Rumah 7 Turunan

Rumah 7 Turunan
72. Toby [2]


__ADS_3

Semilir angin datang membuatku terbangun dan ternyata sudah pagi. Ayam pun berkokok dan banyak burung bernyanyi bersaut-saut merdu. Baru kali ini aku menikmati bangun pagi yang benar-benar khitmat.


Aku berjalan ke kamar mandi dan tanpa sengaja melihat figura yang miring lalu membenarkannya dan menyadari sosok di dalam foto itu mengedipkan mata, sontak saja aku kaget meskipun sudah biasa melihat yang aneh-aneh tapi karna ini berbeda jadi kaget.


Lalu Aca datang dari kamar dan terheran melihatku melamun didepan sebuah foto.


"Tumben dah bangun bi? " tanyanya.


"Iya, dingin banget hawanya. " Jawabku sambil membersihkan tai mata.


"Terus ngapain ngelamun disitu? " tanyanya.


"Gapapa, tadi niat benerin karna miring malah liat sosoknya, eh maksudku liat foto ini, " jawabku bingung.


"Yauda, mau mandi, " jawabnya berlalu.


"Dingin, dingin gini? " tanyaku heran.


"Enak dong, mumpung disini airnya dingin, pas kita balik mandi aja dah kek gak mandi. " Jawabnya dan masuk ke kamar mandi.


Akhirnya aku ke kamar mandi satunya, dan melihat tante sudah selesai masak.


"Pagi tante, " sapaku ke tante Sari.


"Loh nak, sudah bangun kamu pagi-pagi? " tanyanya.


"Iya te, kebangun. " Jawabku.


"Yasudah, bersih-bersih sana terus bersiap sarapan. Ini tante udah masakin buat kalian semua. " Jawabnya dengan senyum senang.


"Makasih yaa tante, maaf ngerepotin. Iya habis ini biar aku bangunin semua temen-temen. " Jawabku.


"Biar aja nak, bangunnya terserah mereka. Kamu santai-santai aja dulu kalau lapar langsung makan aja. " Jawabnya.


"Iya te, makasih. " Jawabku dan langsung ke kamar mandi.


Setelah itu aku lihat Aca sudah makan duluan sambil melihat album foto.


"Kemana tante Sari? " tanyaku.


"Pergi barusan, katanya ada janji pagi-pagi ke kebun belakang. " Jawabnya sembari mengunyah makanan nya.


"Oh... makan pagi bener? " tanyaku.


"Laper, " jawabnya singkat.

__ADS_1


"Yauda aku juga makan, " ujarku sambil duduk disebelahnya.


"Foto siapa itu? " tanyaku.


"Aku kek udah nemuin serpihan puzzle, nanti kita kembali ke kantor kita semua harus rapat. " Jawabnya sambil melihatku tajam.


"Iyaaa sayang, nanti dibicarakan aja. " Jawabku yang entah mengapa kaku dan salting dengan tatapannya. Aku harus terlihat biasa saja didepan Aca, padahal dalam hati berasa meletup-letup.


"Yauda, makan gih. " Jawabnya singkat.


Aku memakan makanan tante Sari yang entah mengapa terasa sangat enak disantap pagi hari, setelah itu menyeduh teh hangat yang terasa semakin menyamankan diri.


"Anak-anak kok belum pada bangun sih, mereka tuh berasa liburan apa ya! " ujarnya yang langsung berangkat membangunkan mereka semua.


Menyuruh mereka membersihkan diri dan segera sarapan agar cepat kembali ke kantor, karna jadwal hari ini akan sangat padat. Selesai semuanya sarapan dan membersihkan diri, kami pamit ke Dipta dan menelepon tante Sari untuk pamit karna tak mungkin bagi kami jika menunggu tante pulang.


Saat semua sudah masuk mobil dan perjalanan kembali, teman-teman yang lain lanjut tidur kecuali Roy sang supir dan Ambar yang sedang sibuk dengan laporan keuangan nya.


Sesampainnya dikantor semua pada mengeluh karna rasanya masih ingin tidur dan bersantai tetapi harus lanjut kerja, ada yang meeting dengan client, ada yang harus membuat proposal, ada yang diburu dengan desainnya. Semua orang sibuk dalam sekejap yang mode malas menjadi mode sigap.


"Guys, nanti sore sebelum pulang ada yang mau aku obrolin. So, yang dinas keluar kantor harap bisa balik tepat pada waktunya. Ini penting, okey? " tanya Aca.


"Noted, " jawab semua yang hampir berbarengan.


"Ca, kepalaku kok pusing banget yaaa.. " Ucap Ana yang mengeluhkan kepalannya.


"Kamu tidur aja dulu, kecapekan itu. " Jawab Aca.


"Yauda, aku istirahat bentar yaa guys, " ucap Ana berlalu pergi.


"Kenapa yaa Ana? " tanya Aca padaku.


"Mungkin kelelahan jagain kamu dari marabahaya, " jawabku.


"Ada apa emang yang kau liat ? " tanya Aca penasaran.


"Banyak, sangat banyak tapi mereka ga ganggu, kamu ga ngerasain apa-apa? " tanyaku.


"Gak sih, cuma berasa kek ada yang liat aja. " Jawabnya sambil melototin pc nya.


"****! " ujarku kesal karna pc ku blue screen.


"Kenapa bi? " tanya Aca.


"Blue screen nih, mudahan gak ilang. " Jawabku kesal.

__ADS_1


"Hmmm... " jawabnya sambil menghembuskan napas.


Kami melanjutkan pekerjaan kami masing-masing lalu tiba-tiba Ana datang dan memberi tahu kalau Laras habis telepon dia, katanya dia sangat-sangat minta maaf karna tak sempat bertemu dan ngobrol dan mereka juga baru keluar rumah sakit. Aca langsung ngegas pengen banget ngobrol sama mereka dan menanyakan perihal bu Hartanti, tapi Ana melarang, katanya mereka harus main cantik dan rapi jangan grasak-grusuk karna bahaya, entah firasat Ana mengatakan jebakan ini tak tau siapa yang berpartisipasi.


Aku juga berpikir bisa jadi bukan ini tapi itu pelakunya, karna kebanyakan nonton film jadi kek gink, tapi benar kata Ana harus main cantik.


"Kalau gitu di rapat nanti kita harus menyusun strategi. " Ujar Aca dengan tatapan mata tajam.


"Iya, tapi anak-anak pasti sudah cukup lelah karna kerjaan hari inikan banyak banget, aku pun juga capek banget. Mending kita harus jaga kesehatan dulu yang paling utama. " Jawab Ana sambil mengkretek jemarinya.


"Iya ca, betul kata Ana, jangan sampai gara-gara ini kita semua jadi sakit dan bisa saja emang kepengenan mereka bikin kita sakit berlahan. " Ucapku menambahkan.


"Iya bener juga, kalau gitu aku umumin di grup kalau mereka langsung pulang aja istirahat gausa balik kantor. " Ucap Aca sambil mengetik.


Ruangan ini terasa sangat sunyi karna memang kami semua sangat sibuk dengan job desk masing-masing. Alhasil kami pulang juga tidak tepat waktu karna lupa waktu.


"Guys.. woi sekarang udah jam 8 malam. " Ucapku mengingatkan.


"Astaga, cepet banget! " jawab Ana kesal.


"Ih iya, gasadar. Yauda balik yuk! " ajak Aca sambil berkemas pulang.


Kami pun pulang kerumah masing-masing, diperjalanan ingin sekali kerumah Aca, tapi masa iya kesana tiap hari padahal belum juga nikah. Waktu sampai rumah dan bebersih, akhirnya bisa rebahan dikamar.


Tak lama Ana telepon.


"Bi.. dimana? " tanyanya.


"Di kamar, napa lagi? baru juga rebahan nih, " jawabku kesal.


"Kok aku merasakan keganjilan ya bi, " ujar Ana.


"Apa? " tanyaku.


"Sadar gak sih kalau ada yang aneh dengan tante Sari? " ucapnya dengan suara pelan.


"Apa emang? " tanyaku lagi.


"Kek terlalu baik gitu, ya gak? " tanya Ana.


"Ah elah na, orang baik dicurigain, di pikir ini film apa yang banyak plot twist nya? " jawabku ngerasa kesal karna capek pengen tidur.


"Masa ga kerasa sih? " tanya Ana lagi.


"Yaa kenapa? orang baik kok dicurigain, dah yaa mau tidur ngantuk banget " jawabku.

__ADS_1


"Eh, jangan dulu! " Tut.. telepon ku matikan karna tak mau semakin pusing.


Biar bicara besok saja, karna aku sebenarnya juga mengerti maksud Ana, hanya saja nanti dulu pura-pura gatau aja, karna ada mata-mata saat ini.


__ADS_2