
Ambar kembali sadar dan disadarkan bahwa Ambar harus fokus dan gabole ngelamun, kata Ana sepertinya sosok disana sedang marah dan penuh dendam, Toby segera menelepon Laras untuk mengkonfirmasi semua ini. Sementara Toby telepon diluar, aku dan Ana menemani Ambar yang ketakutan karna badannya terasa berat. Ana hanya menyuruh berdoa dan tetap fokus jangan lengah.
"Guys, kata Laras memang disana amarah bu Asmirah sedang membuncah karna tingkah anaknya. " Ucap Toby.
"Emang apa yang dilakuin Amini? " tanyaku.
"Sepertinya Amini bilang faktanya pada pak Broto. " Jawab Toby.
"Bagus dong! " saut Ana.
"Hah? bagus gimana? kita kena getahnya nih. " Ucapku kesal.
"Saat kebenaran terungkap, badai ini akan segera berakhir. " Terang Ana.
"Iya bener, kita hanya perlu bertahan melewati ombak. " Ucap Toby.
Sementara aku dan Ambar hanya diam, entah apa yang ada dipikiran kami. Mungkin hanya rasa takut, segera aku menghubungi teman-teman yang lain, memberitahukan situasi saat ini dan meminta mereka untuk hati-hati. Ana juga memberitahukan hal ini ke ibu dan tantenya, sedangkan Laras hanya meminta kami tetap diluar lingkaran, biar mereka yang bertahan dalam lingkaran dulu yang berperang. Pesan Laras hanya jangan sampai terpengaruh akan manipulasi nenek moyangnya, karna jika amarahnya sampai dilevel ini, maka dia memang benar-benar punya kekuatan jahat.
"Bagaimana kalau kita berkumpul aja disini, semuanya, kita coba lalui hari ini dengan bersama, aku takut kalo misah-misah gini entar ada apa-apa. " Ucapku.
"Iya, biar kukabari anak-anak pulang kerja kesini. " Jawab Toby.
Kami semua hanya diam membisu, seakan tak ada obrolan dan sibuk dengan pikiran masing-masing, sedangkan Ana membeli garam kasar untuk ditaburkan di sekeliling rumah.
"Ca... kamu gapapakan? " tanya Toby.
"Gapapa, kita semua harus siap berlayar dalam badai kan? " tanyaku.
"Iya, " jawab Ambar dengan penuh keyakinan.
"Iya, yang penting tetap tenang dan berpikir jernih. " Ucap Toby.
__ADS_1
Ana kembali dan menaburkan garam kasar ke sekeliling rumah, dan aku juga bilang sama bapak akan situasi saat ini, sedangkan bapak malam ini tak bisa pulang karna harus ke luar kota.
"Ku harap Laras dan Sekar baik-baik saja melalui malam ini, " ucap Ana.
"Semoga saja, " jawab Toby.
"Tapi, kenapa Amini sampai membocorkan hal itu ke pak Broto saat ini? " tanyaku.
"Mungkin sudah tak tahan dengan tingkah ibunya, sedangkan mereka sudah tak seharusnya ada di dunia ini. " Jawab Ana.
"Aku penasaran dengan respon pak Broto. " Ucap Toby.
"Mungkin marah besar, " jawabku.
"Bentar, emang pak Broto kenapa marah? " tanya Ambar.
Aku juga lupa kalau yang tau aku ke masa lalu dan menjadi Amini hanya Toby dan Ana. Aku akan menceritakan sepenuhnya nanti saat anak-anak sudah datang ke rumah.
Anak-anak pun datang dengan tatapan yang sendu dan merasa parno, mereka semua diberi pengertian oleh toby, dan aku pesan makanan online selagi mereka membersihkan diri. Saat makanan datang kami semua makan bersama tanpa sepatah kata, mungkin banyak monster di setiap kepala kami yang sibuk dengan kecemasan nya, setelah makan aku juga membeli kue coklat agar mood kami tetap baik, dan di moment ini aku bercerita secara lengkap, bagaimana selama 1 jam di dunia ini aku bak berbulan-bulan di masa lalu, selama aku bercerita aku juga mengamati ekspresi mereka yang seakan sedih dan menyesal kenapa hal ini bisa terjadi.
"Oh yaa.. Kris, kamu dah tanyain ke Dipta tentang di hotel itu? " tanyaku.
"Hmm.. iyaa tapikan dia tidur, tapi setiap telepon aku dia selalu record sih katanya, dan saat di cek record nya katanya suara berisik kek radio rusak dan banyak suara teriak-teriak. " Jawab Kris.
"Hah? Dipta? jadi kau dah mutusin buat jadian sama dia? " ucap Roy marah.
"Udah dong, ini bukan waktunya bahas itu. " Jawab Kris kesal.
"Jadi, mana rekaman nya? " tanya Toby.
"Katanya dikirim tapi gagal terus. " Jawab Kris.
__ADS_1
"Jangan bilang, energi Asmirah yang bikin hal gini. " Ucap Ana.
"Siapa lagi kalau bukan dia, " jawabku.
"Jadi bu Asmirah ini tersangka nya? " tanya Ambar.
"Iya mbar, " jawabku.
"Bukan nya dia baik banget ya, waktu kita terjebak dirumah lama kan baik, kasih kita makan dan dia juga cantik. " Ucap Ambar.
"Aku juga gatau mbar, tapi itu yang aku lihat, memang dia berparas cantik ala-ala keturunan campuran, hanya saja aku takut jadi plot twist gak sih? " jawabku cemas.
"Tapi mana ada ibu kandung yang nyakitin anaknya? " tanya Roy.
"Bisa jadi kalau dia agak sakit jiwa, " sambung Kris.
"Hmm.. memang dia sedikit punya gangguan kejiwaan, tapi dia melarang anaknya bergaul dengan pribumi biasa dan memukul anaknnya kan berarti itu emang sifatnya. " Jawabku.
"Padahal dia nikah sama pribumi. " Ucap Ana.
"Iya, kenapa dia begitu keras sama anaknya?" tanya Ambar.
"Guys, tenang dulu, diam.. Laras telepon. " Ujar Toby.
Kami pun diam dan menyuruh Toby untuk telepon nya di loudspeakers, dan kami pun mendengarkan Laras bercerita kalau nenek moyangnya alias Asmirah sangat marah yang meledak-ledak kepada Aminah yang katanya anak yang penurut kenapa sekarang menjadi melenceng, padahal anak kesayangan Asmirah adalah Batara karna dia anak lelaki satu-satunya dan yang paling mirip dengan dia, tetapi kenapa semua anaknya tak bisa melindungi ibunya. Kenapa semua anaknya membantah segala ucapan ibunya. Padahal ibunya hanya ingin mereka hidup mapan dan baik disegala peristiwa kehidupan dan menemani juga sampai kematian.
Tetapi bukannya mereka tau untuk berterima kasih malah mereka ingin pergi dengan tenang meninggalkan ibunya. Asmirah tidak terima ditinggalkan anak-anaknya, padahal Asmirah selalu menjaga mereka sampai kematian datang, tetapi apakah ini balasan mereka?. Asmirah sudah menyimpan rahasia berpuluh-puluh tahun, tapi mereka dengan mudah membukanya kepada pak Broto yang menyebabkan pertengkaran hebat diantara keduanya.
Pak Broto tak percaya Asmirah tega membunuh ibunya dan membuat kesalahpahaman terjadi berpuluh-puluh tahun lamanya, pak Broto sangat menyayangi Asmirah dan membangun keluarga kecilnya dengan segudang cita-cita Asmirah. Semua yang dilakukan pak Broto hanya untuk menyenangkan istrinya, karna itu bentuk ajaran dari sang ibu agar selalu memuliakan wanita, pak Broto sangat cinta begitu dalam sampai buta, perasaan yang sudah lama mengganjal pun kini setelah sekian lama inilah jawabannya. Pak Broto memang buta, begitu cinta sampai kenyataan pahit pun dia menatap penuh kecewa dan mohon ampunan kepada sang ibu.
Ibunya adalah segalanya, yang rela belajar lebih baik untuk anaknya pandai membaca dan menulis, mengajarkan banyak hal kepada pak Broto, dan pak Broto menyesal menikahi Asmirah jika itu penyebab ibunya meninggal. Ibunya rela mengalah untuk kebahagiaan anaknya, tetapi kenapa Asmirah harus merenggut nyawa ibunya yang dia sayangi sepenuh jiwa. Mengapa Asmirah tak bisa sabar dan memenangkan hati ibunya biar bisa ikhlas melihat anaknya memang bahagia dengan pilihannya. Tapi Asmirah yang sangat dicinta itu tak seperti apa yang dipikirkan pak Broto.
__ADS_1
Padahal ibunya ingin menimang cucunya, berbahagia bersama keluarga kecilnya, pak Broto belum sempat membuat bu Diajeng merasa bahagia, karna belum sempat dia sebisa mungkin membahagiakan Asmirah, tapi yang berusaha dibahagiakan malah menyakiti pak Broto begitu dalam.
Apakah Asmirah benar mencintai pak Broto atau hanya menjadikan pak Broto sebagai budak keinginan nya seumur hidup ?