Rumah 7 Turunan

Rumah 7 Turunan
91. Toby [21]


__ADS_3

Setelah selesai nonton, mama dan mbah putri pamit pulang dulu karna sudah malam, sedangkan mama menyuruhku untuk ajak Aca makan dulu. Akhirnya kita makan di suatu resto jepang di mall ini, aku pikir Aca lagi pengen sushi, ternyata yang dipesan ramen dan takoyaki, sangat diluar pemikiranku, kenapa sering sekali Aca ini berbeda dengan pikiranku, memang resto ini semuanya ada tapi kan yang orang pengen kalau datang kesini tuh sushi nya. Sambil menunggu makanan datang aku bercerita sama Aca kalau tadi ketemu sama Dina dan dia masih gak percaya kita berhubungan serius. Respon Aca sangat di luar dugaan aku pikir dia akan biasa aja dan ya seperti biasanya cuek gitu ternyata kali ini berbeda.


“Kenapa lagi itu cewek? Kenapa gak percayaan gitu?” Ujarnya menyampaikan pendapat yang aku langsung balas dengan senyuman.


“Gak tau, katanya kek kamu kan cuek gak mungkin ada rasa gitu sama aku.” Jawabku.


“Emang sih, aku tuh suka sama Taka kan, jadi pengen punya laki yang mirip-mirip Taka.” Jawabnya.


“Hah? Taka siapa?” tanyaku.


“Vokalisnya One Ok Rock,” jawabnya.


Lalu aku tertawa karna emang jawabannya diluar ekspektasiku, dia emang cewek random yang sulit untuk ditebak.


“Gimana dong, aku gak mirip Taka.” Ujarku sambil cemberut.


“Ya gak apa, emang kenapa, kan aku suka Taka bukan berarti aku juga harus nemu cowok modelan kek dia,” jawabnya.


“Terus kamu suka aku karna apa?” tanyaku.


“Emang aku pernah bilang suka ya?” tanyanya.


Sontak hatiku langsung jleb banget, bener-bener serasa ada tombak menghujam hatiku, sangat sakit, tapi ini fakta. Karna aku speechless dan gak tau harus gimana, Aca memandangku dan langsung tertawa terbahak-bahak sampai makanan datang. Dia makan takoyaki dengan lahap sambil masih tertawa dengan riangnya, sedangkan aku bingung harus berekspresi bagaimana, kesal juga nih cewek bisa membolak-balikkan perasaan seperti ini.


“Hmm.. enak banget tau bi ini, cobak deh.” Ujarnya sambil menyuapiku takoyaki.


Aku langsung melahapnya dengan perasaan dongkol tapi emang benar-benar enak, gurita nya terasa. Aku jadi kepikiran untuk membawa Aca honeymoon ke Jepang Kah atau gimana ya enaknya.


“Mau gak honeymoon ke Jepang ?” tanyaku.


“Boleh, tapi aku mau nonton konsernya One Ok Rock,” jawabnya dengan bersemangat.

__ADS_1


“Oke, aku akan follow band itu dan melihat jadwal mereka untuk tour, mudahan aja ada tour ke Indonesia.” Jawabku.


“Makasih, Tobiku…” Jawabnya yang langsung membuatku memerah karna perasaan campur aduk gak jelas ini, berasa diajak terbang lalu dihempaskan begitu aja, terbang lagi.


“Kamu suka band apa ?” tanyanya.


“Aku suka apa ya, macam-macam sih, selama ini yang aku dengerin ya banyak genre jadi gak fokus di satu kaya kamu gitu yang semua serba musik keras.” Jawabku.


“Wow, keren dong bisa menerima segala musik,” jawabnya dengan bersemangat.


“Gak juga, itu hal biasa dan banyak orang juga yang kaya gitu.” Jawabku.


“Iya kah? Aku gak tau.” Jawabnya.


“Kamu bukan gak tau, tapi kamu gak penasaran tentang mereka alias gak mau tau.” Jawabku.


“Gak gitu juga lah bi, kamu nih jangan bikin aku ngerasa jahat dong.” Jawabnya sambil menyantap ramen nya.


“Maaf ca, gak gitu maksudku.” Jawabku juga dengan makan sushi.


Setelah makan kami langsung pulang karna sudah malam juga, mall juga mau tutup, selama di mobil Aca rupanya kecapek an dan dia ketiduran, sudah sampai depan rumahnya tapi aku tak membangunkannya, aku hanya mengamatinya, rasanya entah mengapa ingin menciumnya tapi aku tak punya cukup keberanian karna takut dia kebangun dan jadi canggung, tapi bibirnya seakan menyuruhku untuk mencium bibirnya. Ah apa-apaan sih otakku ini sangat tidak baik dan tidak benar, ini hanya godaan setan yang terkutuk aku harus berjuang mempertahankan kesadaranku, tapi aku tak bisa aku terlalu lemah.


Akhirnya entah bagaimana badanku tiba-tiba condong kedepan dan bibirku dan bibirnya bertemu “cup” terasa mengecupnya dengan sedikit ragu namun tiba-tiba ada tangan di belakang leherku, ternyata Aca bangun dan mendorong tengkukku itu untuk tetap menempel ke bibirnya. Aku terkejut ternyata Aca bangun dan aku tetap menciumnya.


“Hmm.. terasa manis.” Ujar Aca yang tak hanya mengecup bibirku tetapi juga menggigit bibirku ini.


“Ah ca, maaf aku entah ah.. Entah tiba-tiba aja, gak gak ada bermaksud lain.” entah mengapa jawabanku ini menjadi gagap.


“Yauda, thanks ya, dah diantar, aku masuk dulu, carefully.” Ujarnya dan keluar dari mobil langsung masuk ke rumahnya. Sedangkan aku masih stuck di depan rumahnya terasa tidak bisa menyetir dan ingin berteriak dan perasaan campur aduk karna bibirku digigit woi, dia merasakan bibir yang habis makan sushi ini. Apakah aku tidak harus sikat gigi nanti setelah sampai rumah, selama di jalan aku sangat senang sekali, berteriak, tertawa dan gak jelas banget.


Sampai rumah ternyata semua orang sudah tidur, Roy juga tumben sudah tidur, aku juga langsung tidur saja tanpa membersihkan diri karna aku harus terus merasakan ciuman pertama sama Aca tadi, entah aku bahagia banget sampai masuk kedalam mimpiku.

__ADS_1


“Bangun woi, udah siang nih.” Ujar Roy yang ternyata dari tadi dia membangunkanku dan aku susah untuk dibangunin.


“Arghh.. Ganggu orang lagi mimpi.” Jawabku.


“Dah siang bro, aku aja udah mandi dan ganteng kek gini, bangun buruan, mbah putri udah nyuruh sarapan tuh.” Jawab Roy.


“Yaaa…” jawabku yang masih terasa ingin memeluk kasur.


Ternyata aku ketiduran lagi, dan mbah putri membangunkanku.


“Kamu gak kerja nak?” bisiknya.


“Hah? Udah jam berapa mbah?” tanyaku.


“Jam 8 nih,” jawab mbah putri dengan santai.


“Duh, si Roy ini gak bangunin aku apa.” Ujarku kesal.


“Roy udah bangunin kamu berkali-kali, dia juga sudah berangkat karna hari ini mau ada ketemu sama investor katanya.” Jawab mbah putri dan menyuruhku untuk segera mandi dan bersiap.


Aku langsung bergegas mandi dan sarapan karna mbah putri akan marah kalau aku tidak sarapan, akhirnya sampai juga di kantor padahal jalanan sudah cukup macet. Ternyata Roy ketemu investor dengan Aca, sedangkan Ambar ada di kantor aku pikir dia keluar dengan Ambar. Hari ini aku meminta Robi untuk mengisi website kantor ini dengan bahan yang sudah aku kumpulkan, karna aku juga harus merangkai PC baru yang belum dirangkai, karna ini PC nya Aca dia ingin memakai 2 monitor, satunya landscape dan satunya portrait, juga menambah RAM ke masing-masing PC anak-anak disini. 


Jam makan siang pun aku masih sibuk karna aku ingin segera menyelesaikan punya Aca ini, aku telat sih tadi jadinya gitu, aku gak mau ketemu Aca dulu karna masih cangung dan terasa malu, tapi tiba-tiba dia ada di belakangku dan membuatku kaget dan semua orang heran dengan kelakuanku.


“Kenapa bi?” tanyanya.


“Gapapa ca, bentar lagi kelar kok ini PC mu.” Jawabku yang menghindari menatap matanya.


“Iya gapapa, akhirnya mejaku sesuai dengan yang aku mau.” Jawab Aca.


“Sabar ya, kamu makan dulu aja atau kemana gitu.” Jawabku menghindari tatapannya lagi.

__ADS_1


“Yaudah, aku ke mejanya Robi deh, pengen tau dia ngapain.” jawabnya pergi.


Rasanya jantungku tak bisa berhenti berdetak sampai-sampai susah untuk napas dengan tenang.


__ADS_2