Rumah 7 Turunan

Rumah 7 Turunan
86. Toby [16]


__ADS_3

Waktu yang akan menjadikan dendam menjadi ikhlas tapi aku belum ada di tahap itu, tak ada ikhlas ataupun dendam hanya sesak dan penuh kebencian. Kepahitan ini jangan sampai dirasakan orang di sekitarku, cukup berhenti di aku saja, jangan sampai ada yang mengalami serupa, karna cukup membuat trauma berkepanjangan. 


Hari ini Roy dan Kris berencana untuk menyampaikan planning mereka yang sudah mereka obrolkan, dan itu akan dibicarakan secara daring karna Aca yang meminta, setelah pulang harus pulang kerumah masing-masing agar para intern juga tidak terbebani dengan kerja kita yang kadang over work dan malah nyaman di kantor, mereka juga belum punya akses untuk kunci kantor ataupun bersantai setelah kerja sedangkan yang lain pulang, karna kemarin ada Tomas yang meminta lembur karna ingin mengerjakan sesuatu tetapi kami harus pergi, jadinya ada yang menemani dia tapi malah semakin nyaman sampai malam. Hal itu jangan sampai terjadi meskipun hanya untuk nongkrong sendirian gak baik juga, dan belum diberi kepercayaan untuk itu.


Entah mengapa semua orang disini bekerja dengan sangat giat dan sangat baik, aku juga bersyukur memiliki teman yang semuanya memiliki chemistry yang baik. Walaupun terkadang bertengkar tapi bisa menyelesaikan secara gentle dan dingin tanpa memanas, karna masing-masing dari kami sudah saling mengenal satu sama lain, jadi tidak ada yang baperan, karna kalau sensitif akan merugikan semuanya. Hari ini Aca sangat cantik dengan kemeja putih dan celana gobrongnya, kemeja yang oversize dengan rambut pendek maruko nya yang sudah panjang sebahu, cantik dan imut dengan lipstik berwarna soft pink yang membuat wajahnya pucat jadi semakin pucat, dia cocok lipstik warna-warna berani yang bold daripada lipstik yang lembab di bibir yang membuatnya tampak basah dan segar.


Tapi dia sesuai moodnya, kadang memakai lipstik coklat yang nampak dia jadi berani dan misterius terkadang juga yang nampak bikin fresh aja. Tapi aku suka apapun yang dia kenakan karna dengan melihat ada didepan mataku saja aku sudah tenang. Beberapa minggu ini memang dilalui dengan ceria dan tenang dan damai, entah bagaimana kehororan akan memanggil lagi, serasa tak ingin dirusak tetapi harus segera direalisasikan agar menjadi dalam dan tentram.


“Bi, katamu mau ngobrolin tentang alat-alat kantor nih ?” Ujar Ambar.


“Oh iya bener, ayok.” Jawabku karna baru teringat.


“Ngobrol di pantry aja sambil seduh kopi, karna tadi Aca bawa roti banyak sama banyak minuman sachet ber pack-pack.” Jawab Ambar.


Akhirnya kami berdua ngopi sambil ngemil roti dan ngobrolin budget untuk kebutuhan kantor, karna Ambar sangat itung-itungan dia selalu merekomendasikan tempat yang murah dan diskon, sedangkan aku ingin kebutuhan ini bisa bertahan lama jadi masalah harga harusnya jangan perhitungan begitu, tetapi dia tetap saja ngeyel dengan pendapatnya, akhirnya aku ngikut ibu kepala keuangan saja, karna dia yang tau tempat dan akan mengajak survey untuk lihat harga-harganya. Dia juga akan menyusun kebutuhan apa saja, dan di publikasikan di grup barangkali ada yang mau menambahkan. 


Robi bekerja dengan baik dan cukup hafal dengan cepat, dia sering juga tanpa dan bisa ngadepin problem solving dengan cakep. Mereka bertiga bisa bonding satu sama lain dan bisa cepat beradaptasi, mereka juga senang ikut workshop dan setiap ada acara diluar mereka juga sering diajak dan mereka senang karna biasanya makan enak.

__ADS_1


Jam pulang pun tiba, kami semua bersiap pulang termasuk anak-anak intern. Di perjalanan pulang yang sambil ngelamun ini aku merasa kalau perasaanku tidak cukup enak untuk melepas mereka berdua ditempat yang berbahaya, karna mereka juga gak bisa baca situasi andaikan ada makhluk lain, karna mereka kan gak bisa melihatnya.


Tepat janjian jam 7 malam untuk zoom bersama, dan akhirnya mereka memaparkan ide-ide dan gagasan mereka. Jadi karna kita juga membutuhkan tambahan furniture bagaimana kalau membelinya di furniturenya Sekar, jadi mereka berdua akan melihat-lihat ke kantor mebelnya Sekar dengan alibi itu mereka bisa dekat, setelah itu bisa merambah ke hal lain mungkin sering-sering aja ngopi bareng atau kegiatan pertemanan bersama. Roy juga berencana ini harus gerak cepat, besok ke tempatnya tanpa ada janji, nanti kalau sudah disana dan tidak ketemu dengan Sekar maka cukup menelepon agar bisa mendapatkan diskon karna beli banyak. 


Kami semua pun setuju, Ambar juga terpaksa untuk setuju karna dia tidak mau kehilangan uang banyak sebenarnya tapi dia dipaksa Roy untuk memahami dan tidak terlalu pelit. Aku melihat Roy dan Kris kembali kompak dan Roy keren banget sangat jagoan menurutku dia bisa menurunkan egonya demi keberlangsungan bersama.


“Jadi gimana ? okey ya semuanya?” tanya Kris.


“Okey,” jawab kami semua kompak.


Akhirnya kami tutup zoom meeting kami dan merasa harus bersemangat dan yakin bisa menutup kasus yang membuat lelah pikiran dan mental. Tiba-tiba mama ketuk kamar dan masuk menawari buah naga.


“Bagus kok ma, aman-aman aja, sekarang udah ada 3 anak intern yang bantuin kami.” Jawabku sambil makan buah naga putih yang segar ini.


“Bagus dong, kalian jadi sedikit bisa santai dan gak terlalu ngoyo kerjanya.” Jawab mama.


“Siapa bilang, tetep ngoyo karna kan ngajari juga jadi seperti double.” Jawabku.

__ADS_1


“Gapapa nak, berbagi ilmu itu pahalanya banyak.” Jawab mama.


“Ma, Aca pas kesini ngomongin apa aja sih? Aku mau tanya itu lupa terus.” Tanyaku.


“Yaa ngomongin dulu kamu kecil kek apa, terus dia juga cerita awal ketemu kamu gimana, itu aja sih nak.” Jawab mama.


“Mama gak jelek-jelekin aku kan?” tanyaku.


“Jelek-jelekin kek apa ? anak mama satu-satunya yang super baik dan pengertian ini mau mama jelekin kek apa ?” tanya mama sambil senyum.


“Ya kali aja mama jelek-jelekin, terus bikin malu aku.” Jawabku.


“Nggak lah nak, yang ada konyol aja sih Aca kalau cerita tentangmu tuh, bikin ketawa.” Jawab mama.


“Ih, dia cerita apa?” tanyaku penasaran.


“Rahasia wanita, udah kamu istirahat aja, mama mau nemenin mbah putri ini jamnya beliau nonton sinetron.” Jawab mama dan berlalu pergi.

__ADS_1


Aku jadi penasaran Aca nih malah bikin malu aku, akhirnya aku keluar dan melihat apa yang ditonton mbah putri sampai harus ada jadwal nobar segala. Ternyata mbah putri suka tontonan semacam ini, aku ledekin dan ikut nonton sampai kebawa ceritanya, jadi ikut nimbung dan ikut ghibah masalah sinetron dengan mereka berdua. Ini lucu sih, karna melihat mbah putri dan mama jadi berseteru dan ditambah aku yang manas-manasin suasana.


__ADS_2