Rumah 7 Turunan

Rumah 7 Turunan
84. Toby [14]


__ADS_3

Roy menceritakan bagaimana patah hati dan menyesalnya dia tidak segera bilang akan perasaanya pada Kris, Kris hanya menganggap Roy sebagai partner bekerja dan bisa klop banget dalam menghadapi sesuatu. Hanya itu pikirannya padahal menurut Roy hal seperti itu kalau tidak chemistry yang baik apa lagi, kenapa dia tidak menganggap kalau chemistry mereka bagus dan bisa jadi best partner dalam hal apapun, kenapa dia hanya menganggap sekedar itu padahal Roy menganggap kalau Kris adalah partner dalam berteman,bekerja ataupun sebagai couple. Sayangnya hal itu tidak di indahkan oleh Kris. 


Roy sudah mencoba untuk ngobrol dengan Kris dan jawabannya tetap sama, Kris ga mau menikahi temannya, dan memang tak ada perasaan lebih, jadi selama ini yang punya perasaan hanya pihaknya Roy aja. Berkali-kali juga Roy minta Kris untuk berpikir ulang dan meresapi hubungan mereka selama ini, tapi jawaban Kris hubungan mereka memang hanya sekedar teman dan jangan sampai lebih, karna Kris memang sudah ingin berhubungan serius, sedangkan menurut Kris, Roy hanya cocok jadi teman bukan sebagai suami, disitu jawaban yang sangat menohok dan Roy langsung diam seribu bahasa, tak ada ungkapan kata apapun lagi, setelah itu hubungan di antara dua orang ini menjadi dingin dan seakan tak seakrab dulu, Roy yang sering godain Kris kini tak lagi, kantor yang sangat berisik kini tak lagi.


Aku sebagai teman diantara mereka hanya bisa bersikap netral, aku meminta Roy untuk melepaskan Kris dengan ikhlas, jika memang dulu Roy seserius itu dengan perasaannya, maka dari dulu juga Roy sudah memegang Kris dengan erat agar tak kemana-kemana. Tapi karna Roy tipikal yang santai maka dia tak kepikiran untuk itu dan jadinya menyesal. Padahal Roy dari dulu godain Kris memang suka dan ada rasa, taunya Kris tidak baper dan malah Roy yang semakin baper. Hormati saja keputusan Kris, mungkin memang melepaskan jauh lebih baik daripada nantinya berujung menjadi musuh yang nanti malah hubungan semakin buruk.


Akhirnya Roy bersedia mulai belajar untuk memusnahkan perasaannya yang aku tau itu tidaklah mudah dan aku akan menemani dan membantunya sebagai sesama kawan, Roy juga ikut bahagia dengan usahaku yang akhirnya bisa bertunangan dengan Aca dan akan menikah, ya walaupun gak tau juga kapan nikahnya nunggu Aca siap. Selama aku di rumah Roy sebisa mungkin aku hanya mendengarkan ceritanya dan memberikan solusi, sedikit juga bercerita tentangku tapi usahakan hanya sedikit, karna sekarang adalah harinya Roy. Tak sadar ternyata sudah larut malam dan aku lupa kalau tadi Aca ada dirumah ku, mungkin sudah pulang karna sekarang jam 1 pagi, aku pamit pulang karna besok harus lanjut bekerja. 

__ADS_1


Sesampainnya di rumah, semua orang sudah tidur dan aku juga lupa hubungi Aca, dia ternyata chat aku, dia bilang sudah sampai di rumah dan pulang jam 8 malam. Aku balas minta maaf karna lupa gak kabarin dan say good night darling my love my everything. Memang alay tapi emang perasaanku selalu berkobar dan hangat supaya bisa menghangat kan dia juga yang dingin disana.


Pagi hari tiba, rasanya masih ngantuk dan sedikit lelah karna kurang tidur, pagi ini mama sudah berangkat ngajar, hanya ada mbah putri yang lagi sibuk bikin klepon buat aku bawa ke kantor. Aku sangat suka klepon bikinan mbah putri, karna sangat enak, pagi hari sarapan klepon dan singkong rebus, singkongnya yang kemarin dari kakek saat ke kampung asri. Saat di kantor langsung aku suruh semua anak makan klepon bikinan mbah putri dan semuanya sangat suka.


“Gimana ca ? enak ?” tanyaku.


“Duuuuhh.. Calon biniku nih bisa aja gombalnya.” Jawabku sambil tertawa bahagia.

__ADS_1


“Berasa jadi pemeran pembantu nih, pemeran utamanya Toby dan Aca.” Ujar Ambar yang godain.


Semua anak kantor juga gak menyangka Aca bakal bisa ngegombal macam itu, entah apa yang bikin Aca kek gitu, ataukah ada cerita dari mbah putri atau mama yang bikin Aca jadi receh gini. Kami pun lanjut dengan pekerjaan kami, Robi juga sudah semakin mahir dan tidak malu-malu lagi, karna anak IT ada Toby dan Robi yang namanya hampir mirip ini jadi bahan candaan anak-anak yang lain.


Aku juga mengamati bagaimana Roy berusaha keras untuk nampak baik-baik saja, padahal hatinya sedang hancur, dia ngobrol dengan Kris juga nampak lebih hati-hati seperti memasang tembok besar agar tidak terperangkap dengan perasaan yang sama lagi. Mereka berencana makan siang diluar sambil ngopi berdua untuk menggerakkan rencana moon project. Hanya mereka berdua biar bisa sharing lebih dekat, karna jika ada pihak lain yang ikut maka akan semakin buyar karna banyak kepala, jadi bukan kami mau tau hasil tapi kami lebih ke percaya dengan apa yang mereka lakukan.


Makan siang kali ini sudah diantar oleh catering ibunya Ana, kami makan dengan lahap, ada yang makan sambil kerja, ada yang sambil ngegame, ada yang gosip ada yang curhat bahkan ada yang habis makan tidur. Memang rumahku dengan Aca belum jadi karna aku lebih mementingkan kantor dulu, gimana ruanganya senyaman mungkin, tapi kalau untuk furniture memang terbilang masih kurang, aku akan bilang ke Ambar tentang dana furniture dan kebutuhan kantor lain apakah ada dana untuk membeli nya.

__ADS_1


Hari ini entah mengapa dilewati dengan begitu cepat dan tentram, karna penglihatanku penghuni asli tak kasat mata di kantor ini bukan tipikal yang suka gangguin manusia, aku memang sengaja mencari bangunan dan tanah yang memang benar-benar bersih, tapi tak ada yang namanya benar-benar bersih, selalu ada penghuni tak kasat mata dimanapun berada, yaa karna kita hidup berdampingan dengan mereka, jadi bagaimana kita bisa membawa diri masing-masing saja. Dengan para tetangga juga tidak begitu kenal karna ini lingkungan yang memang tetangga nya sibuk sama seperti dirumah ku, bukan tidak peduli dengan tetangga nya, karna punya tetangga yang tenang dan tak kepo itu baik untuk kesehatan. Aca juga pengen punya tetangga yang tak begitu ikut campur dengan tetangga lainnya, yang penting baik aja ke sesama manusia dan aku pun mengabulkan apapun yang Aca mau, karna kalau Aca bahagia aku juga akan selalu bahagia.


__ADS_2