Rumah 7 Turunan

Rumah 7 Turunan
36. Bayangan Kelam


__ADS_3

Kali ini aku ingin lebih dekat dengan Asmirah, bukankah musuh terdekat adalah orang terdekat, jadi aku berencana untuk mendekati Asmirah agar sedikit banyak mengerti posisi dia bagaimana. Hanya saja aku masih tercengang dengan semua yang aku alami dan begitu gelapnya cerita dibalik rumah ini. Padahal dulu aku hanya ingin menyewa rumah ini hanya untuk kantor dan basecamp kami bekerja dan berkarya. Sungguh tak di sangka jika ada masa kelam dibalik rumah yang indah ini.


Hari ini pak Broto pergi mengajak Batara untuk mencari inspirasi, sedangkan aku ingin ikut tapi ini kesempatan untuk lebih dekat dengan Asmirah. Aku membantunya membuat poffertjes kue tradisional belanda, mungkin sekarang seperti panekuk yang rasanya lembut dan enak. Sisi baiknya aku bisa makan makanan khas orang jaman dulu. Asmirah sangat telaten bahkan menurutku di jaman ini dia termasuk orang yang berkecukupan, apa karna dia turunan campuran yang bisa membuat derajat suaminya yang asli pribumi naik.


Atau pak Broto menjadi penurut dan baik karna yang berperan dalam masalah finansial banyaknya dari Asmirah. Rumah ini di jaman sekarang adalah rumah orang yang cukup, sedangkan dalam penglihatanku rumah pak Broto sangat sederhana sekali. Tapi Asmirah juga bisa beradaptasi tinggal di rumah pak Broto, hanya saja dia pembunuh.


"Bu... kue ini enak sekali. " Ujarku untuk menyenangkan hatinya.


"Iya nak, ibu juga sangat menyukainya, apalagi ditambah madu. " Jawabnya penuh senyuman.


"Bu, ibu ingat tidak saat aku kemarin ketakutan? " Tanyaku.


"Iya, kenapa? " Tanya Asmirah, seolah tahu kemana jalan perbincangan ini.


"Bu.. rumah ini sepertinya terlalu besar untuk keluarga kita, aku takut karna aku melihat hantu bayangan hitam. " Ucapku mencoba perbincangan ini untuk menjadi santai.


"Tidak besar, ini rumah yang cukup untuk kita semua, adikmu kan akan segera lahir nak, dan ini rumah yang cocok untuk generasi selanjutnya kedepan nya. " Jawabnya tenang.


"Kenapa bisa begitu bu? " Tanyaku bingung.

__ADS_1


"Kelak, tanah ini akan menjadi mahal dan masuk kedalam lingkungan elit dimasa depan, jadi nanti anakmu atau cucumu juga bisa merasakan hal baik dan cukup. " Jawabnya sambil menatapku.


"Jadi bagus untuk diwariskan ya bu? " Tanyaku lagi.


"Iya nak, hal yang sedang kita upayakan sekarang adalah hanya untuk membuat anak kita dan keturunan kita hidup dengan baik, saat ini kita susah dalam masa penjajahan, semoga saja dengan cepat ekonomi kita tumbuh, ada hal baik yang kita wariskan pada anak cucu kita. Kita hidup untuk keluarga. " Ucapnya dengan nada sangat lembut bahkan sangat tulus.


"Kenapa ibu berpikir begitu? " Tanya ku lagi.


"Kamu nanti jika memiliki anak akan mengerti nak, bagaimana kita harus menempatkan diri sebagai istri, sebagai ibu, atau sebagai yang lain. Hidup hanya untuk menyenangkan orang lain juga menyakitkan, hidup hanya untuk diri sendiri adalah hal yang tidak baik. Bagi ibu, hidup untuk keluarga itulah yang ibu lakukan. " Jawabnya dengan mata berkaca-kaca.


"Jadi nanti aku juga akan seperti ibu? " Tanya ku.


"Tidak harus, jadilah seperti yang kamu mau nak, ibu dan bapak hanya menyiapkan jalan agar jalan yang kamu jalani tidak terjal dan berliku. Seperti jalan dari ibu dan bapak yang naik gunung turun lembah bahkan lewati jurang, yang kami mau hanyalah kebahagiaan anak-anak kami." Jawabnya lagi.


Memang, sejahat apapun, sekelam apapun prilaku seorang ibu, kasihnya tetap sepanjang masa. Hal yang buruk baginya mungkin saja bagian dari cerita pahit hidupnya, tapi jika itu persoalan anak dan keluarga, ibu adalah satu-satunya penyejuk dalam gerahnya rumah. Itulah tanggung jawab sebagai ibu.


"Ibu, kenapa bisa suka sama bapak? " Tanya ku ingin tahu.


"Bapakmu itu pekerja keras dan baik hatinya. Di tatap mata ibu saja sudah tahu kalau bapak suka sama ibu. " Jelasnya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Jadi .. bapak dulu yang suka ibu? " Tanyaku.


"Iya... kelak kamu juga harus bertemu lelaki yang sangat mencintaimu, jika sebaliknya mungkin hatimu akan sedikit terluka karna cintamu lebih besar, jadi usahan sebaliknya ya nak. " Jelasnya sambil mengelus rambutku.


"Memang bapak tak pernah menyakiti ibu? " Tanyaku lagi.


"Tidak ada jaminan memang jika kita dicintai maka tak jika pernah tersakiti, karna bapak orang yang baik kadang baiknya dia membuat hati orang lain terluka. " Jawabnya sembari menghapus air mata yang tiba-tiba berlinang.


"Ibu, kenapa menangis? " Tanyaku kaget.


"Tak apa nak, ibu hanya terbesit masa lalu. Sudah kamu ini banyak tanya, sekarang saatnya makan kue nya. Ibu mau antar kue ini ke oma opa dulu ya. " Terangnya sambil berlalu pergi.


Asmirah adalah orang baik yang berubah menjadi jahat karna kekecewaan, hanya itu rangkumanku saat ini. Aku belum bisa berbuat banyak, memang terkadang orang yang sangat baik bisa berubah menjadi jahat karna sesuatu hal yang sangat mengecewakan nya. Seperti kisah dibanyak film yang aku tonton. Apakah tadi dia juga merasa kecewa dengan pak Broto gara-gara Sri, apakah benar pak Broto menikah lagi.


Asmirah seperti menyimpan sesuatu yang tak bisa dia ungkapkan, ini membuatku semakin penasaran dan sakit kepala, ingin segera tahu ada apa dibalik kisah kelam ini. Terlebih aku ingin kembali ke masa dimana selayaknya aku berada.


Malampun tiba, hujan angin kembali datang, hawanya sangat dingin dan kelam. Entah mengapa aku merasa sangat asing tapi mulai terbiasa dengan hawa rumah ini. Rumah yang belum sama dengan kantor karna mungkin banyak sekali perbaikan dan pembaharuan rumah. Tetapi rumah ini sangat nyaman karna mungkin tak ada kuburan dirumah ini jadi merasa aman. Hanya saja aku ingat kalau bu Diajeng menganggap Asmirah wanita yang jahat, sedangkan apa yang aku bahas tadi dengan dia, dia nampak menjadi wanita yang baik terhadap keluarganya.


Aku seperti terkecoh antara mana yang benar dan salah, apakah aku harus mempercayai manusia atau arwah yang sedang menuntut balas. Apakah semua ini terbalik atau memang inilah kebenaranya. Aku menjadi bingung dan kacau tiba-tiba. Dalam film biasanya setan yang jahat, tapi apakah bisa arwah membohongi penglihatan yang aku lihat dan rasakan, kan tidak mungkin kalau arwah bisa memanipulasi keadaan dulu.

__ADS_1


Tapi bukankah setan penuh dengan sifat manipulasi dan kejahatan, tapi bagaimana cara kita mengkategorikan ini setan baik, ini arwah baik. Bagaimana ini aku tiba-tiba berpikir secara detail dan tidak menemukan jalan kebenaran. Jika memiliki iman yang kuat jangan percaya pada tipu muslihat setan. Sedangkan aku tak ada pembelajaran masalah setan seperti ini, atau makhluk Tuhan yang lain yang tak sembarang manusia bisa lihat.


Lantas, bagaimana aku bisa menjabarkan semua ini? Apa yang harus aku lakukan?


__ADS_2