Rumah 7 Turunan

Rumah 7 Turunan
61. Mencintaimu


__ADS_3

Dalam hubungan yang singkat, aku meminangmu menjadi istriku serta ibu dari anak-anakku. Sejak pandangan pertama, terasa ada kupu-kupu berterbangan dihatiku. Dikau begitu ayu dan mempesona membuatku berimajinasi dan begitu banyak berandai-andai serta membuat isi kepalaku semakin encer dalam melukis.


Tak kuasa aku menatap wajah ibuku saat aku bercerita tentangmu, aku yang begitu bahagia dengan cerita yang menggebu-gebu, nyatanya ibu hanya diam dan aku tau apa yang ada dipikiran ibu kala itu. Ibu tak menyukaimu karna kamu keturunan campuran, sedangkan luka hati ibu belum sembuh, duri tajam bak belati masih menancap dihatinya, karna bapak memilih bersama wanita lain yang bukan pribumi.


Aku tak ingin menjadi seperti bapak yang begitu tega menyakiti wanitanya untuk membahagiakan wanita lain. Tak sudi aku melihat ibuku jatuh sakit dan berusaha kuat hanya untuk menjagaku dan hidup bersamaku. Aku tak tega melihat ibu yang seakan tak setuju aku denganmu. Tetapi ibu rela mengalah karna ibu melihat dikedalaman mataku bahwa aku bahagia dan akan menyayangimu sepenuh hati.


Aku mencintaimu disegenap gelap tempat tergelap menjadi terang karna rasa sayangku yang begitu dalam. Tak ada rayuan karna aku tak pandai merayu, aku hanya bisa menunjukkan dengan sungguh-sungguh bahwasanya benar adanya rasa ini terhadapmu.


Kamu bilang mari kita tumbuh bersama-sama, menggapai mimpi kita bersama. Sedangkan aku selalu tak percaya diri dengan mimpiku, aku hanyalah orang pribumi yang tak begitu pintar. Tetapi kamu meyakinkanku bahwa tak semua orang itu pintar, tetapi ada beberapa hal yang manusia bisa kuasai sesuai keahlian masing-masing dan kamu membuatku bersemangat dan percaya bahwa lukisanku ini kelak akan menjadi legenda dan bisa dibeli oleh orang yang tak terduga.

__ADS_1


Saat itu aku sadari, bahwa wanitaku ini memang pandai, jelas dia pandai karna bersekolah dan belajar dengan tekun, apalah dayaku yang tak bersekolah. Tetapi hari demi hari kamu mengajariku berbagai hal, dari bahasa belanda agar aku bisa berkomunikasi dengan baik kalau misal harus memamerkan karyaku, mengajariku berhitung dan menulis dengan baik. Mengajari berbicara dengan lantang dan penuh percaya diri. Semuanya berkat kamu dan ibuku, dua wanita yang paling aku sayangi, berharap setelah menikah bisa akur dan saling memahami.


Ternyata aku salah, aku pulang dan melihat ibuku sudah tak ada, aku tak bisa berpikir jernih entah apa yang terjadi pada ibu. Apakah sangat sakit melihat anaknya dengan wanita yang tak disukai ibu karna suatu trauma? dalam benak pikiranku antara menyesal dan kebingungan harus bagaimana, siapa yang aku salahkan? yang salah adalah aku yang tak menghiraukan kesakitan ibuku yang sangat menyayangiku disegala situasiku.


Aku marah, kacau dan merasa tak memiliki semangat apapun. Tetapi saat aku terpuruk ada kamu yang membantuku kembali bangkit. Katamu karya adalah suatu rasa, rasa pedihku ini bisa menjadi suatu karya. Maka aku mencoba melukis untuk menyampaikan keresahanku. Ternyata lukisanku ini dilirik oleh orang kaya dan mau membelinya bahkan dia juga memesan untuk melukis keluarganya. Dari situlah jalan buntu terbuka menjadi jalan menuju kesuksesan.


Aku, Broto Seno mampu menjadi pelukis yang dikenal dari rasa sedih ditinggal sosok ibu, dalam hatiku berarti ibu memberkati pekerjaanku. Mungkin ibu menyuruhku untuk mengikhlaskan beliau yang sudah tenang tak lagi merasa sakit didunia ini. Membangun rumah tangga dengan keluarga kecilku. Bahkan kamupun memiliki keahlian dalam menjahit dan membuat pakaian, kamupun belajar dan terus belajar.


Ada kebahagiaan lagi, kamu akhirnya hamil, kita akan memiliki bayi yang manis, aku sudah membayangkan wajah anak kita akan bagaimana. Istriku adalah istri yang pandai dan penurut, meski anak dari orang mampu pun dia mau ikut denganku dirumah jelek ini tanpa pembantu. Dia belajar memasak dan mengerjakan pekerjaan rumah, kalau tak pandai lantas apa istriku ini yang mampu melakukan apapun.

__ADS_1


Aku memintamu selama hamil harus beristirahat, jangan membuat sesuatu yang berat-berat karna ini adalah anak pertama. Meskipun keluarganya selalu bersedia membantu jika kami membutuhkan sesuatu, tetapi aku tak mau menerima selama aku bisa mengupayakan nya. Aku menyiapkan berbagai hal untuk buah hatiku sampai akhirnya melahirkan dan kuberi nama Amini, anak perempuan pertamaku yang mungil dan mengemaskan.


Kami menabung dan menabung sampai bisa pindah kerumah yang lebih layak untuk ditinggali dengan 4 anggota keluarga, dengan beban pekerjaan dan cita-cita kami, aku juga harus memberikan ruang yang banyak untuk istriku. Mempunyai pembantu yang membantu istriku untuk urusan rumah dan taman. Cita-citaku adalah memiliki rumah dengan taman yang indah. Karna ibu menyukai tanaman maka akupun juga menyukai tanaman, dan aku bangun taman untuk mengenang cinta ibu padaku.


Amini sangat mirip denganku dan ibuku, jika ada waktu luang aku ingin melukis ibu sebagai kenangan dan cucu-cucunya mengenal sosok neneknya. Sedangkan Batara sangat mirip denganmu cintaku. Seakan kamu versi laki-laki, anak kita laki-laki ini memang sangat aktif dan wajar saja jika sedikit nakal. Aku selalu memintamu untuk tak kasar dengan anak-anak karna ibuku dulu senakal-nakalnya diriku beliau tak pernah main tanggan, begitu sabar tanpa membentak dan memberi pengertian baik dan buruknya agar kita bisa mengerti.


Mungkin karna kamu sibuk membangun karirmu, dan jadi sensitif setiap anak-anak membuat salah. Berkali-kali dengan tegas aku menberi taumu, entah dihiraukan atau tidak. Ternyata kamupun hamil lagi anak ke tiga kita, aku semakin yakin bahwa rejeki kita akan menurun pada anak-anak agar manjadi manusia yang beruntung. Membuatku semakin semangat untuk bekerja untuk keluargaku.


Aku juga selalu mengajarkan anak-anak akan rasa hormat terhadap orang yang lebih tua, dalam profesi apapun, entah itu orang biasa atau orang yang berpengaruh. Terlebih lagi dengan bapak dan ibu sebagai orang tua kandung. Harus saling mengasihi, karna kasih orang tua sepanjang masa. Aku juga memberi pengertian untuk tak membuat ibu menjadi pusing, jika ibu marah maka peluklah maka amarahnya akan mereda.

__ADS_1


Semua kebahagiaan ini adalah restu ibuku, tetapi bagaimana bisa kamu wanita yang sangat aku cintai dengan keji membunuh ibuku?!


__ADS_2