Rumah 7 Turunan

Rumah 7 Turunan
129. Roy [14]


__ADS_3

Bermalam dirumah kakek akhirnya dinikmati Toby dengan baik sedangkan aku malah sibuk dengan banyaknya email yang masuk dan Ana menyuruhku ngecek, ini malam minggu yang pantang rebahan dengan santai sih karna masih aja kerja, sedangkan Toby asik main apa sama kakek, emang yang pantas menjadi cucunya adalah Toby.


“Roy mau ngemil sambil kerja?” tanya nenek tiri.


“Boleh, emang ada cemilan apa?” tanyaku.


“Ada tahu bakso kalau mau,” ujar nenek tiri.


“Mauuu, gorengin ya nek,” jawabku bersemangat karna aku tau beliau ini pandai bikin masakan, mungkin ini yang kakekku suka, sama seperti Aca ku tercinta.


“Iya tunggu,” jawabnya sambil berjalan ke dapur.


Lalu kakek dan Toby bergabung denganku di ruang TV dan mereka lagi asik nonton bola, akhirnya tahu bakso goreng yang mantap ini dengan sambal yang enak juga ini dengan cepat habis dimakan kami bertiga, lalu nenek tiri pamit untuk tidur karna sudah malam dan aku juga mau baring dikamar sedangkan mereka berdua ini masih betah untuk nonton dan aku setelah mengecek semua email lalu tidur dengan sangat nyenyak dan terbangun karna di pagi hari entah mengapa dingin sekali ternyata aku lupa kalau aku dirumah kakek karna memang hawa disini dingin. Aku membangunkan Toby lalu aku ajak untuk jalan-jalan karna pasti cuaca pagi yang segar ini membuat tubuh menjadi semakin segar dan sehat.


Kami pamit untuk keluar sedangkan nenek habis pulang dari pasar dan mau memasak sementara kakek lagi memandikan burung-burungnya karna kakek pecinta burung jadi banyak sekali burungnya lalu ku lihat wajah Toby yang cerah dan bahagia ini menelepon Aca dan menunjukkan pemandangan di pagi hari. Tenang Aca aku akan membawamu kesini sebagai cucu menantu kakek dan aku yakin kamu pasti senang sekali berada di sini jauh dari perkotaan dan polusi, terlebih lagi disini sangat sejuk. Aca hanya berpesan jangan lupa ambil footage untuk video, kenapa dia yang dipikirkan adalah pekerjaan padahal harusnya gak perlu lah itu, tapi karna dia sangat suka akhirnya aku dan Toby ngambil videonya. Kebetulan ada orang yang lewat ngangon bebek juga jadi pas sekali momentnya, terasa matahari sudah cukup terik kami kembali karna sudah waktunya untuk sarapan.


“Kalian yakin pulang siang-siang?” tanya kakek.


“Yakin kek, karna besok kan udah kerja lagi, jadi biar bisa istirahat, gak enak juga sama Toby besok hari penting dia,” jawabku.


“Ya Sudah kalau gitu, kakek sudah bawakan oleh-oleh untuk kalian masing-masing ya, udah kakek taro di mobilmu,” jawab kakek.


“Makasih ya kek, kakek harusnya gak perlu repot-repot,” jawab Toby sambil makan banyak makanan semuanya dilahap.

__ADS_1


“Makan pelan-pelan aja, nenek juga bawakan makanan kok buat keluarga dirumah,” ujar nenek tiri.


“Makasih ya nek,” jawab Toby dengan senang.


Setelah makan kami asik melihat burung-burungnya kakek dan juga ayam-ayamnya yang sedang bermain, sampai akhirnya sudah siang dan kami berdua pamit pulang, kali ini yang nyetir adalah Toby sampai rumahnya dan membawa buah tangan dari kakek dan aku disuruh mampir sama mamanya karna sudah lama gak main kerumahnya.


“Gimana Roy, kamu setuju anak tante ini pindah kantor?” tanya tante.


“Setuju dong tante dan sangat mendukung sekali,” jawabku.


“Gak papa ya, karna Toby juga ragu sekali tapi untung semuanya setuju, takutnya nanti kalian ada misscom atau gimana gitu,” jawab tante.


“Gak kok te, kami semua mendukung meskipun nanti akan susah buat karyawan baru karna baru masuk di gruduk banyaknya pekerjaan dan deadline, tapi ya yakin aja.” jawabku.


“Iya te, aku pamit pulang dulu ya,” jawabku.


“Iya hati-hati.” jawab tante.


“Thanks ya Roy,” ujar Toby dan aku berlalu pulang.


Tapi sebelum pulang karna telor ini sangat banyak akhirnya aku mampir kerumah Aca dulu buat bagiin ini telor, ternyata Acanya keluar cuma da om aja, dan aku pun memberikannya pada om dan kami pun ngobrol, katanya om mau ngajak buat mancing minggu depan, dan aku pun langsung menyetujuinya karna memang sudah jarang aku ikut om mancing, dan om berencana camping sekalian sama Aca juga, nanti terserah Aca dia mau ngajak siapa, dan setelah deal aku pamit untuk pulang karna ingin sekali tidur dan sampai dirumah ternyata didepan rumah ada tetangga yang nunggu didepan.


“Sorry, ada apa ya mas?” tanyaku.

__ADS_1


“Maaf mas, saya baru aja datang dan memencet bel dan ini juga mau balik ternyata masnya baru datang, saya mau minta tolong.” ujarnya.


“Minta tolong apa?” tanyaku.


“Ini loh boleh gak ya pinjam kursi teras ini, soalnya saya mau foto keluarga tapi gak ada kursi yang bagus,” jawabnya.


“Oiya pakai aja mas, dengan mas siapa ya?” tanyaku.


“Saya Febri, kalau mas siapa?” tanyanya.


“Saya Roy, panggil aja Roy, biar saya bantu angkatin.” jawabku.


“Jangan mas, ngerepotin kan saya pinjam,” jawabnya.


“Gak papa, yok dari pada bolak-balik,” jawabku.


“Foto keluarga acara apa ?” tanyaku yang kalau dipikir aneh juga karna aku gak pernah foto keluarga kecuali ada acara.


“Gak ada acara sih mas, cuma ini emang lagi gak punya foto bareng-bareng aja yang bisa di tempel dinding,” jawabnya.


Lalu aku masuk kerumahnya dan berkenalan dengan keluarganya, ternyata tetanggaku ini dokter bapaknya Febri ini sementara si Febrinya marketing dan mamanya ibu rumah tangga, adiknya masih SMA dan kebetulan di sekolahku sekolahnya dan aku juga tanya apakah Ana jadi pembicara di sekolahnya dan ternyata iya, akhirnya aku ikut liat proses mereka foto keluarga karna ada photographernya yang datang dan aku mengenalkan diri dan perusahaanku kali aja mereka membutuhkan jasa kami, adiknya juga senang sekali karna dia melihat Ana langsung ngefans kok ada cewek yang cantik tapi gak ngebosenin dan gayanya gak berlebihan apalagi kalau bicara benar-benar bisa menginfluens gitu.


Adiknya sampai minta IG nya Ana dan menyuruhku memberitahu Ana untuk di folbek, aku jadi heran si Ana ngapain bisa bikin nih bocah ngefans sama dia, dari dulu kalau ada cewek tau Ana pasti merasa tersaingi sedangkan ini lain dari pada yang lain. Aku jadi ikut makan disana dan banyak sekali ngobrol memang aku tanpa sadar jadi gampang kenal sama orang padahal selama ini tuh kek disini antar tetangga yang pada sibuk itu susah kenal karna jarang ada dirumah. Akhirnya setelah kenyang aku pamit pulang dan sama Febri angkut kursi teras kembali, padahal dirumah mereka juga bagus kursinya kok bisa pinjam kursi kayu yang nampak kuno ini aku jadi bingung, apakah yang kuno-kuno itu estetik ya.

__ADS_1


__ADS_2