Pesona The Twins

Pesona The Twins
36 Dua Lelaki Yang Berharap Alisha


__ADS_3

Ayra mendekati putranya. ia mengusap rambut panjang anaknya. Walau tak terlalu panjang tetapi bagi kaum Adam rambut putra sulung Ayra itu tergolong panjang, rambutnya jika terurai berada tepat di bawah dagunya. Namun walau memiliki rambut panjang. Ammar tidak tampil urakan. Ia selalu rapi. Walau kadang ia lebih nyaman mengenakan celana jeans dan kaos dalam kesehariannya.


Ia bahkan sering ke Kali Bening mengenakan celana Jeans. Ibarat pribahasa jangan menilai orang dengan penampilannya. Maka itu adalah istilah yang tepat untuk Ammar. Ia yang berpenampilan tak seperti orang relijius, tetapi jangan heran ketika putra sulung Ayra itu membaca Al Qur'an. Ia akan fasih, suaranya juga sangat enak di dengar. Kadang orang akan merendahkan dirinya sebagai cucu dari Kyai Rohim. Tetapi bagi mereka yang duduk atau mengenal Ammar justru ia termasuk muslim yang taat. Ia tak sibuk dengan penampilan nya agar terlihat alim. Tetapi ia lebih sibuk memperbaiki dan menjaga kualitas ibadahnya.


Seperti shalat dan puasa, tak banyak yang tahu jika ia sering puasa Senin Kamis. Suatu kebiasaan yang sering dilakukan sedari kecil bersama sang ibu. Walau ia tak di pesantren, didikan Ayra hampir sama seperti di pesantren. Ayra tak akan sampai mendaratkan cubitan di perut anaknya jika bukan perkara shalat. Sehingga bagi Ammar shalat bukan hal yang memberatkan karena terbiasa tepat waktu dan dilakukan sejak kecil.


"Mama tahu kamu tidak meminta rasa itu. Allah yang memberikan rasa. Tetapi itu kenapa kita diberi akal agar bisa berpikir dan mendapatkan ilmu. Sebuah ilmu sesuai yang Allah inginkan. Kalaupun kamu terlanjur menyukai perempuan itu. Maka gunakan akal dan Ilmu mu untuk mengatakan tidak boleh berlanjut. Tidak mudah memang Nak. Tetapi bisa jika kita berusaha." ucap Ayra pada Ammar.


"Kalau dia sudah bercerai, Mama mau melamar nya untuk ku?" Tanya Ammar sambil mendongakkan kepalanya.


Ayra mendelik kearah putranya.


"Kamu berharap suami istri berpisah? Berharap keburukan menimpa saudara muslim mu? Jangan jadi orang ketiga nak." Ucap Ayra merasa tak percaya anaknya berharap seorang perempuan bercerai dari suaminya.


"Ma, Perempuan itu disiksa tubuhnya. Maka pernikahan macam apa jika masih terus dipertahankan. Apakah ada perempuan yang bahagia dengan diperlakukan begitu kasar pada suaminya?" Jelas Ammar. Ia masih bisa mengingat luka di kepala Alisha. Bagaimana d@rah segar mengalir karena di bentur dengan keras hingga kepalanya membentur besi.


Belum lagi suara rintihan Alisha saat ia menerima cambukan yang berasal dari gesper lelaki itu.


Ayra tertegun mendengar penjelasan Ammar.


"Jika memang dia bercerai. Itu bukan karena ada kamu diantara mereka. Dan bukan kamu alasan mereka berpisah nak. Tapi memang karena permasalahan dalam rumah tangga mereka." Pinta Ayra pada Ammar.


"Baiklah, tapi jika memang mereka berpisah. Ammar ingin Mama melamar nya untuk ku." Pinta Ammar.

__ADS_1


"Itu bukan perkara sulit. Namun bagaimana jika akhlaknya tak bagus. Karena kamu sepertinya begitu fokus pada kecantikannya saja. Ingat nak, ketika menikah lambat lain kecantikan akan menghilang. Semua keburukan pasangan kita akan tampak. Dan sanggupkah kamu menerima keburukan prilaku istri mu, kekurangan istri mu di balik kelebihan kecantikannya?" Tanya Ayra memegang hidung mancung putranya.


"Aku tidak tahu Ma. Karena aku belum mengarungi biduk rumah tangga. Tapi bukan kah Mama bilang ilmu akan menjadikan kita mudah dalam menjalani hidup, termasuk dalam berumahtangga. Maka aku akan berusaha menerapkan apa yang mama dan papa ajarkan pada ku. Untuk memperlakukan istri ku dengan baik dan bersabar jika akhlak nya tak baik. Bukankah begitu makna yang terkandung dalam QS. Annisa ayat 19?" Ucap Ammar.


"Aku tidak akan hadir diantara dia dan suaminya Ma. Tetapi apakah boleh aku meminta pacar Marvin membantu dirinya selama dia belum tahu arah?" Tanya Ammar lagi.


Ayra mengangguk ia juga melemparkan senyumnya pada sang anak. Ia tak bisa menyalahkan anaknya yang memiliki rasa cinta pada istri orang. Tetapi ia bisa meminta anaknya agar menahan rasa yang ada sampai waktu berbicara apakah mereka berjodoh atau tidak. Cinta memang tak bisa tahu kapan datangnya dan akan berlabuh pada siapa. Akan tetapi andai mata bisa menjaga pandangannya maka hati tak akan cepat berlabuh.


"Tetapi untuk sekarang Mama harap kamu bisa menahan dirimu. Jangan dekati perempuan itu dulu, jangan hadir diantara keributan rumah tangga orang. Apalagi kamu memiliki rasa. Mama padahal sering mengingatkan kalian anak-anak Mama. Hati-hati, jangan sampai jatuh hati sebelum menikah. Kalau memang merasa sudah siap berumahtangga kenapa tidak segera mencari calonnya. Jadi tidak terjadi hal seperti ini." Ucap Ayra sambil terus mengusap rambut Ammar.


Lelaki itu pun memetik senar gitarnya dan lagu yang di mainkan anaknya membuat Ayra menjewer telinga Ammar pelan.


"Jreeeng.... Jreeenggg... Jreng...."


"Kau masih gadis atau sudah janda.... Mari Katakanlah jangan ragu..."


Saat ibu dan anak itu sedang berbincang bersama di kamar Ammar. Nur justru sedang berbicara pada Bram lewat vya pesan.


[Pa, Nur mohon izinkan Nur ke suatu tempat. Nur ingin membantu pencarian Mas Ibra.]


[Tidak Nak. Sementara biarkan orang-orang Papa yang mencari. Papa tidak mau ada yang juga mencari mu. Kamu tahu bukan jika sekelompok orang sedang mencari keberadaan mu. Percayakan pada orang-orang Papa.]


Nur pun menghela napasnya pelan. Ia berharap Bram memberikan izin padanya agar bisa bertemu teman yang ingin ia minta bantuan. Namun sang teman tak kunjung memberikan jawaban atas pesan yang ia kirim. Nur pun bingung. Biasanya perempuan itu cepat menjawab. Ia menang sudah hampir satu tahun ini tak berkomunikasi. Ia sedang sibuk menuntaskan misi nya kemarin.

__ADS_1


"Dimana kamu Ar. Apakah kamu sedang menjalani misi. Semoga kamu segera membaca pesan ku. Aku membutuhkan pertolongan kamu Ar. Andai kemarin aku tak mengundurkan diri mungkin aku bisa bergerak leluasa. Pergi dari sini bisa membuat keluarga suami ku kehilangan kepercayaan. Cinta mereka begitu tulus dan besar untuk ku.... Hhhhh... Aku akan bersabar dulu sambil menunggu kabar." Ucap Nur sambil duduk di dalam lemari Ibrahim.


Ia pun menarik satu buku. Seperti buku diary. Ia membaca buku itu. Ibrahim mencatat kisah-kisah lucu hanya dengan kalimat yang singkat dan diberi tanggal. Nur pun membuka lembar demi lembar. Hingga ia tiba pada lembar dimana ada sebuah kalimat yang membuat ia penasaran.


..."Next Misi. Merpati Putih Memakan Remahan Roti"...


"Aku harus mencari tahu arti sandi Misi ini." Ia melihat sebuah gambar tempat dimana pabrik tempatnya bekerja saat pertama ia bertemu dengan sang suami serta sebuah id card sebagai tenaga kerja buruh di pabrik itu.


Nur mengambil selembar kertas. Ia mencoba menulis sesuatu. Ia sedang mencoba mencari makna dari sandi itu. Sambil menunggu jawaban dari temannya. Disaat Nur sedang mencari sandi. Di negara kangguru terdapat lelaki yang sedang mencari seseorang. Ia menghubungi beberapa orang agar bisa membantu mencari keberadaan istrinya.


"Someone is hiding Her." Ucap Alek pada orang di seberang ponselnya.


[Seseorang sedang menyembunyikan dia]


Ketika sambungan telepon berakhir. Ia pun menggenggam erat ponselnya. Ia menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi hidrolik. Ia memejamkan kedua matanya. Ingatannya kembali kepada masa dimana saat anaknya baru berusia dua bulan. Saat malam naas itu terjadi, ia kebingungan saat ibu mertuanya menanyakan keberadaan sang anak satu-satunya. Ia yang memang mengandalkan ibu mertuanya sebagai sumber uangnya. Maka putrinya yang telah tiada membuat dirinya berpikir keras.


Malam hari sambil membawa anaknya ke rumah sakit karena suhu tubuhnya panas. Ia mengendarai mobil cukup panik. Belum lagi satu kejadian yang terus saja mengganggu pikirannya. Ia pun akhirnya tak memperhatikan jalan. Saat itu ia masih tinggal di vila. Maka ketika akan keluar dari wilayah hutan itu. Ia menabrak seseorang yang entah tiba-tiba saja jatuh tepat diatas mobilnya. Beruntung ia cepat mengerem. Jika tidak Orang itu akan terlindas oleh nya.


Saat ia keluar, ia begitu panik karena melihat orang yang ia tabrak berlumuran darah. Ia yang belum selesai dengan satu masalah harus kembali dihadapkan dengan masalah baru. Ia pun membawa perempuan itu kerumah sakit. Khawatir akan terjadi pemeriksaan, ia pun mengaku jika itu adalah istrinya. Saat dirumah sakit ia cepat menghubungi seseorang untuk mengurus semua yang berkaitan dengan data perempuan yang ia tabrak. Dan seolah takdir memihak pada Alek. Perempuan yang ia tabrak mengalami koma selama satu bulan. Setelah sadar ia pun lupa ingatan.


Ya perempuan itu adalah Alisha. Alisha sebenarnya nama istri Alek. Ibu dari Hanifah. Ia menganggap kehadiran Alisha palsu menjadi Dewi penyelamat baginya. Ia juga merasa sangat senang bertemu Alisha palsu itu. Namun saat Alisha menghilang setelah kejadian di hotel kemarin, maka ia begitu cemas. Ia khawatir mertuanya akan bertanya tentang keberadaan anaknya.


"Sial. Kemana perempuan itu. Bisa habis aku kalau mertua ku tahu jika anaknya sudah tidak ada di dunia ini. Kemana kamu Alisha.... Aku patahkan kaki mu jika aku menemukan mu kali ini." Ucap lelaki itu sambil memandang foto pasport Alisha.

__ADS_1


Ya Alex memanipulasi data perempuan yang ia tabrak. Ia sengaja merubah penampilan perempuan itu seperti sang istri yang mengenakan cadar. Ia sebenarnya bukan orang yang terlalu religius. Namun saat ia berkenalan dengan Alisha. Ia yang ditugaskan oleh kelompoknya untuk menjadi pencari dana maka ia memanfaatkan ibu mertua yang kaya tetapi tak mampu lagi mengontrol bisnisnya. Pengusaha minyak itu akhirnya menyerahkan semua bisnisnya kepada menantunya. Alex memindahkan semua bisnisnya ke Australia agar bisa bebas dari mertuanya. Hingga suatu malam terjadi hal yang tak diinginkan. Istrinya diminta menjadi pengantin untuk misi di negara lain, istilah mereka dalam misi b0m bunuh diri.


Dan kejadian itu tak diketahui oleh Alek. Ia tahu ketika istrinya telah pergi dan menghilang. Sang istri yang malang. Ia sebenarnya telah di cuci otak oleh kelompok tertentu yang hanya memanfaatkan mereka untuk kepentingan mereka. Alek hanya bisa patuh pada keputusan organisasi. Hingga ia bertemu Alisha palsu.


__ADS_2