
Satu persatu anak-anak kembali ke kantor karna sudah menuju jam makan siang, sedangkan aku harus pulang dulu karna mau ganti baju dan istirahat sebentar karna entah mengapa cukup pusing, mungkin karna kurang tidur. Aku pulang dan lupa kalau mama dan papa pergi ke jepang, akhirnya aku mandi lagi dan tidur sebentar, bangun-bangun karna ada telepon dari Ambar.
“Halo, kenapa?” tanyaku dengan suara serak.
“Dimana Roy?” tanyanya.
“Dirumah, kenapa?” tanyaku balik.
“Gak ke kantor apa ya?” tanya Ambar.
“Kepalaku lagi pusing nih mbar, aku skip aja ya hari ini,” jawabku.
“Yaudah kalau gitu, soalnya ini Toby nanti pulang kerja nih mau ngajak anak kantor semuanya buat datang di grand opening cafe dia yang sama temennya itu buka cabang,” jawab Ambar.
“Aku skip aja ya, beneran dah ini gak enak badan, sampe in aja selamat buat grand opening cafe nya,” jawabku dan menutup telepon.
Lalu aku kembali tidur dan sampai akhirnya bangun karna kebelet pipis, dan menyalakan semua lampu, aku agak trauma dan takut-takut semisal ada apa gitu, nyatanya gak ada apa-apa dan aku harus pd karna ini rumahku sendiri. Karna lapar aku berencana pesan makan online tapi rasanya pengen cari udara segar, saat bersiap keluar ternyata ada abang tukang sate yang lewat dan aku beli satenya.
__ADS_1
“Satenya seporsi ya bang, langsung makan depan rumah nih,” ujarku memesan.
“Oke bang, tumben ada dirumah, biasanya rumah ini selalu sepi,” jawabnya.
“Iya bang, hahaha ternyata abang mengamati juga,” jawabku sok asik.
“Iya bang, kemaren-kemaren papanya abang sering beli, dijam makan malam gini,” jawabnya sambil kipas-kipasin satenya.
“Kurang tau bang, saya belum pulang biasanya,” jawabku.
“Iya bang makanya saya bilang kok tumben ada dirumah,” jawabnya.
Aku melihat beberapa story anak-anak yang sedang bersenang-senang, melihat Aca yang senyum merekah membuatku semakin yakin dan jatuh cinta, apakah aku jahat atau egois, sepertinya tidak, dan ini cukup manusiawi dan entah gimana karna dukungan keluarga aku jadi kuat dan percaya diri kalau manusia itu juga patut menyampaikan perasaannya meskipun membuat orang lain sedih, mending kita yang sedih atau orang lain?
Aku juga bingung kira-kira kapan aku jujur ke Aca kalau aku mencintainya, kenapa aku melewatkan wanita yang begitu spesial dan jika aku jujur apa yang akan Aca lakukan, mengingat dia sudah membuka hati kepada Toby dan aku gak tau Aca akan bersikap bagaimana terhadapku, aku gak ingin pertemanan kami berubah tapi aku juga gak mau Aca menjadi milik orang lain, padahal dia harusnya dan sehadi awal milikku aja, seandainya aku lebih dulu menyadari dia gak akan dengan Toby dan Toby juga gak akan menyukai Aca karna Aca punyaku, apakah karna Aca punya Toby dan membuatku tidak menyukai Aca? Aku hanya terlambat menyadari dan memang ini kesalahanku, dan jika kelak sudah terjadi dari pada aku menyesal lebih baik aku harus terang-terangan dan jujur saja.
Ana pun menanyakan kabarku bagaimana keadaanku dan aku hanya menjawab kalau aku sudah baikan dan dia memintaku untuk tidak stress dan baik-baik saja, terutama makan yang banyak dan jangan memikirkan Aca sama sekali barang sedetikpun karna dia milik orang lain, jangan berharap dapat merubah keadaan dengan bilang ke Aca karna itu bakal merusak pertemanan dan semua jalinan persahabatan yang sudah bertahun-tahun bersama, Ana mengetik panjang lebar dan aku hanya membacanya saja tanpa membalas, dia spam chat tapi aku tak terlalu menghiraukan karna keyakinanku cukup kuat kalau Aca gak akan melepaskan pertemanan karna aku ngungkapin perasaanku ini. Harusnya Aca senang atau dia sedih, aku juga gak tau karna aku belum cukup berani dan hanya berani sedikit dan yakin saja.
__ADS_1
Hari ini aku berangkat ke kantor dengan situasi yang cukup rumit, karna kali ini ada meeting untuk mereview beberapa client dan harus dibagi kerjanya karna dari pada banyak yang sakit karna banyaknya pekerjaan jadi ini saatnya melihat dan membagi. Aku memulai rapat dengan masih sedikit pusing dan banyak yang aku sampaikan, dan banyak juga sanggahan sampai rapat berjalan begitu lama, dan akhirnya berantem dan tak menemui jalan tengah sampai akhirnya Toby punya jalan dan disetujui anak-anak yang lain, melihat muka-muka intern yang cukup tegang dan mungkin sedikit shock melihat peperangan bertatap muka secara langsung ini membuat mereka keluar tempat meeting langsung minum di mejanya masing-masing, sedangkan kami yang sudah tau alurnya langsung melanjutkan kerjaan masing-masing, ada yang pergi ada yang kembali ke mejanya ada yang makan, sungguh berbeda-beda tapi tetap satu jua.
Kami bekerja masing-masing, diskusi sama Ambar yang cukup memakan waktu dan juga Kris yang tiba-tiba nyodorin proposal untuk diskon nikahan dan aku cuma menyuruhnya untuk taro aja dimeja sedangkan aku pergi ketemu orang supplier, entah bagaimana aku mengatasi semua ini karna ketika hatiku tidak tenang maka semuanya akan jadi tidak tenang, aku bertemu supplier dan tukang-tukang yang lain juga untuk melihat pesanan lain, aku juga mencari orang juga bertemu kawan lama yang sudah lama tidak bertemu, dia adalah teman kecilku dia kebetulan dadakan ke kota ini dan menghubungiku ingin bertemu.
Ternyata dia sedang liburan dengan keluarganya, dan sengaja mengajakku bertemu karna dia juga mau menikah dan memintaku untuk menjadi partnernya dalam segala dekor dan lain-lainnya, dan aku pun senang hati meski acaranya ada diluar kota, kami ngobrol tentang kenangan masa lalu dan juga bagaimana dia akan membuat pernikahan nya indah, ngobrol lama sampai malam dan aku balik pulang kerumah. Sampai akhirnya mama telepon dan ngabari kalau dia sudah ada di jepang dan berencana seminggu ada disana, dan sudah janjian juga dengan bosnya Toby, jadi aku tinggal menunggu waktu saja, dan jangan sampai Aca tau tentang ini.
Aku pun tidur tapi teleponku berdering lagi ternyata Ana, kenapa Ana ini sangat menghantuiku apakah salah ngomong ke Ana sebenarnya.
“Kenapa na?” tanyaku.
“Gimana tadi sama supplier? Bukannya tugasnya Kris ya?” tanyanya.
“Ya gak papa, Kris sibuk bikin proposal minta diskon nikah,” jawabku kesal.
“Hahaha… terus kamu ACC?” tanyanya.
“Gak tau, belum ngecek juga, kenapa telepon? Aku mau tidur.” jawabku sensi.
__ADS_1
“Gak papa, ngecek aja, yaudah good night.” jawabnya.
Dih aneh banget, dia jelas takut kalau aku telepon Aca, aku tau itu dia pasti sangat-sangat khawatir.