
Aku kembali, yang ku tatap kali ini saat membuka mata bukan lagi Asmirah atau Batara, melainkan Toby, calon suami ku. Entah perasaan aneh apa yang aku rasa ini, antara sedih dan juga senang, antara kecewa dan kelegaan. Aneh memang, sangat aneh, melihat mata kelegaan Toby yang penuh kekhawatiran.
"kamu gimana? apa yang sakit caa? " ucap Toby khawatir.
"Sakit kepala aja. " Jawabku singkat.
"Mana.. mana yang bagian mana? " tanya nya sembari memegang kepalaku.
"Udah jangan gitu, makin puyeng. " Ucapku kesal.
"Bapak lagi ada diluar kota, jadi gak bisa kesini, aku video call dulu. " Ucap Toby sambil video call bapak.
Bapak khawatir karna aku tak sadarkan diri dari mall dan memintaku untuk tidak lagi ke acara-acara yang berbau horror. Saat aku menanyakan teman-teman yang lain mereka baik-baik saja hanya aku yang kata dokter mungkin shock sampai pingsan.
"Apa? pingsan? " Ucap ku kaget.
"Iya caa.. kamu pingsan, badanmu sangat lemas mangkanya kamu di infus. " Jawab Toby.
"Bukanya aku koma berbulan-bulan? " ucapku dengan nada tak percaya.
"Koma dari mana sayang, kamu pingsan sekitar satu jam dua jam gitu. " Jawab Toby sambil mengelus kepalaku.
"Gak mungkin... ini gilak. " Jawab ku dengan nada keras.
"Kamu terbentur sesuatu kah kepalanya? aku panggil suster yaa biar di periksa. " Jawabnya khawatir.
"Eh.. gak perlu bi.. gausa" Ucapku yang tak di dengar, sementara Toby memanggil suster.
__ADS_1
Aku di periksa dan tak terjadi hal-hal yang memgkhawatirkan, disangka aku shock atau ada trauma jadi kebingungan seperti ini, aku diberi beberapa vitamin dan aku diantar pulang oleh Toby, sementara teman-teman yang lain sehat-sehat saja. Mereka lanjut bebersih kantor dan mengecat, aku merasakan hal yang aneh karna aku merasa berbulan-bulan menjalani hidup sebagai Amini, sedangkan di duniaku ternyata mereka semua tak merasa kehilanganku, aku pikir aku koma tapi hanya pingsan saja. Sungguh ironi dan tragic, perasaan tidak jelas beserta sangat kesal.
"Kita pulang kerumahmu yaaa... mau mampir beli makan dulu? " Tanya Toby.
"Iya... " Jawabku singkat.
"Mau makan apa? " Tanya Toby.
"Mau makan yang pedes-pedes yang manis-manis, pokoknya semuanya. " Jawabku.
"Siap bos, laksanakan. Kita beli makanan korea, jepang dan semuanya. " Jawab Toby.
Kami berhenti di suatu tempat yang banyak berjualan beraneka ragam makanan dari jajanan sampai makanan berat, cukup menunggu lama di mobil. Namun tiba-tiba bulu kuduk ku merinding, saat aku lihat kaca mobil, di belakangku ternyata ada sosok yang aku tak tahu itu siapa, sontak aku teriak karna kaget dan menutup telingaku karna banyak suara yang masuk sampai aku berkeringat padahal ac nyala dan dingin. Seketika Toby masuk dan kaget melihatku meringkuk sambil menutup telinga.
"Ca.... ca kenapa ca? " Ucapnya sambil memelukku.
"Ayok makan. " Ucap Toby.
"Iya." Jawabku singkat sambil beranjak dari kasur.
melihat meja makan yang full dengan makanan seketika napsu makanku bertambah karna aku seperti sudah lama tak makan makanan semua ini. Aku makan dengan lahap sampai tanpa sadar Toby memotretku dan dijadikan snap ig, rasanya kesal sekali tapi aku merasa berbulan-bulan di alam lalu dan baru kembali ke alam sekarang, rasanya sungguh lega dan nikmat makan makanan sebanyak ini, kangen juga makan cilok dan yang lainnya. Puas aku makan dan aku pamit untuk tidur dan meminta Toby pulang saja, tapi Toby cukup khawatir dan sudah izin bapak untuk menginap dan di suruh tidur di kamar bapak. Aku pun bodo amat karna aku merasa sangat lelah setelah perjalanan yang begitu panjang.
Memang perjalananku di masa lalu begitu panjang dan begitu rumit, tetapi aku pun belum bisa memastikan apakah yang aku alami itu asli atau cuma imajinasiku saja, karna aku sering berimajinasi dan tukang imajinasi, tapi aku tak tahu ini khayalan atau real nyata, lebih baik aku tidur karna besok adalah hari yang baru. Tetapi aku juga overthingking apakah aku besok kembali menjadi Amini atau tetap menjadi Aca diriku sendiri, jujur saja aku takut jika aku bangun tidak di kasurku yang nyaman ini, aku takut dan takut apakah aku bisa tidur.
Aku keluar dari kamar dan mendapati Toby sedang bekerja dengan kopi dan laptopnya, terlihat serius dan tak dengar pintu kamarku terbuka karna dia memakai earphone, lalu aku duduk di depan nya, seketika dia kaget.
"Duh.. caaaa, ku pikir setan. " Ucapnya kesal.
__ADS_1
"Emang kamu merasakan apa? " Tanyaku.
"Yaa.. kek ada hawa angin, tapi ya cuek aja, eh tau-tau nongol di depanku. " Ucapnya badmood.
"Maaf... aku tak bisa tidur. " Jawabku.
"Gapapa sayang, mau aku peluk dan temani tidur? " tawanya.
"Gak perlu, kamu lanjut kerja aja.. " ucapku sambil membuka kulkas dan menggoreng cireng frozen.
"Masih lapar ca? " tanya Toby.
"Gak.. ini aku goreng buatmu, biar kerja nya gak suntuk-suntuk banget harus sambil nyemil. " Jawabku.
"Memang istriku ini pengertian. " Jawab Toby.
"Oi.. kita belum nikah. " Jawabku kesal.
"Iya sayang, kan calon istri, kamu jangan galak-galak jual mahal gitu. " Ucap Toby.
"Iya maaf. " Jawabku singkat dan fokus menggoreng.
Ternyata aku juga ikut makan cirengnya sambil menemani dia kerja, aku melihat hp ku yang banyak sekali notification dari semua orang dan aku membalasnya satu-satu, terlebih aku harus mengabari bapak kalau anaknya ini baik-baik saja.
Sudah cukup kenyang dan kantuk melanda, aku pamit masuk kamar dan menyuruh Toby untuk segera tidur, tetapi dia harus segera menyelesaikannya malam ini dan aku pun tak bisa berkata-kata karna menyadari dengan pekerjaan nya yang banyak deadline nya, saat menarik selimut dan memutar video di youtube tentang review film agar terasa di dongengin saat tidur, itulah tips dariku untuk orang yang sulit tidur.
Tetapi ketika nyenyak aku tidur, saat bangun aku merasakan ada orang di sampingku.. siapakah yang tidur denganku?
__ADS_1