
Aku membuka pintu dan aku melihat sosok dipagar, rumahku memang ada pagar gaib jadi makhluk gak jelas gak akan bisa masuk. Nampak samar tapi aku juga gak ingin keluar hanya melihat dari pintu rumah saja, bisa dibayangkan rumahku yang tidak terlalu besar, halaman yang cuma bisa diisi mungkin 1 mobil tapi aku gak punya mobil, sebelah kiri ada pohon jambu air alias klampok merah lalu teras kecil, masuk langsung ruang tamu yang langsung juga nampak ruang TV tidak ada sekat, ada sih tapi cuma lemari kuno aja yang ada kacanya itu lalu sebelah kiri kamar ada 2 kamar dan sebelah kanan dapur, bagian belakang juga dibuat dapur lalu ada tangga ke atas satu ruangan aja dan itu juga kamarnya kakakku. Rumah ini juga bukan masuk perumahan sih hitungannya karna perumahan ada di belakang lingkungan ini.
Sosok yang datang itu semacam kunti dengan pakaian putih tapi sangat panjang ala-ala kainnya ada ekornya, lalu rambutnya panjang juga sekaki dia, rambutnya tidak lurus cenderung bergelombang dan berantakan sangat tebal dan punya tatapan yang seram, bayangin aja depan rumah ada beginian entah maksudnya apa menatap ke rumah ini terus, pakai acara nyengir lagi saat ditatap balik, suaranya cukup merdu, tawa-tawa gak jelas gitu, aku pantengin aja maksudnya apaan nih cewek yak, lalu aku teriak memanggil ibuku.
“Apa? Kenapa teriak-teriak?” tanya ibuku.
__ADS_1
“Coba lihat tuh cewek ngapain coba nyengir gak jelas.” jawabku sambil menunjuk.
“Astaga nak, kaget hahaha… agak drama ya dia coba lihat sekitar jadi ngeblur terus seperti ada efek-efek gimana gitu,” jawab ibuku tertawa.
“Hmmm… dia ngapain bu?” tanyaku.
__ADS_1
Dan aku pun masuk, karna kamarku ada di kamar depan, otomatis kalau lihat jendela akan nampak itu cewek yak, jadinya risih juga dia ngeliatin rumah ini dengan baik dan malah memperhatikan dengan senyuman mautnya, aku tutup gorden dan tidur, bangun-bangun aku sudah ada diluar mencari klampok ternyata aku sedang bermimpi dan ada cewek yang menyapaku dan tersenyum dengan manis, dia sangat cantik sekali sepertinya bukan orang sini, aku cuma membalas sapaannya dan ternyata seketika dia berubah wujud menjadi sosok yang bertamu ke rumahku tapi tak kupersilahkan bertamu, malah datangi lewat mimpi, karna aku sadar aku pasti mimpi aku langsung berusaha bangun. Saat aku melihat HP ku ternyata sekarang masih jam 3 pagi dan aku dengar suara ibuku didapur sudah memasak dan aku keluar ternyata memang ibuku sedang bikin roti kukus, ditanya kenapa bangun aku ceritakan kalau cewek itu masuk mimpiku dan ibu suruh ngecek kedepan apakah dia masih bertengger disitu. Saat aku cek ternyata dia masih disitu bahkan melambaikan tangan kepadaku, aku mencoba menutup mata dan membuka akses komunikasi secara batin.
Ternyata dia ini adalah sosok pembantu muda dirumah Asmirah, siapa sangka dia akan kesini, ternyata dia bukan cuma pembantu tapi juga pembantu centil yang menggoda pak Broto makanya dia dihabisi Asmirah, dia jujur kalau dia menyukai pak Broto karna baik sekali sangat dermawan, dan dia seakan terhipnotis akan melakukan apapun untuk pak Broto, saking sukanya terkadang dia menawarkan diri menjadi model lukisan pak Broto apapun yang pak Broto inginkan, kadang dia ingin model gadis lawas, kadang rutinitas menjadi pembantu, kadang juga menjadi wanita bangsawan asli pribumi, dan yang terakhir yang belum sempat selesai adalah cewek ini menawarkan diri untuk dilukis tanpa pakaian, pak Broto tak ingin melukis seperti itu karna tak ingin merendahkan dia, hal itu menjadi membuatnya semakin mencintai dan menggoda pak Broto agar menyukainya juga, karna Asmirah sangat sibuk dengan mentalnya dan kelakuannya yang sangat topeng itu, dia jadi abai dengan suaminya dan lama-lama rencana itu akan berhasil tetapi gagal karna ketahuan Asmirah saat cewek ini mencoba-coba pakaian Asmirah bahkan mencium pakaian suaminya, kadang juga sengaja memperlihatkan belahan dadanya karna jaman dulu hanya menggunakan jarik.
Aku tercengang dengan cerita itu, aku memanggil ibu dan ibuku juga mengkonfirmasi kalau itu benar, cewek itu hanya meminta tempat dan mau membantu kami, karna dia tau semuanya sebagai pembantu, karna selama ini dia di bully didunia lain tepatnya juga tinggal dirumah itu, di kubur juga di situ, tapi dia tak dikubur hanya dibuang seakan tak berguna, dia menetap di ruang bawah tanah di pojokan gudang penyimpanan ada lubang seperti tempat penampungan air dan dia dibuang di situ. Aku tak bisa membayangkan karna sulit sekali membayangkannya hanya ibuku yang bisa, beliau sampai menangis merasakan betapa sakit dan kelaparannya saat itu. Akhirnya ibuku mempersilahkan maksud tapi tak boleh berwujud menyeramkan dan boleh tinggal di halaman depan rumah ini untuk sementara sampai semuanya ini beres dan mungkin cewek ini bisa tenang. Wujud aslinya sangat cantik, tipikal wajah indonesia yang ayu berambut ikal panjang dan suka digerai, dia sangat berterimakasih dan berjanji akan membantu, ibuku bertanya dari mana dia tau alamat ini dan dia selama ini bergentayangan di rumah itu secara sembunyi-sembunyi karna jika dia terlihat dia akan disiksa dan dimaki-maki, padahal dia hanya mencintai bosnya saja karna masih muda dia tidak tahu kalau akan bahaya seperti ini. Katanya sih dia hanya ingin terlihat dan bosnya tahu dia bahkan rela memberikan apapun karna dia sangat menyukai nya, entah apa yang dipikirkan cewek ini, mungkin dia ingin dinikahi atau apa aku juga bingung, karna sudah subuh dan matahari akan terbit aku pusing sekali karna menyerap hawa-hawa yang gak enak dan tau kenyataan yang memusingkan lagi dan ibuku menyuruh cewek ini untuk bertengger di pohon saja, jangan sampai membuat keributan dan jangan mengganggu harus nampak seperti pohon seakan tidak ada apapun dan dia menurut saja karna dia tak ingin disiksa lagi oleh sesama kaumnya dan ibuku juga tak ingin memberikan dia makan, kalau ingin menumpang sebentar silahkan tapi jangan minta apapun dari ibuku.
__ADS_1
Aku membantu ibuku didapur karna sudah gak enak mau tidur lagi sekalian bikin sarapan, dan tak lama mbak-mbak karyawan juga datang untuk bekerja, akupun rasanya lelah sekali males buat kerja karna banyak sekali pikiranku, aku ngajak ibu dan mbak-mbak buat sarapan dulu bareng-bareng dan ketawa-ketawa karna ada aja cerita yang mereka bagikan, lalu aku mandi dan aku berangkat ke kantor, rasanya aku ingin cerita sama anak-anak dikantor tapi hari ini cukup sibuk dan aku gak bisa fokus karna aku harus mencatat dan menghubungkan semua ini, banyak sekali keluarga pak Broto ini dan si Asmirah ini juga bunuh berapa orang sih sampai begininya bikin kesal saja, dan pembantu cantik ini bernama Surti.