
Entah bagaimana aku merasa melow, penuh kesedihan rasanya badan ini terasa lemah dan letih, memang terasa sudah baik-baik saja namun saat aku sendiri entah ada yang membuatku berpikir lebih banyak dan terasa menyedihkan, apakah aku menyedihkan?
hidup begini-begini saja menjalanj secara lurus dan berusaha baik-baik saja tiba-tiba ada hal buruk terjadi, tak hanya itu saja namun banyak hal dan faktor yang membuatnya berkaitan dan aku jenuh dengan segalanya yang terjadi, sangat jenuh. Aku tidak baik-baik saja, tanpa sadar aku menangis lesu dengan Sunny dan dia hanya ikut berbaring tidur disampingku dengan manja.
Aku tak kunjung bekerja namun gajiku tetap masuk karna aku pendiri MMA, rasanya enak juga gak pusing tapi gaji tetap full. Aku jadi kepikiran mau jalan-jalan keluar berbelanja, saat keluar kamar ternyata aku lupa kalau bapak harusnya sudah berangkat bekerja dan ada note di kulkas kalau bapak berangkat kerja dan disuruh sarapab sereal aja, aku menyuruh Sunny untuk kembali ke kamarnya sendiri untuk pipis dan makan, ternyata semalaman aku bersama Sunny, untung dia gak beol tapi jadwal beol dia pagi sehabis dia makan. Rasanya aku masih merasakan ketidak jelasan. Makan sambil melamun dan menangis entah bagaimana aku menyikapinya, aku membuka HP dan membaca pesan dari Roy yang bertuliskan, take your time, kapanpun kamu ingin kembali bekerja datang saja. Pesan sederhana yang mampu membuatku menangis semakin keras dan tidak merdu, selesai sarapan aku bersih-bersih rumah dan berencana pergi keluar berbelanja tanaman saja dari pada harus ke mall.
Aku mandi dan bersiap pergi ke pasar bunga, melihat jalanan yang sudah lama aku tak lewati dan pikiranku hanya berpikir akan membeli apa, sampai disana aku mencari tanaman yang bisa masuk ke dalam kamarku dan juga kaktus, berkeliling sampai tak terasa sudah siang saja, aku mampir ke warung bakso untuk makan dulu sebelum pulang, rasanya enak dan sudah lama aku gak kulineran, setelah itu pulang dan menata tanaman yang aku beli tadi. Lama-lama hanyut dalam kegiatanku dan ngobrol sama Sunny, entah apa saja yang aku ceritakan, lalu sepertinya ada tamu yang ketok-ketok pagar rumah dan aku keluar ternyata ada tetangga baru yang memperkenalkan diri kalau dia tinggal di rumah belakang pos, dan aku pun membuka pagar dan menyuruhnya masuk karna dia membawakan roti, aku berterimakasih dan mengganti piring roti itu dan dia menunggu di kursi teras dan bermain dengan Sunny.
"Kucingnya cantik sekali, siapa namanya? " ujarnya.
"Namanya Sunny mbak, gemes yaa... " jawabku.
"Kalau mbak namanya siapa? " tanyanya.
"Saya Aca, pindah sekeluarga kah mbak? " tanyaku.
"Cuma saya dan anak saya aja mbak, " jawabnya.
"Oh yaa? maaf saya kira masih anak kuliahan hehehe, " jawabku yang kaget.
"Iya mbak, nikah muda, anak saya masih satu tahun, suami saya kebetulan lagi dinas dan kami pindah karna lingkungan lama kurang aman untuk ditinggali berdua dengan anak, " jawabnya teduh.
"Iya, disini aman kok, pos itu selalu ramai dengan bapak-bapak dan pemuda disini, bahkan sering aja ada acara warga sini tuh. " jawabku.
"Iyaa... saya juga punya kucing mbak, kapan-kapan mampir saja kerumah yaa, saya pamit pulang dulu karna tadi anak saya tidur," jawabnya sambil berdiri.
__ADS_1
"Iya mbak Dewi, kapan-kapan mampir, makasih yaa rotinya, " jawabku sambil tersenyum.
"Iya mbak Aca, mari. " jawabnya dan berlalu pergi.
Aku masuk kedalam dan memakan rotinya, sepertinya ini bikin sendiri karna enak dan lembut, lagi asik makan si Toby telepon terus-terusan akhirnya dengan terpaksa setelah sekian lama aku angkat.
"Halo! " ujarku dengan nada tinggi.
"Sayang, kamu kemana aja, susah bener dihubungi? aku udah denger dari anak-anak tapi please kasih tau aku, aku gak mau kamu sendirian, " jawabnya memelas.
"Gak! " jawabku singkat.
"Maaf yaa, udah banyak ngecewain kamu dan bikin kamu gak percaya lagi sama aku, " jawabnya lagi.
"Terus? " tanyaku.
"Ngertiin apa? cara kerja dengan dugem-dugem mabuk gitu? kolerasi ke kerjaan apa? biar nambah kawan? " tanyaku kesal.
"Ya buat nambah relasi, dan aku kepaksa harus ngikutin, " jawabnya.
"Ya terserah, kalau cari makanmu dengan cara kek gitu, akhiri saja hubungan ini cari spek tante-tante doyan dugem dan relasi-relasimu, " jawabku kesal.
"Loh kok gitu? gak mau aku! " jawabnya.
"Terus? " tanyaku.
__ADS_1
"Ya kamu cukup percaya aja sama aku, aku gak akan aneh-aneh, " jawabnya.
"Sudahlah bi, berakhir sampai sini aja, aku gak bakal egois, suka-suka kau aja disana, nanti aku bakal dateng kerumahmu ketemu mama dan mbah putri buat mengakhiri ini dengan baik-baik, " jawabku yang ngomong udah gak pake perasaan lagi tapi logika yang berbicara.
"Ca... aku gak mau sayang, kamu jangan mutusin sepihak gini dong, cuma gara-gara aku gak jujur, kan ini demi kebaikanmu, " jawabnya.
"Kebaikanku yang mana? punya laki doyan dugem, karaokean sama bos sewa cewe? kek gitu? iya? " tanyaku dengan emosi.
"Maaf sayang, aku gak bisa nolak, " jawabnya sok memelas.
"Kalau demi kebaikanku, sudah cukup hubungan ini sampai disini, aku gak sudi dengan lelaki pembohong, sudah parah kelakuanmu, itu yang aku tau, gak tau lagi kalau kau sayang-sayangan sama cewe lain demi kerjaan, partner kerja menjadi partner kesayangan, " jawabku dan langsung mematikan telepon.
Aku blok nomernya di HP ku dan cukup sangat cukup, silahkan bekerja dengan giat dengan hal-hal buruk sampai uangmu menjadi banyak, aku langsung bersiap mau menemui mamanya Toby tapi sebelum itu aku telepon bos besar MMA dulu yaitu Roy.
"Halo Roy, " ujarku.
"Iya ca? Ada apa? kamu sakit? " tanyanya yang heboh.
"Gak, ini ada yang mau aku bahas, kamu dikantor? " tanyaku.
"Iya, habis meeting nih, kenapa? " tanyanya.
"Bisa kesini sekarang? " tanyaku.
"Bisa, yaudah aku langsung kesana sekarang, " jawabnya.
__ADS_1
"Gak usah bilang anak-anak yaa.. yauda aku tunggu, " jawabku dan menutup telepon.
Sembari menunggu Roy, aku berpikir akan mengembalikan sertifikat rumah yang Toby kasih, aku berpikir harus pindah kantor lagi karna itu Toby yang bikin dan aku harus tau keuangan kantor dan apa aja yang jadi milik kantor bukan dari uang Toby, selama ini aku selalu percaya dan gak pernah cek keuangan kantor tapi karna ada masalah begini aku harus tau dan mengembalikan kepada yang punya, kantor juga harus pindah karna aku sudah tak ingin berhubungan lagi dengan Toby, apakah aku egois? karna putus langsung pergi dan tak memikirkan yang lain? tapi aku harus tanya bos utama dulu.