Rumah 7 Turunan

Rumah 7 Turunan
164. Ana [6]


__ADS_3

Hari dimana kami camping telah tiba, untuk tempat dan biaya akomodasi dan semua peralatan sudah diatur oleh Ambar dan Roy, sisanya tinggal menikmati aja dan juga ada tugas khusus buat divisinya Aca buat bikin iklan MMA di pantai, dan jelas itu sudah diserahkan kepada anak buahnya dia cuma ACC dan kasih pendapat aja, eksekusinya membiarkan anak didiknya sendiri, begitulah Aca kalau tegasnya kumat, sepertinya dia memang cocok jadi guru killer yang disayangi muridnya, meskipun killer tapi tetap santai. Kami sampai di suatu pantai dan membuat tenda, membuat api unggun dan juga memasak, sudah jelas disini siapa yang tukang masaknya. Tak lupa aku juga bikin story dan ternyata dikomen Toby, rupanya dia cukup iri dan menyesal dengan pilihan nya yang sangat bodoh sekali. Angin menerpa dan membuatku bahagia karna sudah lama tidak healing padahal aku tau maksud segala maksudnya Roy ini healing buat Aca, tapi tak apa karna menjadikan rezeki bagi yang lainnya.


“Na, cukup ajakan itu bahan makanan?” tanya Ambar.


“Cukup kok, bantuin masak nasinya gih,” jawabku.


“Ih susah na kalau gak pake mejikom,” jawab Ambar.


“Halah, yaudah biar aku aja masak nasi, kamu bantuin kupas perbumbuan, eh yang lainnya tolong bantuin nih sayurnya sama ayamnya,” teriakku dan semua mendekat kecuali komplotanya Aca, karna dia harus membimbing anak didiknya dalam membuat iklan.


“Baru juga tenda jadi, para cowok santai dulu gak sih?” ujar Roy.


“Apaan? Gak, bantuin juga biar cepet mateng, kalau gak mau ribet beli aja tadi mie. Ini beli ayam beli daging niat mau panggang memanggang malah mau kabur.” jawabku kesal.


“Maafkan kami ratu Ana,” jawab Adam.


Kami pun memasak dengan riang gembira, tak lupa dengan lagu-lagu dan tarian-tarian kami menikmati sabtu dan sudah dijadwal kami akan makan saat senja datang, entah mengapa Roy suka meromantisasi hal-hal beginian padahal biasa aja harusnya tapi anak-anak senang dengan rundown yang sudah Roy susun karna memang membantu sekali.


Masakan sudah jadi, semuanya berkumpul minum jus sambil makan dan menikmati senja yang kalau dirasa memang romantis sekali, dan memang dari kecil aku jarang sekali liburan, jadinya hal ini membuatku bahagia, aku melihat wajah sumringah teman-teman lain juga yang asik bercanda. Kami semua makan dengan lahap dan sangat kenyang sekali, dan yang bagian cuci-cuci adalah komplotanya Aca karna dia tadi gak bantu memasak, semuanya sudah dirangkai sedemikian rupa agar gak ada yang ngomel-ngomel. Sudah gelap api sudah dinyalakan sambil bercerita hal-hal lucu dan juga konyol sampai ketawa dan nangis berbarengan, tak sadar sudah malam, Aca minta bikin coklat panas dan juga marsmellow ala-ala spongebob sambil dia membuka dengan ucapan terimakasih.

__ADS_1


“Halo, selamat malam semuanya, dengan Aca disini yang bahagia malam minggu ini menghabiskan waktu dengan rekan-rekan sekalian yang sangat saya sayangi. Sebagai wakil CEO kali ini saya dengan serius sangat mengapresiasi peningkatan kerja kalian semua terutama untuk teman-teman magang dan sudah bercerita kalau mau lanjut bekerja secara sah dan ada kontrak, karna sangat jarang sekali ada anak magang yang mau lanjut karna sudah tau seberapa ribetnya kerjaan kita semua dikantor yang kadang sangat hectic sekali, tapi rekan-rekan sekalian betah dan membuat saya tersanjung. Thanks juga buat yang membuat acara ini berhasil, Roy dan Ambar kalian keren banget, pokoknya hari ini saya mengungkapkan perasaan saya kalau saya bahagia ada bersama kalian, terimakasih banyak semuanya, mari bersulang dengan coklat panas ini.” ujar Aca dan disambut hangat sama anak-anak yang lain, lalu giliran Roy dengan bahasanya yang sok romantis.


“Terimakasih juga kata-kata sambutan untuk ibu Aca dan ibu calon anak kita, hahaha… stop-stop jangan teriak-teriak gitu teman-teman, aku cuma mau klarifikasi kalau memang sebenar-benarnya aku sangat mencintai dan mengasihi Aca, maka secara gamblang aku sampaikan disini kalau Aca lah calon istriku, dan secara terang-terangan aku sampaikan ke kalian semua kalau aku sangat menyukai Aca, sekian terimakasih.” ujar Roy yang langsung membuat anak-anak yang lain bertepuk tangan bahagia sedangkan Aca sendiri mukanya nampak stress dengan pernyataan Roy yang gak jelas ini.


Lalu kami berpencar, ada yang mau hunting foto, ada yang mau santai menatap bulan yang sedang cerah, ada juga yang asik bercerita, sedangkan aku, Ambar, Kris lagi asik bakar sosis karna entah mengapa kami ngemil mulu.


“Roy tuh napa malu-maluin sih ya,” ujar Ambar.


“Iya ih, kasihan tau Aca pasti malu.” jawab Kris.


“Ya kalian kek gatau temen kalian aja, yang selalu kek gitu gak tau malu. Mungkin ini kesempatan yang baik buat Roy menyampaikan perasaan secara langsung ke temen-temen dari pada ada rahasia.” jawabku.


“Iya juga ya, kasihan Roy nya kalau kek gitu entar,” sambung Kris.


“Iya kan, terlalu berani Roy tuh, ngomong gak pake mikir dan perhitungan kedepannya.” jawab Ambar.


“Mbar please, kenapa pake ada kata perhitungan sih.” jawabku.


“Ya emang semuanya perlu perincian yang matang kan, gabisa asal sat set gak jelas.” jawab Ambar.

__ADS_1


“Iya juga sih mbar, Aca aja susah payah nyembuhin diri dari Toby ****** itu,” jawabku.


“Tapi Aca dan move on kan?” tanya Kris.


“Nampaknya sih udah ya, soalnya dia sudah mulai stabil kan kemaren dia merasa udah percaya banget sama Toby malah digituin kan,” jawabku.


“Bagus Deh kalau Aca dan kelar dengan masa lalunya, sosok Toby yang kek gitu aja bisa main belakang, padahal Toby laki yang dewasa dan dermawan, hampir sempurna, malah kek gitu.” jawab Ambar.


“Sangat disayangkan, tapi juga bersyukur sih, untung gak sampai nikah mereka kan,” jawab Kris.


“Nah kalau sama Roy emang kalian setuju?” tanyaku.


“Kalau aku sih yes, hahaha… Roy walaupun khayal tapi dia kalau dah serius ya serius,” jawab Kris.


“Aku juga setuju, meskipun slengekan tapi dia emang laki yang tanggung jawab banget kan, dan menurutku mereka cocok, Aca yang misterius punya laki modelan konyol.” jawab Ambar.


“Dan juga Roy kaya hati, kaya duit juga, jadi cocok aja sih. Aca nya juga tipikal yang gak menye-menye, jadi setuju banget.” jawab Kris.


Kami masih berlanjut dengan pergibahan yang positif ini, menjadi tidak positif karna gibahin Toby yang jelek-jelek, pasti kupingnya panas karna diomongin sama kami. Kami masih asik ngemil dan bercanda ria, sampai semua dah mulai kumpul lagi, asik ada yang bermain gitar sampai akhirnya tidur dengan pulasnya.

__ADS_1


__ADS_2