kakakku memang paling tampan diantara semua dokter. Iapun kebanggaan. Kau cemburu?" goda Lily.


"Itu tidak mungkin. Mereka berdua bersaudara.." ucap Jonas yang kini sudah hadir diantara mereka. Ia menepuk pundak Jose. "Aku sudah menganggap Jose ini sebagai anakku sendiri."


Lily melebarkan matanya. Ia tersenyum. "Kalau begitu, aku bisa menjadi menantu mu?"


Jose mengerutkan keningnya. "Kau tidak memiliki harga diri. Apakah kau tidak malu mengatakan hal itu?"


"Untuk apa aku malu? Aku tidak melakukan kejahatan!" elak Lily.


Jonas memegang lengan Jose dan membuatnya mundur. "Kau tidak penasaran dengan apa yang dilakukan mereka berdua?" tanya Jonas mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Jose mengangguk cepat. "Sangat. Aku penasaran. Ia tidak mungkin mau keluar kamar untuk berbicara dengan kita."


"Brittany akan luluh dengan rayuan kakakku." ucap Lily.


"Itu tidak mungkin karena aku mengenalnya."


"Jika ucapan ku benar, apakah kau mau berjanji satu hal padaku?" tanya Lily.


"Apa?"


"Aku ingin kau menjadi kekasihku."


Brittany terdiam dan menutup matanya ketika pria itu melepaskan perban yang membalut luka di wajahnya. Alv menatapnya dengan serius. Ia menyentuh bekas jahitan yang terlihat masih sedikit basah di tulang pipinya. Dengan jantung berdebar, ia menyentuh setiap luka di wajah wanita itu. Tadi pagi ia sempat mengatakan pada adiknya untuk memiliki kekasih, namun melihat pasiennya seperti wanita didepannya, ia terpikir untuk memiliki kekasih pula.


Kedua mata itu terbuka. Ia menatap Alv dengan serius.


"Apakah lukaku parah?"


Alv tersenyum. Ia menatap serius kedua mata Brittany. "Bola matamu sangat indah." ucapnya tanpa sadar. "Ah.. apakah yang ini masih sakit?" tanyanya kemudian.


"Hanya perih."


"Kau bisa membuka matamu? Matamu cantik. Sayang jika tidak terlihat."goda Alv. Sebagai dokter, ia memang terbiasa dengan candaan seperti itu. Ia melakukannya agar pasiennya tidak tegang. "Bagaimana aku bisa membantumu? Apakah kau ingin merubah wajahmu secara keseluruhan? Itu akan sangat beresiko."


"Aku pernah mendengarnya. Kalau tidak salah, ia salah seorang selebriti dunia." jawab Alv.


"Apakah kau ingat wajahnya?" tanya Brittany kembali


Alv menggelengkan kepalanya. Ia sering mendengar nama itu. Namun karena ia jarang menonton berita, ia tidak tahu wajah aktris itu. "Aku akan melihatnya di ponsel."


Brittany menundukkan wajahnya ketika pria itu mulai mencari.


"Jessy Julian, seorang istri sutradara muda yang menghilang tanpa jejak. Ya, sayang sekali. Ia terlihat cantik. Kau mau wajahmu seperti selebriti ini? Aku bisa melakukannya namun dengan pemeriksaan. Kau harus melewati beberapa pemeriksaan." ucap Alv. Ia menghela nafas. "Sayang sekali ia hilang."


Brittany mengangkat wajahnya. "Apakah kau akan percaya jika aku mengatakan bahwa Jessy Julian itu adalah aku?"


"Apa?" tanya Alv terkejut.


Brittany menoleh padanya. "Lihat wajahku baik-baik. Walaupun rambutku kini pendek karena kecelakaan itu, namun mata, hidung dan bibirku tidak bisa menipu. Lihatlah aku dengan jelas."

__ADS_1


Alv memperbesar gambar di ponselnya. Ia melihat dengan seksama. Kemudian ia menatap Brittany yang baru saja ia kenal. Ya, ia menemukan kemiripan. "Jadi suamimu adalah Dean Justin Lee?"


Brittany mengangguk


"Lalu, apakah suamimu tahu tentang ini?" tanya Alv.


Brittany menggelengkan kepalanya. Ia menatap dokter didepannya dengan serius. "Aku membencinya. Ia yang menyebabkan aku kehilangan bayiku. Aku sudah berpisah dengannya. Dan kali ini tidak ada Jessy Julian. Hanya ada Brittany Jonas. Aku baru saja lahir dan hanya kau yang bisa membantuku."


Alv mengangguk. Karena ia sudah berjanji akan membantu pasien ini, ia akan mengikuti semua permintaannya. "Apa yang bisa aku bantu?"


"Aku ingin membalas semua orang yang sudah mempermainkan dan menyakitiku. Ubahlah wajahku lima puluh persen saja. Aku ingin semua orang tahu jika Jessy Julian telah mati dan ada seseorang yang sangat mirip dengannya. Yaitu Brittany Jonas."


...***...


Isabel baru saja kembali setelah membeli sesuatu di supermarket. Namun ia kebingungan mendengar suara ribut Jose dengan seorang wanita dari luar. Ketika ia membuka pintu, ia terkejut melihat Lily ada didalam rumahnya.


"Lily?" panggil Isabel.


Lily yang sedang bertengkar dengan Jose menoleh. Ia tersenyum melihat wanita yang ia segani tiba dengan barang belanjaannya.


"Ah.. aku merindukanmu, Isabel.." ucapnya senang. Ia kemudian menoleh pada Jose. "Kalau kau merasa pria, bawakan belanjaan Isabel. Kau tidak tahu malu.." ucapnya ketus.


Jose menggeram marah namun ia menghampiri Isabel dan membawakan barang belanjaannya. Isabel melihat keduanya hanya bisa tersenyum. Ia melihat Jonas mengangkat kedua bahunya.


Isabel memegang tangan Lily. "Apakah kau datang dengan kakakmu?"


"Tentu saja. Ia sedang diatas dengan Brittany."


Isabel terkejut. Ia menatap Jonas. "Brittany mau bertemu dengan orang baru?"


Terdengar suara langkah kaki dari atas. Mereka melihat Brittany tengah dibantu oleh seorang pria disampingnya. Isabel langsung menatap Jonas tidak percaya. Setelah kembali dari Athena, bisa dipastikan Brittany tidak pernah keluar kamar satu kali pun. Namun kali ini berbeda. Ia melihat pria disamping anaknya. Apakah itu dokter yang diceritakan Lily? Ia menatap Lily.


"Ayo cepat kemari! Apa yang aku katakan tadi! Brittany turun bukan?" seru Lily pada Jose. Ia menarik pria itu untuk melihatnya langsung.


Jose terkejut melihat wanita yang ia kenal keluar dari kamar. Padahal ia susah sekali memintanya untuk turun.


"Kau ingat taruhannya?" tanya Lily.


Jose melirik dengan malas. "Apa maksudmu?"

__ADS_1


"Jadi kekasihku." ucap Lily.


Jose berjalan meninggalkannya. "Kau wanita gila!"


__ADS_2