Rumah 7 Turunan

Rumah 7 Turunan
105. Meaning


__ADS_3

Arti dari mimpiku adalah aku yang sedang bersantai makan mangga dan diganggu namun tak bisa bersuara adalah aku menjadi bisu dan ada yang mengaturku artinya bisa jadi pak Broto saat ini dalam lingkaran yang dijaga oleh Asmirah dan tak bisa kami hubungi karna dibuat tak bisa mendengar dan bersuara oleh Asmirah, dia hanya diberikan halusinasi kenikmatan yang diibaratkan bisa memakan mangga dengan tenang.


Inisih parah menurutku karna Asmirah begitu berkuasa atas segala yang dia ciptakan, membuat benteng pertahanan untuk dia dan keluarganya seakan memang Asmirah mau mempertahankan segalanya yang sudah dia bangun dan banggakan itu, kami hanya bisa jengkel dengan itu semua, kenapa bisa-bisanya dia membangun istana keluarganya sendiri tapi juga mengganggu kehidupan manusia yang hidup. Setelah cukup mengerti aku mematikan video call kami karna sudah cukup dan saking kesalnya aku memesan makanan di abang-abang yang biasanya lewat kompleks dan aku punya nomernya.


Aku dan Toby makan batagor yang enak dan banget dan pedas, Toby bilang kalau sama aku sebelum nikah bisa-bisa sudah buncit duluan karna makan mulu. Aku tau dia seperti mengejekku atau bercanda tapi emang aku doyan makan karna ini membuat aku lebih tenang padahal aku kurus tapi banyak makan, entah kemana makanan yang aku makan ini perginya. Kami makan sambil ngobrol kira-kira bagaimana menafsirkan mimpi yang entah dari mana datangnya dan kita harus bagaimana, karna aku juga sudah bosan dengan pertanyaan harus bagaimana dan bagaimana seakan tak ada habisnya dan penuh dengan pertanyaan yang membingungkan.


Padahal Toby ingin segera menikah dan aku masih pusing dengan hal ini karna gak enak banget membangun rumah tangga sedangkan ada hal horror yang menggerogoti kita. Aku harap Toby mengerti dan aku juga pusing kenapa dia minta pengen segera nikah mulu.


“Kamu kenapa pengen cepet-cepet nikah sih bi?” tanyaku sambil mengunyah batagor.


“Gak tau ya karna udah bener-bener yakin aja, jadi apa lagi yang ditunggu.” Jawabnya dengan tatapan mata yakin.


“Apa yang diyakini dari aku?” tanyaku.


“Gak tau ca, hati yang ngomong kek udah yakin ya yakin,” jawabnya bingung.


“Hmm… aneh sih, tapi kalau mau nikah ya gapapa juga sih, masa iya kita gak ngurus kehidupan pribadi demi kehidupan orang mati.” Jawabku.


“Nah itu yang aku tunggu-tunggu, akhirnya kamu paham.” Jawabnya senang.


“Wah jadi anak bapak mau nikah nih.” Ujar bapak tiba-tiba datang dengan bawaan ikan satu kresek.


“Om dari mancing ya,” ujar Toby yang kaget.


“Iya ini, bapak bersihin ikan dulu sekalian, setelah ini tolong dimasak ya nduk.” Jawab bapak yang senang dengan tangkapan ikannya.

__ADS_1


“Iya pak, mau di masak apa?” tanyaku.


“Goreng biasa aja daripada ribet, tapi sambalnya yang mantap ya nduk,” jawab bapak.


“Beres pak, siap.” Jawabku.


Lalu Toby membantu bapak membersihkan ikan dan aku menyiapkan bahan-bahan untuk bikin sambal dan juga menggoreng ikan. Bapak mandi dan Toby sibuk bikin story yang ikutan seneng ngeliat ikan hasil pancingan, karna Toby gak pernah memancing dia ingin ikut bapak kalau bapak lagi mancing, lalu bapak menceritakan tentang ikan-ikan pancingannya dan pengalamannya dalam memancing. Akhirnya kami makan malam dengan ikan yang sangat lezat ini dan rasanya benar-benar enak dan gurih banget, aku sampai nambah nasi karna emang enak dan bikin ketagihan, setelah makan selesai Toby membuat kopi karna mau main catur sama bapak sedangkan aku bersih-bersih dapur, dan ikut nimbrung juga tapi aku gak lihat mereka bermain catur aku sibuk dengan laptopku dan tontonanku.


Tidak lama temanku yang anaknya pak RT itu datang kerumah.


“Permisi, selamat malam.” Ujarnya sambil membuka pagar.


“Loh, Nilam, masuk-masuk, ada apa?” tanyaku kaget karna dia tiba-tiba datang.


“Padahal biasanya lewat grub kan pemberitahuannya.” Ujarku sambil membaca undangannya lalu aku berikan ke bapak.


“Iya ca, tapi karna ini biar resmi aja soalnya ada iuran makanan sih, bukan uang, jadi sebelum acara uda patungan makanan gitu.” Jawab Nilam.


“Makasih ya Nilam udah nganterin, masuk dulu om mau kasih ikan hasil tangkapan om, tolong kasihkan ke bapakmu ya, biar dimasak ibumu.” Jawab bapak sambil berjalan mengambil ikan.


“Iya om, makasih ya.” Jawab Nilam.


“Sama-sama santai aja disini,” jawab bapak setengah berteriak karna ada dibelakang.


“Cie, siapa ini ca?” tanya Nilam.

__ADS_1


“Calon, yang ada di feed IG ku yang kamu komen itu.” Jawabku sambil sedikit menggoda Toby.


“Halo, saya Toby calonnya Aca.” Ujar Toby memperkenalkan diri.


“Iya, saya Nilam, kamu yang kasih tau Aca suruh hati-hati sama cermin itu ya.” Jawab Nilam.


“Iya, sekarang dimana cerminnya?” tanya Toby.


“Sama mbah ditutup sama kain, gak tau kenapa, tapi disimpan gak di pasang di dinding.” Jawab Nilam.


“Cermin apa nduk ?” tanya bapak.


“Di belakang rumah itu om yang rumahnya dibuat pos sekarang kan masih banyak barang-barang yang punya rumah, jadi ceritanya karna yang punya rumah udah ada rumah dilaur pulau dan kaya jadi rumah disitu gak keurus dan jadinya di bikin pos aja, jadi seperti dihibahkan buat kompleks ini,” jawab Nilam.


“Wah kaya banget berarti dia, rumah bukannya dijual malah disuruh bikin pos ya.” Jawab bapak sambil memberikan ikan tangkapannya.


“Makasih ya om, saya permisi pamit dulu karna mau bagi undangan buat sebelah,” jawab Nilam.


“Iya hati-hati,” jawab bapak.


“Mari, semuanya.” Ujar Nilam dan berlalu pergi.


Kami membahas lagi masalah cermin dengan bapak, dan bapak juga tipikal yang gak mau ambil pusing dengan sesuatu yang ghaib, seingat bapak memang pemilik rumah itu dulu suami istri yang paling awal menempati perumahan ini katanya, semenjak meninggal dan anak-anaknya juga sudah punya rumah masing-masing jadi gak pernah kembali ke kota ini. Memang pesannya dulu jangan dijual karna memang susah sekali membeli rumah suami istri ini memang nabung bener-bener, mungkin bagian dari wasiat kalau dari pada rumahnya gak berpenghuni lebih baik di bikin sesuatu yang bermanfaat dengan warga sini.


Memang perumahan ini terkenal dengan kerukunan antar tetangga dan antar penghuni perumahan, saling kenal dan banyak sekali acara kebersamaanya. Agustusan juga bikin sesuatu sampai diliput TV dan menang lomba agustusan saat itu, anak mudanya juga sangat aktif, jadi ini memang perumahan yang bagus dalam lingkungannya, bukan perumahan yang sepi dan jarang berinteraksi antar warganya.

__ADS_1


__ADS_2