
Sesampainya dirumah ternyata Roy sudah ada di kamarku dan sedang ngegame dengan laptopnya itu. Dia sangat sibuk sekali dengan laptopnya sampai tidak sadar dengan keberadaanku, aku biarin aja dah, aku langsung keluar kamar ke kamar mandi bersih-bersih badan, buka pintu kamar mama mengecek apakah mama sudah tidur, ternyata mama masih juga sibuk dengan laptopnya. Lalu aku mengetuk kamar agar mama menyadari aku sedang ngintip di pintu kamarnya.
“Sudah pulang nak ?” tanya mama.
“Sudah ma barusan, mama ngapain ?” tanyaku.
“Lagi bikin presentasi buat ngajar anak-anak nih dengan metode gambar dan motion yang bagus biar gak bosen juga.” Jawab mama.
“Wah keren nih, mama belajar dimana ?” tanyaku.
“Anak mama yang cewek yang ngajarin,” jawab mama.
“Hah? Siapa ?” tanyaku.
“Yaa.. calon istrimu nak, siapa lagi.” jawab mama sambil tertawa.
“Kapan Aca ngajarinnya?” tanyaku lagi.
“Yaa.. pas kesini, terus juga mama sering ngechat Aca buat tanya-tanya.” Jawab mama.
__ADS_1
“Wah, mama bisa gitu yaa… memanfaatkan menantunya yang jago desain.” Jawabku.
“Gak manfaatin nak, namanya juga sharing, sharing ilmu kan bagus.” Jawab mama.
“Iyaaaa oke deh, mama tidur lah, emang besok gaada kelas ?” tanyaku.
“Gak ada nak, besok rencana mama sama mbah putri mau jalan-jalan ke mall.” Jawab mama.
“Iya oke deh, terserah mama aja, jaga kesehatan lah ma, masa tidur malam-malam begini.” Ujarku.
“Anakku juga jaga kesehatan, jam segini juga baru pulang belum tidur lagi.” Jawab mama.
“Oke, mama wajarin, tapi mana kirim foto kalian berdua itu ke HP mama, sekarang mama tunggu.” Jawab mama.
“Iya, HP nya dikamar, yaudah aku kirim sekarang, good night mama.” Ujarku dan menutup pintu kamar mama.
Aku melihat Roy habis keluar dari kamar mandi, dia kaget karna seperti mencium parfumku tapi ga ada orang akhirnya dia lega karna beneran ada aku dirumah ini. Lagian aneh-aneh aja, ya wajar aja dia cium parfum dia kan ada dikamarku. Terlalu parno gak jelas emang nih anak.
“Gimana tadi kencannya?” tanyanya.
__ADS_1
“Sukses dong,” jawabku singkat sambil senyum-senyum sendiri.
“Acanya kek apa ? jutek atau gimana ?” tanyanya lagi.
“Gak lah, dia happy banget malah.” Jawabku menyombongkan diri.
Aku mengirimkan foto-foto ke mama, dan juga memamerkan nya ke Roy, diapun kaget kalau kita berdua bisa berekspresi tanpa canggung berdua seperti ini. Aku juga bingung dan happy aja, Roy juga heran dan sangat-sangat tidak percaya, jangan-jangan ini hanya untuk foto aslinya biasa aja, tapi memang situasi di foto dan nyata tetap sama, aku menceritakan keseharianku sama Aca dan Roy terperangah dengan ceritaku ini seakan tidak mungkin tapi itu memang kejadiannya nyata. Saat sudah selesai cerita gantian Roy yang bercerita tapi Roy lebih memilih untuk bercerita besok aja di kantor, karna males double-double ceritanya, karna ini hari yang melelahkan bagi kita berdua makannya kami lebih memilih untuk beristirahat.
Akhirnya kami memutuskan untuk rapat di ruang rapat, sedangkan untuk anak intern kami menyuruh mereka untuk makan siang di cafe dekat kantor dan memberikan mereka card untuk membayar tagihan makan siang mereka. Ana juga sudah memesan makanan untuk rapat, bukan rapat kantor tetapi rapat horror ini kesannya karna yang dibahas bukan kebutuhan untuk kantor. Lalu Roy dan Kris mulai presentasikan cerita mereka.
Jadi mereka sudah berhasil untuk membeli beberapa furniture, lebih tepatnya pesan yang sesuai dengan desainnya Aca karna furniture mereka yang sudah jadi dilihat-lihat tidak terlalu cocok dengan konsep kantor ini jadi dari pada jadinya memaksa akhirnya memesan adalah cara baik untuk mengulur waktu dan tetap berhubungan dengan mereka, inilah cara cerdas dan siasat yang mantap. Karna kantornya jika malam itu kadang tutup dan gak bisa memberikan desain yang di mau lewat email, karna akan susah jika menjelaskannya dan takut miskom, akhirnya Roy dan Kris samperin langsung kerumah nya dengan persetujuan dari Laras, jadi memang dua anak ini memancing sang pemilik rumah untuk diundang ke rumahnya, padahal janjian di cafe atau di kantor sini juga bisa.
Saat dilihat kondisi rumahnya yang sudah sedikit berbeda dari aslinya, karna kan ada 2 rumah yang dipisah itu antara rumah basecamp kami dulu dan rumah bu Hartanti sekarang dijadikan satu jadi pagarnya ditambah, mereka berencana untuk mengumpulkan keluarga besar mereka agar silaturahmi tetap terjaga, jadi mereka bercerita kalau sedang mencari keluarga mereka agar mau datang kerumah mereka untuk mempererat tali persaudaraan, tapi itu masih sedang diupayakan belum ada obrolan kapan-kapannya terjadi perkumpulan keluarga itu. Rumah itu juga sepi hanya ada Sekar saja, mas Teguhkan ada dirumah lama, sedangkan Laras tidak ada dirumah itu karna sedang menemani mas Teguh dirumah lama.
Ngobrol-ngobrol tentang desain, Sekar juga bertanya kenapa gak Aca sendiri yang menjelaskan, jadi mereka berdua bilang kalau Aca sangat sibuk jadi sudah menyuruh mereka berdua untuk masalah furniture dan kebutuhan kantor. Sekar mengiyakan tanpa adanya curiga. Lalu Sekar juga bertanya lagi apakah mereka mau membantunya untuk menjadi saksi agar bisa berkomunikasi dengan pak Broto, lalu jawabannya adalah tunggu waktu aja, karna benar-benar tenaga habis karna banyaknya kerjaan di kantor. Karna dulu mereka sering sekali menyuruh kami tunggu dan tunggu waktu mereka, akhirnya hal itu bisa terbalaskan dengan jawaban Roy yang cukup jago ngeles ini.
Tak hanya itu, kepala Roy sangat terasa sakit dan pusing seakan-akan berat dan memberikan tanda ke Kris agar segera pulang itu, ternyata saat dibersihkan oleh ibunya Ana, ada saudara mereka penghuni situ yang notice kalau Roy itu adalah si ganteng yang disukai Amini, jadi ingin sekali masuk dan mengendalikan Roy, tetapi karna Roy sepertinya punya pelindung dari leluhurnya dan kebetulan leluhurnya juga orang yang disukai Amini, jadi tidak bisa semudah itu bisa mengganggu garis keturunannya. Roy merasa kaget dan juga bangga dengan garis keturunan yang tampan ini dan dia juga tidak menyangka kalau keluarganya yang sangat pekerja keras sangking bekerja terus tidak ada waktu untuk keluarga ini bisa memiliki leluhur yang setampan itu. Mungkin memang dengan bekerja keras adalah salah satu warisan yang bisa diaplikasikan agar tetap giat itu juga termasuk hal yang membanggakan.
Tetapi yang mereka berdua sadari, rumah itu tidak lagi terasa pengap dan menyeramkan dan nampak kuno malah sekarang nampak estetik dan udara yang ada di rumah itu tidak lagi di menyesakkan dulu. Dua kucing juga masih disitu berlarian dan tiduran seenak mereka berada, Sekar Pun juga nampak menjaga kucing itu dengan baik dan merawatnya sampai bulu mereka halus sangat tidak nampak sekali kalau itu kucing kampung. Karna ternyata mereka sering ke salon kucing, Aca sangat bersyukur karna kucing nya sehat-sehat saja dan jadi penasaran dengan rumah itu.
__ADS_1
Tapi anehnya sekar tidak merasa takut sendirian dirumah itu, seperti sudah biasa dan bahkan memang rumah itu ramai, apakah keluarga besar itu masih tetap bersemayam di rumah itu atau Sekar membiarkan mereka, padahal dulu dia mau kuburan di belakang rumahnya dipindah dan menyuruh penghuni untuk kembali ke alam mereka masing-masing, entah sekarang terasa Sekar berbeda dengan prinsipnya yang dulu dia pegang.