
Asminah artinya adalah jasmine flower, dia memang sakit-sakitan dari kecil namun hatinya sangat baik dan bijak, terkesan rendah hati dan selalu mengalah dengan Asmirah. Lahir lebih dulu menjadikan dia adalah adik dari Asmirah, karna dulu tidak ada usg jadinya kurang tau kalau bayinya ternyata kembar. Kembar identik yang membedakan hanya rambut saja, rambut Asminah hitam legam bermata hitam juga, sedangkan Asmirah berwarna kecoklatan, serta cara bicara Asminah sangat kalem dan tenang, sangat berbeda dengan Asmirah yang lebih ekspresif dan energik, tak sulit membedakan mereka berdua.
Di penglihatan tante Wulan, Asminah sangat dimanja mungkin karna dia yang sakit dan berkekurangan dalam kekuatan, tetapi Asmirah gadis cantik yang penuh tawa itu terkadang menghadirkan banyak ekspresi dan pandai berakting, orang tuanya tau saat Asmirah latihan dikaca bagaimana ekspresi sedih dan belajar ekspresi yang meyakinkan orang sekitar, saat ditanya Asminah kenapa Asmirah begitu, katanya dia ingin menjadi lakon yang terkenal. Karna dia di dalam keluarganya kekurangan cinta sedangkan jika diluar dia sangat dikagumi kecantikannya, dia bisa berpacaran dengan siapapun yang dia mau. Sedangkan Asminah lebih banyak di rumah belajar dan membaca buku kalau Asmirah lebih suka berjalan-jalan keluar.
__ADS_1
Asminah adalah anak yang penurut dan tidak mau menyusahkan orang tuanya dia selalu bisa diandalkan dan tidak pernah berontak sangat berbeda dengan saudara kembarnya, bahkan saudaranya bisa membuat pembantu dirumah itu merasa sedih dan hancur karna kelakuannya yang baik didepan orang dan buruk jika tak ada yang melihatnya, dulu Asmirah pernah ketahuan membully warga lokal sekitar dianggap jelek dan miskin dan dikasih tau pembantunya agar tidak seperti itu karna sama-sama manusia tetapi Asmirah malah tersinggung dan memusuhi pembantunya dan menjahili pembantunya agar dianggap sebagai pencuri. Tapi karna orang tua Asmirah tau kelakuan Asmirah dibelakang mereka dan lebih membiarkan daripada dikasih tau malah membangkang dan membuat sakit kepala, akhirnya pembantunya dipulangkan dan meminta anaknya agar menganti untuk bekerja dengan mereka. Sang pembantu takut terjadi apa-apa karna anaknya masih cukup kecil, namun orang tuanya meyakinkan kalau tidak akan ada apa-apa yang terjadi. Akhirnya Asmirah puas pembantu itu dipecat karna tuduhan mencuri padahal Asmirah yang mencuri, barang curian itu dijualnya ke pasar dan barter dengan baju-baju baru. Dia juga tak lupa membagikannya dengan saudara kembarnya hanya saja saudaranya tidak mau memakai karna itu dari barang curian, sedangkan Asmirah tidak terima kalau itu barang curian, bukankah yang ada di rumah itu juga miliknya.
Kehidupan dua gadis sangat-sangat bertolak belakang, yang satu berusaha untuk sembuh dan yang satunya tukang berontak sampai suatu ketika dia menyukai lelaki yang tampan dan tinggi sayangnya lelaki itu malah suka dengan Asminah, Asmirah sangat kesal dan iri, kenapa semua orang menyukai saudaranya yang sakit itu, padahal dia lebih sehat dan cantik, dia berdandan dan membuat lelaki itu jatuh cinta padanya namun lelaki itu tak tertarik karna dia menyukai wanita dengan rambut hitam, akhirnya Asmirah juga mencari pewarna agar rambutnya hitam juga, saat mengganti warna rambut, orang yang belum kenal mereka dengan baik akan kebingungan, karna sangat mirip tetapi dari cara ngomong saja sudah berbeda.
__ADS_1
Asmirah mendekati lelaki itu yang dia pikir kalau Asmirah adalah Asminah, mereka ngobrol, ketawa-ketawa, bahkan suara dan nada Asmirah dia ubah meniru saudara kembarnya, Asminah pun tau dan marah pada Asmirah kenapa dia menirunya, Asmirah hanya senyum saja, bukan meniru tapi mereka kembar. Asmirah juga meminta mereka untuk bertukar tetapi Asminah tidak mau dan kesal dengan Asmirah yang semakin hari semakin menyusahkan saja.
Semakin lama kondisi Asminah menurun dan sering terbaring dan meringkuk kesakitan, dia semakin tak bisa keluar meski hanya untuk menikmati udara segar. Dia hanya bisa berdiam dikamarnya, untuk makan dan mandi aja tak bisa sendiri. Dia hanya diam seperti menunggu ajalnya, saat malam Asmirah sering datang hanya untuk ngobrol dan menceritakan hari-harinya, seperti memanas-manasi Asminah karna dia tak bisa apa-apa sedangkan Asmirah yang jalan sesuka hati terkadang untuk jalan dengan lelaki itu dia merubah diri menjadi Asminah, dia ketawa-tawa dan juga mengejek Asminah, Asminah hanya diam saja karna dia bingung mau merespon apa, karna Asminah tidak bisa merespon akhirnya semakin menjadi lah ulah Asmirah yang kadang katanya malu punya saudara kembar yang penyakitan dan tak bisa diajak bersenang-senang bersama, bahkan Asminah juga mencuri spotlite yang harusnya punyanya Asmirah, Asmirah semakin hari semakin benci dan kesal karna dia tak pernah dimanja atau diajak untuk tertawa bersama keluarganya, padahal dia tidak sadar kalau dia sendiri yang menyebabkan hal ini terjadi.
__ADS_1
Setiap hari Asminah mencoba bangkit dan sembuh tapi mentalnya dijatuhkan oleh Asmirah dan membuat Asminah semakin sakit karna di dalam pikirannya sudah kacau. Ibunya sangat sedih dan rasanya juga ikutan sakit tapi suaminya menyemangati mereka berdua untuk segera pulih, karna jika mencoba pulih dan berpikiran positif maka itu akan terjadi secara nyata, tapi sebaliknya bisa saja semakin terpuruk dan semakin dalam, ibunya memberikan nama yang indah untuk kedua anaknya itu dengan pengharapan yang baik, maka ibunya juga berpikir yang waras dan positif, dia mulai dengan ngobrol dengan tenang sama Asmirah walaupun responnya selalu berakhir Asmirah marah-marah dan membentak ibunya, tapi pelan-pelan dia berharap dapat mengubah Asmirah menjadi lebih baik. Tetapi semakin sering sang ibu mencoba, semakin sering pula Asmirah membangkang dan terkesan meremehkan ibunya dan saudaranya. Sampai pada masa Asminah kritis dan tak tertolong lagi, disitulah Asmirah menjadi semakin bertopeng.
Kehidupan bagaikan di neraka saat ditinggal Asminah pergi ke surga, sangat-sangat membuat kepala sakit dan merenggang hubungan ibu dan anak, sang ibu memilih menjauh karna tidak mau menjadi sakit dan ambil pusing, karna mereka mempunyai banyak pembantu, jadi salah satu dari pembantu itu disuruh mengurus Asmirah, dan pembantu itu juga yang ikut Asmirah saat Asmirah pindah kerumah baru, tapi saat Asmirah tinggal dirumah lama pak Broto, pembantu itu belum ikut. Keluarganya mencarikan jodoh yang baik untuk Asmirah, tapi ternyata Asmirah memilih pak Broto yang awalnya tidak direstui keluarganya dan Asmirah memaksa dan keluar dari rumah itu.
__ADS_1