Rumah 7 Turunan

Rumah 7 Turunan
130. Roy [15]


__ADS_3

Lalu aku menyuruh Febri untuk duduk dulu sebelum pulang untuk berkenalan lebih lanjut dan bertukar sosmed, disitu kami merasa bisa berkenalan karna sama-sama extrovert jadi nyambung sampai akhirnya tak sadar sudah malam dan dia pamit pulang, aku pun bersih-bersih rumah karna rumah ini terasa kotor, mulai dari menyapu dan ngepel malam-malam sampai harus mengelap debu-debu semuanya lantai bawah dan atas, tak sadar sudah cukup malam sekali dan rasanya lelah sekaligus ngantuk dan tertidur, bangun pun kesiangan padahal mata sampai pedih sekali karna masih capek dan kurang tidur.


Perjalanan ke kantor aku menyetel lagunya Ben.E king judulnya stand by me sambil menyanyi sendiri dengan sangat tenang dan damai karna hari-hariku akan indah kedepannya, hari ini Toby pamit tidak masuk kantor karna dia ada urusan di kantor utamanya, semakin membuatku bahagia.


When the night has come


And the land is dark


And the moon is the only light we'll see


No, I won't be afraid, oh, I won't be afraid


Just as long as you stand, stand by me


So darlin', darlin', stand by me, oh, stand by me


Oh, stand, stand by me, stand by me


Begitulah liriknya ku nyanyikan dengan riang gembira karna Aca akan selalu ada disisiku hanya milikku perlahan namun pasti yang penting yakin saja.


Sesampainnya di kantor ternyata aku kepagian dan yang datang malah anak kontrak baru yang lagi nunggu di teras sambil melamun dan aku lupa siapa namanya anak buahnya Aca ini.


“Pagi bener nih sampai kantor,” ujarku yang mengagetkannya dan aku sambil membuka kunci pintu.


“Emm… iya pak karna ada deadline dari kak Aca jadinya aku usaha dateng pagi takutnya banyak yang direvisi,” jawabnya.


“Buset, ngeri kali si Aca bikin takut juniornya,” jawabku bercanda.


“Oh tidak pak, hanya merasa itu tugas saya saja,” jawabnya.


“Jangan pak dong, kamu santai aja kerja disini kalau belum waktunya masuk ya jangan masuk, kalau udah waktunya pulang ya pulang jangan lembur kalau gak perlu,” jawabku.


“Siap bang,” jawabnya sambil masuk kedalam.


“Bantuin buka-buka jendela ya, sama nyalain dispenser nya,” ujarku.


“Iya bang,” jawabnya cekatan sambil membuka jendela.


“Tolong cek di papan itu jadwal siapa piket ya?” tanyaku.

__ADS_1


“Oh ada piket ya, hari ini jadwalnya bang Toby sama mbak Kris,” jawabnya.


“Belum dibagi piket baru ya, kalau gitu nanti biar Ana bikin baru,” jawabku sambil semprot-semprot tanaman indoor.


“Iya bang,” jawabnya.


“Namamu siapa, sorry lupa.” kataku.


“Nama saya Tiar bang,” jawabnya sopan.


“Kalau partner mu satunya? Rumahmu jauh ya?” tanyaku.


“Namanya Ilmi bang, rumah saya lumayan sekitar 50 menitan,” jawabnya.


“Okay, santai aja dulu bikin-bikin kopi sana, karna yang lain juga belum dateng, tapi kalau emang ada yang dikerjakan monggo, aku keruanganku dulu ya yar.” jawabku sambil berjalan keruanganku.


Di ruanganku tetap memutar lagu stand by me yang enak itu, rasanya sangat enak sambil mengecek email kembali dengan damai dan santai, sampai akhirnya Ambar masuk membuyarkan khayalanku.


“Lagi happy bener Roy,” ujarnya.


“Gak juga, biar mood naik soalnya stress sama kerjaan.” jawabku.


Lalu tiba-tiba Aca masuk dan memberiku kotak kue yang berisikan brownies coklat buatannya.


“Kenapa nih puter lagu gini, ada apa yang bikin seneng?” tanya Aca.


“Gak ada kok, lagi fresh otak soalnya dari pedesaan yang dingin dan rindang,” jawabku ngeles padahal ya karna dia.


“Lagu ini emang lagu semua masa dan enak didenger,” jawab Aca.


“Iya kan, kek bikin tenang gitu rasanya hati.” jawabku.


“Bentar-bentar, yang budgeting buat sponsorin si Kris itu berapa?” tanya Ambar.


“Emang dia minta di sponsori apa?” tanyaku.


“Catering katanya, kemarin dia kirimin aku proposalnya minta pendapat.” jawab Ambar.


“Gilak, aku pikir minta sponsor sewa gaun gitu atau dokumentasi, ini emang sengaja mau bikin kita tekor,” jawabku kesal.

__ADS_1


“Emang uang perusahaan ada berapa sekarang?” tanya Aca.


“Kamu gak tau ca? Kamu harusnya tau orang tau pinnya, yang tau kan cuma kita bertiga.” jawabku.


“Gak tau, gak pernah ngecek dan lupa, aku percayain sama Ambar aja, pusing palaku mikir uang.” jawabnya santai.


“Gilak kamu ca, bisanya percaya sama aku gitu aja, padahal Roy itu selalu aku suruh cek pembukuan dan semuanya, kamu malah sangat tenang,” jawab Ambar gak terima.


“Ya aku percaya kalian hahaha….” jawabnya sambil nyemil brownies.


“Gak bisa gitu lah ca, wajib periksa secara berkala,” jawab Ambar marah.


“Iya emang kantor gak bisa kasih sponsor catering? Minta aja diskon ke ibunya Ana kan bisa,” jawab Aca sangat santai.


“Orang dagang suruh diskon mulu, harga temen gitu? Ya gilak kamu!” jawab Ambar emosi.


“Hahaha… maaf lah mbar, kalau gak bisa catering ya kantor bantu dokumentasi aja atau sewa gaun lah ya, itu aja udah lumayan.” jawab Aca.


“Ya makanya, dia udah dateng belum? Kalau udah suruh kesini.” jawabku.


“Dia lagi ada janji temu sama kang sablon, jadi dia langsung kesana, biar aku chat aja, biar dia langsung ganti.” jawab Ambar.


“Yaudah kalau gitu, bikin stress aja,” jawabku.


“Jangan pelit-pelit lah Roy,” jawab Aca.


“Bukan pelit ya, ini namanya bisnis,” jawabku.


“Oke, masalah Kris dah bereskan ya, aman ajakan kalau gitu,” jawab Aca.


“Ca bikin lowongan buat IT desainnya terus sebarin,” ujarku.


“Nah ini juga mau aku bahas, harus gercep juga ya takut Toby pindahnya tiba-tiba cepet dan belum ngajarin anak baru kan yang stress kita,” jawab Aca.


“Iya, bikin dah ca, suruh anak baru itu, kamu bantuin Ana ketemu sama kepala sekolah SMA mu ya, karna Ana lagi nawarin buku kenangan sekolah.” jawabku.


“Waw, jaman kita dulu ada tapi gak estetik sekarang ya, yang bisa foto bareng perkelas dengan style beda-beda, dulu mah foto modelan ktp yang dipakai,” jawab Aca.


“Oh iya, aku udah siapin proposalnya, aku print dulu,” jawab Ambar.

__ADS_1


Lalu mereka berdua pergi dari ruanganku yang satu ngeprint yang satu desain dan aku lanjut dengan membuat step by step apa yang harus aku lakukan kedepannya dengan Aca agar selalu stand by me. Aku pun dengan riang gembira mengkhayalkannya, sambil mengerjakan pekerjaanku dan tiba-tiba sudah jam makan siang dan si Ambar menyuruhku untuk makan bersama karna makan siang dari catering tante Wulan yang enak itu datang dan menu makan siang kali ini adalah oseng ayam bawang dan bakso telor orek yang enak sekali dipadukan dengan sambal yang sangat nikmat.


Kali ini makan hanya dengan Ambar dan para intern, yang lain minggat dan hanya kami sambil ngobrol film yang konyol abis dan ngobrolin pengalaman konyol mereka semua, sampai lupa waktu dan yang mengingatkan yang rajin adalah Tiar, entah dia memang rajin atau cari muka, tapi dilihat dari mukanya memang dia rajin dan membubarkan perkumpulan makan siang enak ini.


__ADS_2