
Namaku Kiana Taribudi, Tari dan Budi adalah nama kakek dan nenekku, Budi adalah bapaknya mantan suami ibuku dan Tari adalah utiku dari ibuku. Sedangkan Kiana kata ibuku memiliki arti secantik dewi dan ternyata benar kata semua orang aku memang secantik dewi dan semua orang berkata aku cocok menjadi model saja tapi karna aku tak terlalu suka mengekspos wajah dan tubuhku yang tinggi ini jadi aku menjadi seorang marketing handal yang tidak mengandalkan tampang saja tetapi juga skill, aku juga kadang di sekolah lamaku menjadi pembicara untuk membuat jiwa murid sekolah berkobar dan semangat, kadang aku juga masih sering kumpul di ekstrakurikuler sekolah sebagai mantan pebasket yang cukup sering menang jaman dulu, di kampus pun sama, aku disuruh untuk ikut miss kampus atau apalah itu karna aku cukup pintar dan bonus kecantikanku yang ku dapat dari mbah uti ku yang usia tua masih saja cantik dan sehat itu dan selalu kubanggakan tapi beliau kini telah tiada, terakhir dulu ibuku berantem rebutan hak asuh mbah uti jadi rebutan sosok ibu dengan saudaranya karna pengen ngerawat ibunya, itu rebutan terkeren sih menurutku, orang lain rebutan warisan, ini rebutan rawat ibu. Tetapi akhirnya gantian buat merawat membahagiakan uti sampai beliau wafat.
__ADS_1
Aku lahir dikeluarga biasa yang menengah kebawah, dahulu kala aku juga kurang mengerti mengapa orang tuaku sangat dingin satu sama lain, dan ayah jarang pulang juga, jadi ibu yang selalu ada untuk kami berdua, ibuku memiliki dua anak perempuan, kakakku alias mbakku tersayang yang juga memiliki nama yang gak kalah keren yaitu Bestari, masih ada unsur Tarinya, jadi taukan bagaimana ibuku ngefans banget ke ibunya sampai anak-anaknya harus ada nama ibunya. Bestari sendiri memiliki arti cerdas dan berpengetahuan luas, sama seperti kakakku yang sangat pintar dan selalu peringkat pertama, dia jago di akademis dan aku jago di bahasa dan olahraga, kata ibu kalau uti dulu juga sangat pandai dalam hal apapun, sangat lincah dan walaupun orang dulu tapi sangat modern tidak kaku dan bisa menjadi sahabat ibu, disitulah mengapa ibuku sangat mengagumi ibunya yang sebatang kara merawat anak-anaknya karna suaminya sudah lama meninggal.
__ADS_1
Pasti sudah pada tau kalau ayahku adalah sosok ayah yang bukan ayah, karna dia tak berguna, pulang ke kampungnya meninggalkan ibuku dan mungkin sudah punya istri muda dan ibuku dan uti yang mengurus perceraian susah sekali karna banyak uang yang dikeluarkan untuk memprosesnya. Ibu benar-benar didukung untuk berpisah dan menjalani kehidupan yang baru karna ibu sangat menyedihkan jaman dulu itu, sekarang ibuku kembali cantik dan menjalani hobi yang menghasilkan, tapi yang bikin ibuku sedih karna dia masih sangat sedikit membahagiakan ibunya, karna dari anak-anaknya utiku hanya ibu yang bermasalah dengan pernikahannya dan yang lain sudah cukup stabil keuangannya. Tetapi uti gak pernah membeda-bedakan, bahkan selalu didukung dan tak mematahkan semangat kalau ibuku bisa sendirian tanpa mantan suaminya, kalau dipikir-pikir mantan suaminya juga aneh, ibuku sangat cantik, pintar masak dan gak pernah aneh-aneh malah seakan tidak mencintai padahal menghasilkan dua anak.
__ADS_1
Katering ibuku ini juga langsung di handle ibu sendiri yang jadi adminnya, tapi untuk memasak dibantu pegawai yang juga ibu-ibu di daerah rumah kami, aku dari dulu juga selalu membantu, mbak Tari juga, jadi di keluarga kami gak ada yang gak bisa masak, semuanya bisa, sampai melihat roh halus pun bisa karna memang uti juga bisa, ibunya uti juga bisa. Meskipun ibu dianggap gila sama mantan suaminya karna sering berbicara sendiri, padahal itu bicara sama setan biar ga ganggu lingkungan rumah, tapi dianggap gila, sampai dia gak suka anak-anaknya mungkin kami berdua memang punya teman kecil dulu, sampai diajari ibu membedakan mana yang teman manusia dan bukan jadi memang butuh struggle karna memang susah waktu kami masih kecil. Ibuku memang menerapkan parenting yang sama dengan yang uti lakukan terhadap ibuku, menjadikan sosok ibu menjadi teman dan tempat ternyaman untuk anak-anaknya pulang. Santai tapi juga tegas, kadang juga marah kadang manja, nano-nano tapi ibu emang sosok ibu yang keren banget.
__ADS_1
Aku baru memiliki teman yang benar-benar aku anggap teman yang manusia itu Aca dan Roy, makanya aku sangat sayang dengan mereka, tetapi mereka jarang main kerumah karna dulu katanya sungkan karna selalu dikasih makan, ya maklumlah Roy anak orang kaya banget yang mungkin tak biasa hal-hal seperti ini, bertamu terus dikasih makan dan wajib makan gak boleh nolak. Sedangkan Aca adalah sosok yang katanya biasa aja tapi kalau dibanding denganku, bapaknya pandai sekali gambar bangunan gedung-gedung dan rumah, pasti gajinya gak main-main, dan ternyata dia tinggal di perumahan yang bukan subsidi juga, sedangkan aku tinggal di lingkungan perkampungan biasa yang sama tetangga tuh dekat, jadi kalau gak nyapa tuh rasanya gak enak, sedangkan Aca jutek banget kalau Roy senang-senang aja karna dia memang dasarnya begajulan. Berteman dengan mereka rasanya nyaman dan membuatku aman.
__ADS_1