
Ada yang lebih berambisi dari sosok itu, ialah kami yang berambisi untuk mengakhiri segala petaka ini, kamilah yang berusaha keluar dan tak terjerumus lagi. Ternyata mereka sosok mereka dan segala wujud mereka juga berambisi untuk menghabisi kami, menghancurkan karakter kami dan mental serta fisik kami, ambisi itu bagaikan dendam yang harus terbayarkan, apa yang membuat mereka berambisi untuk menghancurkan makhluk hidup sedangkan mereka sudah mati, haruskah mereka sejauh ini untuk mengusik kehidupan kami? Jawabanya adalah iya, mereka menganggap kami adalah hama untuk membuat keluarga mereka hancur lebur dan terpisah, padahal mereka sendiri yang membuat hal itu terjadi, kenapa mengkambing hitamkan kami?
Kenapa mereka tidak puas dengan apa yang mereka jalani semasa hidup, apakah dengan dendam mereka merasakan kehidupan yang fana ini? Apakah dengan melihat kami hidup dengan tenang membuat mereka terasa kepanasan dan tidak terima dengan ini? Kenapa juga mereka dendam dengan kami yang tak tahu apapun tentang keluarga mereka, kenapa mereka mengakibatkan segalanya yang tidak perlu terjadi menjadi terjadi, memang setan sehina itu, setan dengan segala manipulasinya dan mengusik manusia karna ketamakan dan kebencian yang tak terhingga.
Saat aku bangun anak-anak sudah berkumpul di meja makan dan sedang minum teh hangat yang disiapkan Ana, ternyata tidur paling nyenyak dan bangun terakhir sendiri.
“Good morning,” ujarku menyapa semuanya.
“Morning darling,” jawab Toby bersemangat dan suara jawaban yang lain jadi hanya backing vokal.
“Loh, iya kalian kapan nikah?” tanya ibunya Ana.
“Segera tante,” jawab Toby yang bersemangat.
“Baguslah, kalau sudah cocok ya segera menikah saja, mau nunggu apalagi, semakin banyak pertimabangan dan pemikiran nanti makin rumit,” jawab ibunya Ana.
Toby langsung melihatku seakan berkata, nah itu banyak dukungan terhadap kita. Aku hanya tersenyum saja dan meminta doa serta restu yang terbaik bagi kami berdua.
“Ibu juga berharap, Ana segera menemukan pria yang baik.” Jawab ibunya Ana dan Ana langsung pergi ambil handuk dan mandi agar tak mendengar percakapan ini.
__ADS_1
Lalu kami juga bantu ibunya Ana bikin kue karna ada pengantaran untuk nanti malam, jadi kami bantu agar cepat selesai dan tidak terlalu capek juga, jadi bagi-bagi tugas gitu agar cepat selesai dan bisa cerita dengan tenang, tantenya Ana juga belum pulang dan ikut membantu, adek bayi juga masih dengan ayahnya jadi seperti diburu deadline gitu kami semua, akhirnya kue-kue sudah matang dan siap untuk dikirim, aku dan Toby yang mengirimkannya jadi tidak perlu memakai jasa kirim. Akhirnya setelah semua kue masuk ke dalam bagasi mobil dan dikasih tau alamatnya yang agak jauh ternyata, ada di pojok kota, dan kami bersiap mengantar walaupun belum mandi yang penting dah bersih-bersih biar segar.
“Ca, gimana tidurmu nyenyak?” Tanya Toby.
“Nyenyak kok, serasa enak aja nyaman.” jawabku
“Kamu gak tanya kek apa tidurku?” tanya nya lagi.
“Kek apa tidurmu bi?” tanyaku yang seakan telat dan gak biasa tanya balik ke Toby.
“Tidurku gak begitu nyenyak jadi kek kebangun-kebangun gitu.” Jawabnya dengan ekspresi sedih.
“Kamu baik-baik aja atau gimana? Mau aku yang nyetir?” tanyaku.
“Kamu gimana semalam itu, coba ceritain,” ujarku yang sangat penasaran.
“Nanti aja dijelasinnya, kamu gak liat energiku terkuras habis gini masih penasaran terus, lihat situasi juga dong…” ujarnya menasehati dengan pelan.
“Iyaa maaf bi, aku emang susah ngerem kalau udah penasaran gitu, maaf yaaa… “ jawabku yang emang gak bisa baca situasi.
__ADS_1
Lalu tiba-tiba Ana menelepon.
“Ca, kalau udah nganter pas dijalan pulang nitip beliin es kopi ya biasanya ya,” ujarnya dengan semangat.
“Berapa liter?” tanyaku.
“Beli literan atau percup aja?” tanya Ana balik.
“Yaudah percup aja yaa, kan banyak yang mau rasa-rasa lain, chat aja maunya yang apa.” Jawabku dan langsung mematikan telepon.
“Bi, nanti ke kopi biasanya ya,” ujarku sambil memutar lagu agar suasana menjadi semakin ramai.
“Iyaa…. Keknya ini kita lewat jalan potong aja ya, jalan utama macet nih jam segini.” Ujar Toby.
“Okay bos,” jawabku singkat lalu menikmati lagu yang sedang aku dengarkan dengan tenang, entah mengapa aku lagi gak pengen ngobrol kek males gitu kek ikutan capek, apa ini pengaruh dari energi Toby yang terkuras.
Setelah mengantar kue, dan membeli kopi akhirnya aku kembali kerumah Ana dan siap mendengarkan cerita dari ibunya Ana, namanya bu Wulan, nama catering nya juga catering bu Wulan. Semuanya sudah memegang kopinya masing-masing dan ini saatnya bu Wulan bercerita secara terperinci.
Jadi ternyata memang benar kalau Asmirah lah dalang dari segala dalang, dia mampu membuat ilusi bahkan sesuatu yang tak kami pikirkan dia bisa membuatnya, mengapa dia bisa begitu kuat, karna memang dia jahat dan memiliki kekuatan dari rasa dendamnya itu, kejahatan sudah mengalir dari dia masih kecil sampai dewasa, dia memiliki kekuatan yang jahat dan bisa bertahan sampai saat ini adalah dari orang-orang yang menganggap dia baik, beranggapan dia dermawan dan patut dicontoh, dan orang-orang itu dari kampung asri sendiri yang membudayakan menceritakan masa lalu kepada anak cucunya, memang benar pak Broto yang selalu diagung-agungkan, tetapi Asmirah juga karna dia bisa menerima pak Broto yang sebagai warga lokal asli, dan membuat pak Broto menjadi sukses menemaninya, sampai bisa membangun UMKM untuk warga sekitar, jasanya sangat besar, dan warga sangat-sangat berterima kasih akan hal ini, tak akan terlupakan, dan itu ada tempat dimana mereka berkumpul untuk menyalurkan ilmu-ilmu itu adalah dirumah pacarnya Kris, yaitu Dipta dan ini ada hubunganya dengan orang tua tante Sari.
__ADS_1
Keanehan-keanehan di rumah itu, dan juga album foto yang banyak sekali dengan kegiatan dimasa lalu, sangat dikenang dan menjadi kebanggaan mereka disitu. Semua ini sangat bertentangan dengan pikiranku kalau tante Sari itu sebenarnya baik tapi mungkin orang tuanya juga tidak baik atau terhasut dengan kekayaan yang diberi Asmirah, karna dari semua rumah warga di sana memang yang paling besar latarnya atau halamannya adalah rumah dari Dipta ini. Tentang Asminah memang benar adanya kalau Asmirah memiliki kembaran yang tidak sembarangan orang tau, karna kembaran itu sakit-sakitan mulai dari lahir, dan orangtua Asmirah memang hanya fokus untuk merawat Asminah sampai dia remaja dan akhirnya sakitnya tak tertahankan lagi dan meninggal, bagaimana dia meninggal tentu saja ada sedikit ulah Asmirah disini.
Makanya kenapa saat kita semua ingin menjatuhkan Asmirah, akan ada saja makhluk lain yang ikut bergabung atau menampakkan diri, entah untuk bermaksud baik ataupun sebaliknya.