Rumah 7 Turunan

Rumah 7 Turunan
128. Roy [13]


__ADS_3

Perjalanan menuju rumah kakek dan nenek tiri memakan waktu sekitar 2 jam an karna gak ada jalan tol kesananya jadi lewat jalan biasa dan masuk ke desa-desa. Toby katanya sangat senang karna sudah lama gak bertemu kakek karna dia biasanya aku undang kalau ada kakek main kerumahku, bukan karna kenapa-kenapa tapi kalau ada dia aku bisa sedikit gak selalu ngobrol dengan kakek jadi ada temannya.


“Ada acara apa emang Roy dirumah kakek?” Tanya Toby.


“Gak ada apa-apasih cuma kakek kan waktu acara makan-makan keluarga belum banyak ngobrol denganku, dan setelah itu juga cucu-cucunya berkumpul sedangkan aku kerja,” jawabku santai sambil nyetir.


“Harusnya bersyukur masih punya kakek nenek lengkap tuh,” jawab Toby.


“Ya bersyukur, makanya ini weekend nyempetin kesana, padahal tau sendirikan kek apa kantor kita yang sangat bikin stress dengan kerjaan, untuk orang-orangnya kompeten semua,” jawabku.


“Iya, emang pinter bos besar nih cari orang,” jawabnya sambil tertawa.


“Ya pinterlah jelas hahaha… aku juga udah bingung mikir nih siapa penggantimu yang cocok,” jawabku.


“Sorry banget ya Roy, padahal aku juga udah cukup stress di dua kantor dan tiba-tiba malah disuruh pindah ke pusat.” jawab Toby dengan muka sedih.

__ADS_1


“Ngapain sedih gitu? Santai aja lagi, namanya juga berproses menuju kesuksesan,” jawabku.


“Iya juga kata mamaku emang harus ada yang dikorbankan dalam kehidupan ini dan selalu ada pilihan,” jawabnya.


“Terus respon si Aca kek apa?” tanyaku berusaha menggali.


“Ya dia happy kan udah aku bilang,” jawabnya.


“Gak maksudnya happy kan kadang cewek tuh bisa beda gitu artinya.” jawabku.


“Si playboy tau banget lagi tentang bahasa cewek, hahahaha….” tawanya yang riang meledek.


“Dia happy aja dan gak ada obrolan rencana lebih lanjut harus gimana, dia cuma minta menjalani aja yang semestinya dijalani jadi gak nyuruh aneh-aneh sih atau harus ngapain gitu.” jawab Toby.


“Hati-hati bi, di pusat kan ceweknya fashionable dan banyak yang cantik-cantik, bisa aja dengan LDR Aca lebih sensi atau gimana gitu,” jawabku.

__ADS_1


“Nah itu sih gak perlu khawatir ya, aku susah-susah dapetin Aca kok mau melipir kek gitu, ya jaga pandangan aja dan professional aja, tapi mudahan Aca gak akan ribet atau gimana gitu ya karna bakal susah,” jawabnya.


“Ya kalau kamu minta Aca gak ribet ya otomatis Aca gak peduli, kan kalau cewek peduli dia bakal cari masalah terus sama pasangannya, kalau peduli ya bakal nyari mulu.” jawabku manas-manasin suasana.


“Ya aku tau Roy, tapi Aca kan tipikal yang cuek dan percaya jadi ketika diberi kepercayaan ya jangan sampai bikin ulah.” jawabnya.


“Ya itu sekarang, ketika dijalanin akan beda lagi, harusnya Aca udah mikir gimana resikonya dong kau juga bi, jadi udah ngasih arahan begini-begitu kedepannya,” jawabku.


“Bener juga katamu Roy, entar deh aku bicarain sama Aca kek apa,” jawabnya dengan muka tambah bingung.


Kami berbicara banyak tentang pekerjaan dan tentang perasaan wanita, dia menganggapku bisa mengerti wanita hanya karna mantan pacarku banyak padahal gak gitu juga. Aku hanya ingin mengacaukan hubungan kalian berdua ini yang belum begitu kuat namun dipisahkan jarak, toh walaupun tunangan juga bisa dibatalkan, gak ada yang gak mungkin di dunia ini.


Sesampainnya di rumah kakek dengan pemandangan yang indah dan kebetulan belakang rumah kakek sudah persawahan jadi begitu indah dan sejuk, kami masuk dan sangat senang sekali kakek karna aku mengajak Toby, langsung disuruhnya kami makan karna nenek tiri sudah menyiapkan makanan, padahal mereka ini sudah tua tapi apa-apa dilakukan sendiri karna memang masih pada segar dan sehat-sehat, katanya masa tua tinggal di desa itu memang obat paling mujarab dari rasa sakit, yang bikin sedih hanya rasa kesepian karna jauh dari anak dan cucu, untung saja para tetangga disini sangat baik dan saling gotong royong kalau ada apa-apa, bermasyarakat dan bersosialnya disini sangat keren kata kakek.


Kami makan dengan lahap dan aku bercerita kalau Toby naik jabatan di kantornya satunya dan harus pindah ke kantor pusat. Kakek dan nenek tiri sangat excited dan senang sekali, mengingat kakek dulu juga pernah naik jabatan di kantor pemerintahan dan harus pindah padahal awalnya bekerja di pelosok desa tapi karna sudah bertahun-tahun mengabdi akhirnya naik pangkat juga dan saat naik pangkat nenekku meninggal karna sakit dan akhirnya selang bertahun-tahun kakek menikah lagi dengan nenek tiriku saat ini, nenek tiri bekerja sebagai guru dan sekarang mereka berdua juga sudah pensiun, padahal kakek juga punya perusahaan yang sekarang diambil alih papaku, tapi karna kakek ini jiwa sosialnya tinggi dia malah menyuruh orang lain untuk mengerjakannya makanya susah sekali bangkitnya baru dipegang papa ini perusahaan semakin baik, dulu yang megang adalah kakaknya kakek.

__ADS_1


Kami ngobrol begitu banyak tentang masa lalu kakek dan nenek tiri yang aku tau rahasia mereka adalah mereka pernah saling mencintai waktu muda, jadi aku gak percaya kalau hubungan mereka setelah nenekku meninggal, pasti ada apa-apa dimasa itu yang mereka tutupi dan akhirnya bersama. Pasti kakek selingkuh itulah pikiranku, dan aku juga pernah tanya ke papa dan papa hanya diam saja dan membuatku semakin menyadari kalau ini pasti begitu. Tapi simpang siur sejarah masa lalu biarkan tetap di masa lalu, sekarang adalah sekarang dan aku harus ikuti saja alurnya.


Sama seperti aku mencintai Aca jadinya aku harus ikuti saja alur bagaimana hatiku bergerak untuk menetapkan hati kalau Aca memang milikku dan akan tetap menjadi milikku, aku hanya sedang menitipkannya ke Toby sebentar saja, hanya sebentar saja.


__ADS_2