
Dalam diam banyak sekali yang aku pikirkan membuat jantungku bergejolak dan sakit hati yang entah tak tau mengapa, Toby hanya memintaku untuk baring-baring santai saja tak perlu memusingkan semuanya,lalu Ana akhirnya datang tergesa-gesa nampak khawatir di dalam matanya, bapak juga sama masih menemaniku, karna bapak tidak terlalu percaya jadi bapak bingung bagaimana cara menyembuhkanku, bapak hanya pasrah ke Ana agar dia menolongku dan jika butuh apapun bapak akan siap membantu.
“Permisi, bisa tinggalkan aku dan Aca berdua?” ucap Ana sambil melihat bapak dan Toby.
Lalu mereka berdua keluar dari kamarku, dan Ana buru-buru bertanya dengan lengkap apa yang terjadi, Ana langsung memasangkan kalung kepadaku, kalung dari serat kayu dan ada batunya sebagai hiasannya. Aku tak mengerti aku hanya menerima saja, Ana merasa sangat marah bisa dilihat dari ekspresinya yang benar-benar tegang. Ana juga tidak melihat adanya mereka dirumah ini, Ana juga bingung siapakah gerangan yang berani main fisik sampai berdiri di dadaku. Aku mendeskripsikan bagaimana bentuk nya tapi yang aku lihat sosok ini masih muda, mungkin usia remaja dengan tatapan yang sangat jahat dan berambut hitam legam, mukanya tidak terlalu jelas bagaimana karna samar-samar, pandanganku hanya fokus ke mata dan bibirnya yang mengerikan itu.
__ADS_1
Ana hanya diam dan memejamkan mata sambil memegang tanganku, dia bilang sedang meresapi kegelapan agar tak ada yang mendekatiku lagi dan berusaha melihat apa yang terjadi. Ana juga sadar Toby sebenarnya bisa melihat tapi dia hanya tak mau melihat ini karna Toby tak ingin kembali terpuruk karna bersitegang dengan kekuatan lain, Ana memaklumi karna Toby ingin menjalani kehidupan yang damai, tapi inikan kekasihnya calon istrinya bisanya Toby panik sendiri tanpa mengambil tindakan, ujar Ana yang begitu kesal. Aku hanya menenangkan Ana sebisaku karna aku merasa mual dan sangat lemas, lalu Ana menyuruhku untuk ke kamar mandi dan memuntahkan semuanya, tapi aku tak bisa muntah dan Ana malah memaksaku, akhirnya aku berusaha memuntahkan semua sampai dadaku rasanya sakit, Toby memberiku teh hangat agar aku lebih hangat dan menyuruhku untuk kembali tidur.
Aku tau diluar bapak, Toby dan Ana sedang berdiskusi, karna aku yang lemas ini jadinya aku ketiduran, bangun-bangun sudah hampir magrib dan itupun dibangunin agar tidak tidur saat maghrib. Aku bertanya apakah semuanya baik-baik saja, dan mereka menjawab situasi saat ini masih baik dan tak ada sesuatu yang harus dikhawatirkan. Tetapi tiba-tiba Kris telepon kalau rumahnya dia ada yang lempar-lempar batu tapi saat dicek tak ada siapa-siapa, bahkan saat Kris keluar ngecek nampak batu mengarah padanya sedangkan tak ada siapapun, Ana yang emosi langsung menyuruh Kris untuk tetap saja didalam rumah jangan keluar atau mengecek lagi anggap aja itu orang iseng, dan Kris menurutinya Kris juga tidak terlalu takut karna di rumahnya sedang ada banyak orang. Hanya saja orang-orang menganggap itu anak iseng aja maghrib-maghrib main, dan Kris menyadari kalau ini bukan sekedar anak-anak yang sedang main tapi lain hal.
Keesokan harinya Toby benar-benar menjemputku, dengan raut muka yang sedih dan bimbang, sedangkan aku yang nampak hanya memakai setelan olahraga ke kantor. Di perjalanan Toby berulang kali meminta maaf karna tak bisa menjagaku, dan Toby juga berjanji akan lebih peka dengan sekitar dan menjagaku dengan seksama, sedangkan aku hanya bilang terimakasih sudah mengkhawatirkanku, sedangkan aku lebih khawatir dengan teman-teman yang lainnya karna takut terjadi apa-apa, kalau sampai hal ini aku ceritakan ke Toby pasti dia sangat marah, akhirnya aku hanya diam saja.
__ADS_1
Kami menjalani aktifitas perkantoran dengan normal seperti tidak ada apa-apa, karna tidak ingin membuat kehebohan dan anak-anak intern biar tenang juga, kami memiliki peraturan kepada anak intern, boleh beristirahat dimanapun, dan pulang wajib tepat waktu kecuali sedang ada tugas luar yang tidak memungkinkan untuk pulang tepat waktu, mereka kadang merasa aneh karna kantor ini tak ada peraturan yang menakutkan, memang tak ada yang menakutkan tapi salah sedikit bisa merembet kemana-mana kerjanya.
Ambar meminta untuk tempat tidur itu datang waktu malamm, dan Ana juga sudah menyiapkan bahan-bahan yang bisa dimakan selama kami menginap di kantor, entah satu malam atau bermalam-malam. Saat malam dan kasur juga sudah sampai kami menatanya membuatnya terlihat nyaman dan akhirnya ngobrol di ruang tamu untuk membahas semua ini. Ana bilang dengan teramat jujur kalau kami saat ini tidak sedang baik-baik saja, Ana juga membagikan kalung yang sama dengan kalungku ini dan disuruh semua wajib pakai untuk penangkal kejahatan ghaib, Ana juga sudah ngobrol dengan keluarganya kalau akan butuh jalan yang sulit dan berliku untuk memenangkan perang ini, karna tidaklah mudah membuat semuanya baik seperti semula. Kabar mencengangkannya adalah sosok yang datang kerumahku itu tidak lain dan tidak bukan adalah Asmirah sendiri dengan mode dia waktu remaja, dia bisa mengubah wujudnya sesuka hati dia dan ini kali pertamanya dia datang dengan wujud remajanya itu, dan ada yang mengejutkan lagi, asmirah bukanlah anak satu-satunya, dia memiliki saudara kembar yang bernama Asminah, meninggal waktu remaja karna sakit, bisa jadi yang datang Asmirah atau Asminah. Tapi kalau Asminah sudah tenang dialam sana juga tidak mungkin dia yang datang, karna kau penasaran bagaimana Ana bisa tau hal ini. Ternyata ibunya yang mengulik kisah ini melihat lebih jauh dan lebih lama dan menemukan fakta baru, mereka sangat mirip identik dan susah untuk diketahui, hanya model rambut dan warnanya saja yang agak berbeda. Asmirah dengan rambut hitam kecoklatan sedangkan Asminah dengan rambut hitam legam, dan yang aku lihat adalah hitam legam, namun karna gelap dan samar bisa jadi semua warna menjadi hitam saat itu.
Aku merasa kisah keluarga mereka semakin ruwet seperti kabel, selalu ada hal baru yang tidak dimengerti, entah kekejaman apa yang mereka lakukan semasa hidup sampai tidak diterima menuju alam selanjutnya, hanya satu kata yang jadi masalah kata ibunya Ana, yaitu adalah kebencian yang teramat dalam.
__ADS_1