Pesona The Twins

Pesona The Twins
54 Dua hati, Buah Hati Ayra


__ADS_3

Nur menemani Ayra di kamarnya. Ibu mertuanya begitu pucat hari itu. Ia tak tahu apa yang sedang dipikirkan ibu tiga anak itu. Ia menduga jika Ayra masih memikirkan Ibrahim suaminya. Sedangkan Nyatanya Ayra juga mengkhawatirkan Sulungnya yang belum ada kabar.


"Istirahatlah Nur. Mama tidak apa-apa. Mama hanya tak enak badan." Ucap Ayra.


"Mama mau menyimak bacaan Nur? Setidaknya biar yang ada di janin Nur ikut mendengarkan." Ucap Nur untuk menghibur Ayra. Ia tahu bahwa sang ibu mertua juga penghapal Quran. Hal itu ia lihat kala sang ibu mertua duduk di ruang kerjanya dan Ayra membaca hapalannya, sang ayah mertua menatap Al Qur'an menyimak bacaan sang istri.


Maka dari itu Nur tetap bersabar menanti di kediaman Ayra untuk kabar suaminya. Ia sudah jatuh hati pada ibu mertuanya yang begitu rendah hati, begitu menyayangi dirinya. Belum lagi pasangan mertuanya itu selalu tampak harmonis dan romantis. Dua kakak ipar yang juga selalu memperhatikannya. Bahkan grup wa keluarga dimana Nur baru bergabung, Qiya dan Ammar kadang tak lupa memberikan semangat pada dirinya agar selalu bahagia agar janinnya tumbuh dengan baik.


Ayra pun mengangguk. Ia menepuk-nepuk punggung tangan menantunya. Ia bahagia salah satu anaknya bertemu jodoh yang juga mencintai Allah dan Rasulnya dengan memasukkan ayat-ayat suci itu dalam dirinya tidak hanya hapal tetapi juga menerapkan dalam kehidupan nya.


Setelah selesai hampir setengah jam, Ayra meminta Nur berhenti. Mereka pun berbincang.


"Mama tahu, saat pengantin baru akan sibuk bermesraan. Aku dan Mas Ibra justru saling menceritakan siapa orang yang kami cintai sebelum kami menikah. Dan Mas Ibra bilang dia begitu bangga lahir dari rahim Mama." Ucap Nur sambil menyandarkan kepalanya di lengan Ayra. Kini ia telah duduk di sisi Ayra. Karena sang ibu mertua meminta itu. Ia tahu bahwa menantunya sedang tidak baik-baik saja.


"Mas Ibra bilang, Mas Ibra itu jarang bertemu dengan Mama. Karena dia mondok dari kecil. Tapi Mama selalu hadir disaat mas Ibra membutuhkan Mama. Padahal Mama sibuk sekali di perusahaan, mengurusi rumah juga karir politik Mama. Ajari Nur agar bisa menjadi ibu yang seperti Mama. Agar Nur juga diidolakan anak-anak Nur." Ucap Nur pada Ayra.


"Tidak Nur... Suami mu tak mengidolakan Mama. Tetapi mereka sebenarnya mengidolakan para wanita-wanita terhebat yang mendampingi Rasulullah. Mama bisa mendidik dan membesarkan mereka itu dengan belajar dari sosok-sosok hebat itu." Ucap Ayra.


"Mama mai menceritakan pada Nur?" Ucap Nur sambil menoleh ke arah Ayra.


Ia yanh sedari kecil yatim piatu begitu bermanja-manja pada sang ibu mertua. Jiwa Ayra yang begitu penuh kasih sayang, membuat menantunya itu merasa menemukan sosok ibu yang ia rindukan sedari kecil.


Ya Ayra adalah sosok yang diidolakan tiga anaknya. Jika anak-anak orang lain akan mengidolakan artis korea atau yang lainnya. Anak-anak Ayra mengidolakan Ayra.


"Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam adalah teladan utama dan terutama dalam agama kita. Namun, ada beberapa perempuan-perempuan teladan juga dalam Islam. Yang cukup masyhur ada empat. Sayyidah Khadijah binti Khawalid, Fatimah Az-Zahro putri Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, Asiyah isteri Fir'aun, dan Maryam binti Imran." Ucap Ayra sambil menepuk-nepuk punggung tangan Nur yang berada di atas paha Ayra.


"Khadijah binti Khawalid, istri pertama Rasulullah. Khadijah adalah orang pertama kali yang masuk Islam dan selalu mendukung Rasul dalam berdakwah. Wanita yang pernah dijuluki ratu mekkah karena keberhasilannya dalam berdagang itu menyerahkan seluruh kekayaannya kepada sang Suami. Bahkan ia dijauhi sahabat-sahabat nya karena mendukung perjalanan dakwah Rasulullah. Saat melahirkan pun, tidak ada sahabatnya di sampingnya kecuali seorang pelayannya yang selalu setia kepadanya. Perempuan yang kaya itu justru ketika wafat, tak selembar kafan pun dia miliki. Bahkan baju yang dikenakan di saat menjelang ajal adalah pakaian kumuh dengan 83 tambalan." Ayra selalu tak mampu mengenang kisa memilukan setiap perjuangan istri Rasulullah. Ia bahkan merasa malu sebagai umatnya Rasulullah tetapi belum bisa meniru seperti apa seorang istri bersikap dalam mendukung suaminya.

__ADS_1


Air mata Ibu Ammar itu sudah mengaliri pipinya.


"Begitu cintanya beliau pada sang suami. Bahkan ia tak berani meminta sorban yang biasa digunakan Rasulullah saat menerima wahyu untuk dijadikan kain kafannya. Beliau begitu takut akan siksa kubur. Sehingga mintakan kepada Ayah Fatimah yang tak lain Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, agar beliau memberikan sorbannya. Sungguh istri yang selalu ingin membahagiakan suami bukan meminta dibahagiakan oleh suaminya." Ucap Ayra.


Namun tiba-tiba suara lelaki yang dari kemarin sore di khawatirkan Ayra justru melanjutkan kembali cerita Ayra yang tertunda.


"Lalu ada Asiyah binti Muzahim. Beliau adalah isteri Fir'aun, yang karena kekadabburannya mengaku dirinya sebagai tuhan. Bagiamana besar keimanan Asiyah. Sampai-sampai Asiyah harus menahan beratnya hantaman batu di bawah terik matahari atas interuksi suaminya sendiri yaitu Fir'aun. Dan itu membuat Asiyah meninggal dengan membawa kekuatan imannya, ia mati tersenyum. Akan tetapi, Fir'aun menganggapnya gila karena saat disiksa malah tersenyum. Sungguh aku pun iri akan kisah ini, bisakah aku mati dalam kekuatan iman." Ucap Ammar yang dari tadi mendengarkan suara Nur mengaji dan ibunya bercerita.


Ia tak tega mendengar ibunya menangis maka ia masuk tanpa mengetuk kamar sang ibu karena ia tahu ada Nur di sisi Ayra.


Ammar duduk di sisi kiri Ayra. Ia mencium punggung tangan Ayra.


"Maafkan Ammar membuat Mama khawatir. Ponsel Ammar kemarin kehabisan daya. Ammar ta bermaksud membuat Mama khawatir." Ucap Ammar.


Ayra memeluk Ammar seperti ia begitu rindu berat. Rasa rindu pada Ibrahim seolah ia tumpahkan pada putra sulungnya.


"Sreet..." suara kursi ditarik oleh Bram.


"Dan Maryam binti Imran adalah wanita suci kelahiran Jerussalem. Beliau adalah wanita teladan yang diabadikan kisahnya dalam Al-Qur'an. Dialah Ibunda Nabi Isa. Wanita mulia yang tidak mempunyai suami tetapi memiliki anak. Dia hamil langsung melalui perantara malaikat Jibril.Disaat ia dituduh berbuat m3Sum dengan laki-laki. Allah memberikan Irhas terhadap Nabi Isa.Bahkan Ujian terberat Maryam adalah ketika Nabi Isa diangkat ke langit oleh Allah. Dan kini... Istriku jangan menangis lagi, jangan khawatir lagi. Putra sulung mu telah pulang." Ucap Bram menatap Ayra.


Nur melihat bagaimana keluarga suaminya itu memiliki pesona luar biasa. Ia tak menyangka jika Ammar yang penampilannya jauh dari kesan religi justru bisa mengerti kisah salah satu perempuan hebat di agamanya. Berbeda dengan Ammar, cukup melihat cara berpakaian sang suami saja Nur sudah tahu bahwa suaminya orang alim.


"Lalu kalau Fatimah Az-Zahra?" Tanya Nur menatap Ayra. Ayra merangkul menantunya itu.


"Beliau adalah sosok yang dengan mudah beliau menyerahkan hartanya yang dimiliki untuk dimanfaatkan di jalan Allah. Bahkan Sayyidah Fatimah tidak memiliki pakaian yang pantas di rumah ketika ada tamu yang datang. Dan karenanya, Rasulullah memberikan jubahnya kepada sang putri untuk menutupi dirinya. Bahkan kisah mas kawin Sayyidah Fatimah yang sangat sederhana juga bukti kezuhudan beliau." Ucap Ayra pada Nur.


Ammar meneruskan kembali kisah perempuan yang begitu di kagumi oleh Qiya adiknya.

__ADS_1


"Kamu tahu Nur, sebagai seorang istri. Beliau justru ikhlas melakukan pekerjaan rumahnya. Ketika ia menghaluskan gandum, tangan yang lainnya justru menggendong anaknya. Dan tangan beliau hingga bengkak.Dan salah satu yang membuat Qiya mengidolakan Sayyidah Fathimah yaitu beliau tetap tampil sederhana, dengan segenap kebesaran dan kemewahan jiwanya. Sungguh beruntung para lelaki andai setiap istri mau belajar dari kisah-kisah perempuan hebat seperti yang banyak di kisahkan."


Seolah Ayra adalah pelipur lara kala anak nya susah. Pemberi pendapat kala anaknya bimbang. Ayra justru mengeluarkan kata-kata yang membuat Ammar terdiam dan terpaku kembali mengingat Alisha alias Arumi Mayang Dahayu.


"Dan Istri-istri yang beruntung juga yang memiliki suami yang sabar dalam mendidik isterinya. Jika para suami bisa bahagia jika bisa meniru akhlak para istri Nabi dan perempuan hebat pada masa nya. Maka Para suami hendaknya juga bisa meniru akhlaknya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dalam berumahtangga." Ucap Ayra sambil menarik sudut bibirnya. Ia bahagia kini anaknya kembali dengan keadaan sehat.


"Mama benar. Aku mengharapkan Arumi menjadi Sayyidah Fatimah. Apakah aku mampu menata hati seperti Sayidina Ali... Malam nanti aku akan minta pendapat Mama untuk melamar Arumi atau melupakannya." Batin Ammar.


Disaat Ammar merasa jika ia harus memilih. Qiya melihat dokter Gede yang telah kembali kerumah sakit. Ia melihat dokter itu bersembunyi di balik dinding pembatas ruang administrasi. Qiya di buat kagum akan sosok lelaki yang sudah beristri dan beda agama. Hatinya mengaggumi Dokter Gede. Ia khawatir semakin menyukai dan jatuh hati pada lelaki yang telah beristri. Malam itu saat shift malam, kembali hati Qiya dibuat kagum akan sosok dokter kelahiran Bali dan tampan itu.


"Siapa yang membayar biaya perawatan anak saya? Kenapa sudah lunas?" Ucap Ibu-ibu di depan bagian administrasi.


"Seorang dokter yang tidak ingin disebutkan namanya."Ucap perawat itu. Namun saat dokter Gede berbalik alangkah kagetnya ia hampir menabrak Qiya yang sedari tadi tak berani melangkah karena melihat dokter pembimbingnya seperti bersembunyi.


"Dok-ter. Qiya..." Ucap Dokter Gede.


Qiya cepat menunduk. Hatinya berdebar tak karuan kalah tatapan nya bertemu dengan sang dokter.


"Astaghfirullah... Perasaan apa yang merayapi hati ini... Jauhkan hamba dari rasa tertarik pada lelaki yang telah beristri Rabb. Izinkan hati ini berlabuh pada dia yang masih sendiri." Batin Qiya.


"Astagfirullah... Sepertinya Ibu betul. Aku harus segera memastikan perasan ini dan segera melamarnya. Agar setidaknya aku tidak nervous begini ketika bertemu dia. Tapi kalau di tolak bagaimana?"


Dua hati yang mulai tertarik namun menjaga cinta mereka. Mereka khawatir Setan bermain-main dengan hati mereka.


  


 

__ADS_1


 


__ADS_2