Rumah 7 Turunan

Rumah 7 Turunan
25. Kepribadian


__ADS_3

Pagi hari rasanya sangat lemas, mengingat ibu akan datang selepas urusan pekerjaan. Aku menyukai ibu tapi aku juga membenci nya, apakah ini perasaan yang wajar. Batara bilang padaku bahwa ia takut akan ibu, tapi ibu juga baik dan memanjakan nya, perasaan kami campur aduk tak bisa kami pahami.


Bapak dan ibu datang setelah perjalanan jauh langsung menyapa kami dan memberikan banyak oleh-oleh, kami pun bahagia dan bergegas membuka semua oleh-olehnya sambil berteriak kegirangan. Terlihat ibu sangat senang dan puas melihat kebahagiaan kami. Bapak dan ibu lalu pamit untuk beristirahat, di susuk kakek datang dengan nenek belanda, mereka datang karna rindu pada kami dan menanti kelahiran cucu ke 3. Nenek belanda sangat baik dan manja dengan kakek, seakan kakek bisa baik dan cukup mempunyai koneksi yang baik dengan para penjajah berkat nenek belanda. Tapi mereka tak kunjung mempunya anak, aku tak pernah melihat istri kakek yang pertama, bahkan muka nya saja aku tak tahu.


Kami semua duduk di meja makan sambil menyantap hidangan yang sudah di siapkan, Batara hanya diam saja, sedangkan aku ingin sekali segera kembali ke kamar. Membayangkan apakah kelak aku akan menikah dengan orang belanda juga atau dengan pribumi, mengingat banyak teman ku yang sudah menikah atau di paksa menikah.


Aku takut dan gemetar ketika melihat ibu menatapku dengan tajam saat aku beranjak dari meja makan, seketika itu juga ibu melemparku gelas sampai mengenai pelipis ku. Aku hanya kaget terdiam dan menangis. Bapak langsung memanggil mbok Darmi dan menyuruh mengobati ku, sedangkan bapak membentak ibu dan memarahinya. Batara hanya shock menyaksikan kemarahan ibu.


"Mbok, ibu kenapa sebenarnya? apa yang salah padaku? " Tanya ku sambil mengusap air mata dan merasakan perih.


"Non, tidak salah apapun. Ibu mungkin hanya kelelahan". Jawab nya sambil mengobati luka ku.

__ADS_1


"Apakah ibu gila? bapak tadi meneriakinya seperti itu? " Tanya ku lagi.


"Tidak non... ibu hanya sakit". Jawab nya singkat.


"Jawab yang jujur mbok, aku tak akan bilang siapapun. Sudah cukup ketakutan dan kesedihanku". Jawab ku sambil menangis.


"Ibu hanya sakit, terkadang ibu bisa sangat baik dan sangat jahat. Non hanya perlu bersikap baik, jangan membuat ibu kesal". Terang mbok Darmi sambil memeluk ku.


Aku menangis sampai tertidur dan dalam mimpi ku, aku teringat kalau aku ini Aca. Aku sedang terbawa peran masa lalu, aku tidak boleh lupa jati diri ku atau kalau tidak aku akan terjebak dalam dimensi lain ini.


Untung saja aku kembali menyadari bahwa aku ini Aca bukan Amini. Bisa gawat kalau aku lupa dan menikmati peran sebagai Amini.

__ADS_1


"Nak, ibu minta maaf yaa.. ibu jahat tapi ibu tidak sengaja. Ibu tidak sadar nak, maafkan ibu yaaa". Kata bu Asmirah sambil terisak air mata.


Aku bingung harus menjawab apa, apakah aku bilang takut atau bilang tidak apa-apa. Apa yang akan di jawab Amini sebagai gadis muda.


"Amini takut dengan ibu, ibu aneh.. ". Jawab ku ingin melihat reaksi nya.


"Apakah Amini tak suka dengan ibu? ". Tanya nya.


" Takut... Amini takut... ". Jawab ku sambil melepas pelukan bu Asmirah.


Lalu bu Asmirah hanya memandang ku sedih lalu keluar dari kamar dan pak Broto bergilirn masuk kamar. Pak Broto menjelaskan bahwa bu Asmirah sedang dalam kondisi yang bingung, terkadang sayang terkadang benci. Semua itu di sadari pak Broto saat bu Asmirah mengetahui lebih dulu kalau ibu pak Broto meninggal. Mungkin hal itu yang membuat bu Asmirah trauma.

__ADS_1


Padahal kenyataan nya bu Asmirah bukan tahu duluan tragedi pembunuhan seakan bunuh diri itu, tapi memang bu Asmirah lah yang mengantung ibu dari pak Broto seakan gantung diri. Aku sangat kasihan dengan pak Broto, tak ada yang bisa mengungkap kejahatan ini dan pak Broto menyayangi bu Asmirah hingga gelap mata tak mencari tahu lebih lanjut kenapa bisa ibunya bunuh diri. Masa iya pak Broto yakin kalau sebab kematian nya karna bapak dari pak Broto menikah lagi. Kenapa pak Broto tidak berpikir jernih.


Mungkin ini sebab aku kembali ke masa lalu. Tugas ku adalah membuka hati pak Broto agar mengetahui masalah sebenarnya. Apakah ini akan berdampak di masa depan atau tak berdampak sama sekali dan mengapa teman-teman ku tak mencari ku yang hilang di masa lalu ini?


__ADS_2