
Namun lama kelamaan keluarganya senang dengan pak Broto karna mampu merubah Asmirah yang awalnya pembangkang dan seperti punya dunia sendiri semenjak bersama pak Broto dia semakin baik dan bertingkah laku layaknya nyonya yang sayang keluarga, meski di awal ibunya nampak tidak percaya dengan perubahan anaknya, tetapi sang ayah meyakinkan kalau memang cinta bisa merubah manusia dan harus disyukuri kalau berubah menjadi lebih baik. Lalu sang ibu akhirnya ikut bahagia dan semakin dekat dengan Asmirah anaknya, dalam berbagi pengetahuan tentang bisnis, tentang bermasyarakat dan lain-lainnya, jadi Asmirah menyerap ilmu dari ibunya, entah itu berarti baik atau dimanfaatkan dengan buruk.
Hari demi hari sang ibu bisa melihat perubahan Asmirah menjadi lebih baik lebih merakyat padahal dulu dia membuli orang biasa tapi sekarang seperti mengambil ludah sendiri, dia bahkan ikut suaminya di rumah biasa yang sangat biasa tidak ada kata nyaman tapi dia bisa betah, makanya sang ibu kasihan dan ingin membangunkan rumah untuk anaknya itu, tetapi ditolak oleh menantunya dan sang mantu cuma ingin dukungan atas karya-karyanya, jadi ibunya Asmirah membantu dengan seperti menawarkan dan diajak berkenalan dengan teman-teman yang memiliki kelas VIP yaitu orang-orang kaya, tetapi dibalik itu semua ibunya pak Broto mengucapkan terimakasih karna dibukakan jalan kesuksesan untuk anaknya, sempat bu Diajeng mengunjungi rumah ibunya Asmirah dan membawakan umbi-umbian untuk bentuk berterimakasih dan bersilaturahmi dengan besannya itu.
__ADS_1
Bu Diajeng disambut baik karna memang anaknya berdampak baik dengan putri satu-satunya itu, di ajaklah minum teh bersama dan makan siang waktu itu, bu Diajeng juga bahagia karna disambut baik meskipun dia juga jujur karna belum menyukai Asmirah karna memang memiliki trauma, dan besannya juga tidak memaksa untuk menyukai putrinya, karna nanti waktu yang akan berbicara, namun waktu yang berbicara malah kematian yang datang menimpa bu Diajeng, waktu itu saat beliau mendengar besannya meninggal hal pertama yang dia pikirkan adalah apakah ini akibat sikap Asmirah atau ini karna Asmirah, selalu berpikir kalau dalangnya adalah Asmirah, karna dia dari kecil tega membunuh binatang, burung ataupun kucing, meskipun tidak pernah membunuh manusia tapi sikapnya dari kecil bisa saja tetap ada di masa dewasa, sang ibu ketakutan dan khawatir, tetapi setelah diberi tahu kalau besannya itu bunuh diri, sang ibu merasa lega karna bukan anaknya yang membunuh, meskipun dia tidak sepenuhnya yakin tetapi dia benar-benar berharap tidak ada campur tangan anaknya di kematian ini. Keluarga Asmirah semuanya datang dan turut berduka karna tak lama mereka bertemu dan tidak tahu kalau ini akan terjadi, karna dilihat dari semangatnya belajar dan mendukung anaknya sepenuhnya tak mungkin jika dia bunuh diri, atas sebab apa bunuh dirinya itu apakah karna trauma nya atau apa, semua orang yakin kalau itu karna trauma dan menjadi semakin bertambah karna menantu nya tinggal dirumahnya, ibu Asmirah sangat menyesali hal itu, memang seharusnya setelah menikah mereka mempunyai rumah sendiri.
Melihat bagaimana shock dan sedihnya Broto dan Asmirah yang nampak sedih dan pucat sang ibu meyakini kalau memang putrinya tidak ada kaitannya dengan kematian besannya itu, ibunya juga membantu Broto dengan bisnis dan semakin mengajari bagaimana berkomunikasi dengan baik agar bisnisnya semakin maju, dia membuat menantunya itu sibuk agar tidak terlalu merasa sedih dan gundah terus-terusan, tetapi orang-orang menyukai lukisan yang isinya kesedihan karna lebih mendramatisir, Broto juga melukis ibunya yang selalu gagal diselesaikan karna banyak tangisan didalamnya. Asmirah meminta ibu dan ayahnya agar membantu suaminya pulih dengan memberinya banyak pekerjaan lagi dan studi diluar kota, agar tak terlalu sedih dan Asmirah juga mencari uang tambahan agar rumah bisa segera dibangun, karna sudah menemukan tanah yang cocok untuk membangun rumah, sang ibu senang sekali melihat putrinya bersemangat mau mendukung suaminya bangkit lagi, semenjak kepergian sang ibu memang pak Broto sangat bekerja keras agar istri dan anaknya tinggal dirumah yang layak, padahal dia ingin merenovasi rumahnya tetapi dia menuruti sang istri agar memulai dari 0 yaitu tanah kosong dan membangun rumah dengan suasana baru.
__ADS_1
Karna Asmirah merasa dipuja dan disegani dia menikmati hari demi hari bagaimana dia berperilaku baik dan mendukung para warga setempat untuk berkembang dan mengajari bahasa serta ilmu-ilmu yang cukup untuk berdagang, mereka juga diajari menjahit dan menyulam dan banyak hal, bukan hanya itu Asmirah juga belajar memasak yang membuat suami betah dirumah karna para warga lokal sana terkenal dengan tangan yang membuat masakan menjadi enak, akhirnya Asmirah hobi memasak dan suka sekali belajar memasak, bukan hanya itu uang dari suaminya juga terkadang dibuat untuk makan-makan besar dengan para warga, timbal baliknya warga menjadi segan dan sering memberikan hasil panennya tanpa Asmirah membeli. Hal itu membuat Asmirah semakin jumawa dan sombong tapi dia tetap berperilaku baik, kadang juga dia mengundang ibunya untuk memberikan ilmu dari ibunya itu, sang ibu juga bahagia karna Asmirah berhasil berdamai dengan masa lalunya dan berubah menjadi lebih baik bahkan sangat-sangat baik, sang ibu juga membagikan teko di rumahnya sebagai hadiah untuk para warga karna sudah menjaga Asmirah dan diterima dengan baik di kampung ini.
Teko antik ini disimpan para warga karna memang sangat antik dan itu dari luar negeri, ibunya Asmirah suka menyeduh teh, jadinya punya banyak sekali koleksi teko, dan yang tidak kebagian diberikan piring marmer atau barang lainnya yang dari luar negeri, warga semakin senang dengan kehadiran mereka, hanya beberapa warga yang tidak ikut dengan acara itu adalah tetangga Asmirah yang tau bagaimana dia membunuh mertua nya. Keadaan semakin baik dan kampung itu juga semakin maju, pak Broto semakin sayang dan semakin mencintai istrinya yang bisa diajak bekerja sama dan membuat energi baik di rumah tangganya. Asmirah pun bahagia dan semakin tersanjung karna dia dianggap sebagai berlian dan sumber rezeki yang baik, dia memang melakukannya tidak dengan ikhlas, semua itu demi pujian dan kepuasannya mencontohkan sebagai istri yang baik di mata semua orang.
__ADS_1