
Tak terasa sudah pagi, matahari sudah terbit dan kami berdua masih shock dan bingung dengan apa yang terjadi. Aku meminta Kris untuk mandi dan bersiap karna kami harus sarapan dulu sebelum presentasi. Setelah Kris aku juga bersiap, dan kami pun ke restoran hotel untuk breakfast.
"Apa kita pindah hotel aja? " tanya Kris.
"Gak perlu, besok kan kita udah balik lagi. " Jawabku sambil menyantap makanan.
"Mataku jadi pedih karna gak tidur. " Ucap Kris.
"Masih untung kamu tidur, aku malah gak sama sekali. " Jawabku emosi.
"Yaaa... kita pindah hotel ajaaaaa. " Ucap Kris kesal.
"Dah, gapapa... nanti kita cari tau, sekarang fokus dulu sama presentasi habis ini, semua data amankan? " tanyaku.
"Aman." Jawab Kris singkat dan tak napsu makan.
"Eh... Ana telepon aku nih. " Ucapku.
"Halo ca, kamu telepon yaa? sorry.. batraiku abis. " Ucapnya.
"Iya gapapa, semalam tuh ada yang ganggu tauk, tolong cari tau yak, detailnya aku chat aja. Ini lagi makan dan mau cari ojol ke kantornya. " Jawabku.
"Iya, hati-hati yak! " jawab Ana dan mematikan telepon.
Diperjalanan aku menceritakan semua kejadian ke Ana dan respon Ana kaget kok bisa gitu, padahal Toby ada di sana dan gak kemana-mana. Sesampainya dikantor client, aku dan Kris meeting dan presentasi dengan baik, berkenalan dengan orang-orang disana bahkan ada yang langsung ingin mengenalku lebih jauh. Dunia ini luas ternyata banyak laki-laki yang ingin berteman denganku, kenapa aku buru-buru bertunangan dengan Toby, sungguh sangat disesalkan.
Setelah selesai kami diajak makan disana dan kembali ke hotel untuk menyiapkan sedikit referensi yang diminta mereka, agar kedepan nya bisa dikerjakan sesuai dengan permintaan mereka. Kris juga sibuk dengan pekerjaan nya, dan sesaat kami lupa dengan kejadian semalam karna kesibukan ini. Sampai-sampai aku ketiduran karna terjaga semalaman, tidur sangat nyenyak dan terbangun karna perut lapar.
"Kris... udah malem nih, ketiduran aku. " Ucapku.
"Iyaaa.. tau pasti lelah banget. " Jawabnya masih bekerja.
"Pesen makan gih. " Ucapku.
"Iyaaa... " Jawabnya.
Aku mandi agar badanku lebih segar, karna tadi sepulang meeting gak mandi. Sembari berendam aku terus memikirkan apa yang sebenarnya terjadi, kenapa beda kotapun yang aku pikit bakal damai ternyata ada-ada saja.
Aku coba menelepon Ana tapi Toby udah nelpon duluan.
"Halo ca, dimana? " tanya nya.
"Kamar mandi. " Jawabku.
"Ngapain? " tanya nya lagi.
"Mandi." Jawabku singkat.
__ADS_1
"Malem-malem mandi ih kamu nih. " Ucapnya dengan nada kesal.
"Kenapa?" tanyaku balik.
"Yaa jangan," jawab nya.
"Jadi kamu nelpon cuma buat ngomel nih? dahlah kumatikan. " Jawabku langsung mematikan teleponnya.
Ku sudahi mandiku dan keluar, nampak makanan sudah datang dan Kris nampak kesal karna lama menungguku.
"Maaf ya lama, " ucapku.
"Yaaa.. mandimu emang lama, udah yok makan terus tidur. " Jawab Kris.
"Si Ana belum ada kabar nih. " Ucapku.
"Gapapa sih, lebih baik taunya besok aja di kereta. " Jawab Kris.
"Iya." Jawabku.
Kami makan dengan lahap karna entah mengapa terasa sangat lapar. Setelah itu bersiap tidur sambil nonton film sampai ketiduran. Kami berdua tidur dengan nyengak karna kecapek an, jadi bangun-bangun sudah segar dan terasa rileks. Ternyata Kris udah bangun dan lagi mandi. Saat aku cek hp ku ternyata ada Ana yang telepon tapi aku gak angkat, langsung aja aku telepon balik.
"Kenapa na? " tanyaku.
"Kalian dimana? kek apa semalem? " Tanya Ana.
"Syukurdeh, kalian naik kereta jam berapa? " tanya Ana.
"Jam 1an, " jawabku.
"Oke, kalau gitu nanti sore kami jemput ke stasiun. " Ucap Ana.
"Thankyou yaa.. " Jawabku.
"Iya, ini udah dapet email dari kantor yang kalian datengi dan mereka setuju untuk melanjutkan kerja sama. " Ucap Ana.
"Wow, cepet sekali mereka memutuskan. " Jawabku.
"Yaaa.. berarti presentasimu berhasil caa, bersiap kerjain ya, aku lagi sibuk nih, terus juga jangan kosong yaa, jangan ngelamun. " Jawab Ana.
"Kenapa? ceritain. " Tanyaku.
"Gak bisa sekarang, udah yaa dah! " Jawab Ana langsung menutup telepon terburu-buru.
Bikin penasaran aja sih, bikin kesal pagi-pagi, aku coba buka email dan melihat perjanjian kerja sama dan berusaha memahami tugas-tugasku, sambil membuat teh hangat agar tidak puyeng.
"Ca.. kita cabut jam berapa? " tanya Kris keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Jam 11 dong check out, terus ke stasiun cukuplah waktu untuk keberangkatan jam 1 lebih. " Jawabku.
"Yaudah, makan yuk ke restauran bawah. " Ajak Kris.
"Aku mandi gak yaa... apa habis makan baru mandi? " tanyaku.
"Yaaa.. cuci muka dulu sana. " Jawab Kris.
Aku dan Kris makan sambil membawa laptop untuk bekerja, sangat santai nikmat dan berasa ingin berenang saja, tapi waktu kami tak banyak disini.
"Kerja kek emang kerja ya kita, gak bisa healing dengan nyaman. " Ucap Kris.
"Yaa.. mau gimana lagi, orang niatnya kerja. " Jawabku.
"Iyasih, tapi kesal aja dengan kejadian awal kita disini tuh, bayangin gak tidur terus besoknya ada meeting penting. " Ucap Kris.
"Yaudah lah yaa, mau kesal juga udah kejadian, mau dinikmatin juga apa yang nikmat. " Jawabku.
"Si Ana bilang apa? " tanya Kris.
"Belum, nanti sore dia jemput baru kasih tau. " Jawabku.
"Hmm... "
Setelah makan dan ngopi, aku segera mandi dan bersiap untuk ke stasiun, dan lagi di lorong hotel ini aku merasakan seperti ada yang mengikuti, tapi entah siapa dan karna saat berjalan seakan dia mengikuti irama jalan kami aku tiba-tiba berjalan dengan cepat, ternyata dia juga ikut berjalan dengan cepat. Sampai Kris pun bingung kenapa aku cepat-cepat.
Akhirnya sampai sudah di stasiun, aku menyempatkan untuk membeli jajanan sebagai oleh-oleh, rasanya seneng kalau belanja gini, dan akhirnya naik kereta. Tetap di keretapun harus buka laptop dan bekerja, sedangkan nampak sekali Kris lelah dan tidur. Aku pun memutuskan untuk tidur juga karna kelelahan.
Tiba-tiba Kris membangunkanku dan menangis, akupun kaget kenapa Kris menangis seperti ini.
"Kenapa? " tanyaku.
"Kenapa Kris? " tanyaku lagi, sedangkan Kris hanya diam.
Aku pun bingung harus bagaimana.
"Udah, ini minum dulu, tarik napas dalam-dalam dan tenanglah. " Ucapku berusaha menenangkan.
Aku tunggu dia sampai tenang dan berlahan napasnya sudah mulai normal dan dia menatap kearah depan yang notabene kosong tak ada siapapun, dengan wajah ketakutan dan diam saja. Mungkin Kris masih shock karna mimpi atau putus kah dengan Dipta atau apa yang bikin Kris nangis.
Aku hanya memeluk Kris mencoba membuatnya lebih tenang lagi, dan memesan teh kereta api yang enak sekali. Selama itu Kris hanya diam, lalu mendekat kepadaku dan berbisik.
"Ada yang mengikuti kita. " Ucapnya sambil melihat kedepan kami.
Lalu aku coba memastikan lagi apa yang di maksud Kris, dan entah bagaimana tubuhku seakan tersetrum listrik, seperti ada yang hempas masuk kedalam diriku.
Dan aku melihatnya....
__ADS_1