Rumah 7 Turunan

Rumah 7 Turunan
77. Toby [7]


__ADS_3

Setelah kepulangan Ana aku mencoba membuat daftar runtutan apa saja yang terjadi selama kami menjadikan rumah itu sebagai basecamp, apa saja yang terjadi di setiap hari dengan runtutan nya, saat semua sudah jadi lalu aku kirim ke grup agar anak-anak yang lain bisa menambahkan pendapat mereka, segala kejadian tragedi sampai detik inipun aku tulis secara gamblang dan jelas. Karna memang masalah ini sangat serius sampai-sampai bisa jadi nyawa adalah taruhannya, karna efek obat yang entah bagaikan obat tidur ini aku kembali tidur sampai mama membangunkanku.


“Bi .. kok kamu ada dirumah ?” tanya mama.


“Iya ma, lagi ga enak badan.” jawabku.


“Astaga, maafin mama yaa, kamu sakit mama malah pergi,” jawab mama khawatir sambil memeriksa panas tubuhku.


“Udah gapapa ma, udah minum obat juga, ada Aca yang bantu beli obat dan masak tadi.” Jawabku.


“Syukur nak, itu mbah putri sudah datang, kamu keluar dulu.” Ujar mama.


Lalu aku keluar dan menyapa mbah putri yang usia 81 tahun masih sangat cantik dan segar, mbah putri pun dengan memakai baju bunga-bunga yang cantik dan nampak mentereng dengan tas merahnya itu.


“Kabarmu baik to le ?” Tanya mbah putri.


“Aga gak enak badan mbah putri, tapi udah baik-baik aja.” Jawabku.


“Emang anak jaman sekarang tuh sakitnya macam-macam, apa kamu lagi sakit hati toh le?” tanya mbah putri lagi diiringi tawa mama.


“Tentu tidak mbah, kan cucumu ini mau nikah.” Jawabku dengan senyum percaya diri.

__ADS_1


“Kenalkan sama mbah putri yaa …” Ujar mbah putri dengan senyum lalu disuruh mama untuk segera masuk kamar agar mbah putri beristirahat dari perjalanan jauh. Seperti biasa mama menyuruhku menurunkan oleh-oleh dari kampung mbah putri di bagasi mobil. Banyak sekali yang di bawa mama ini, semua makanan khas sana dibawanya.


“Banyak banget ma ?” tanyaku.


“Yaa kapan lagi kita bisa makan asli sana nak, ambil itu makan buat kamu terus kasih juga ketemen-temenmu.” Ujar mama memberikan perintah.


“Iyaa maa.. “ jawabku dan langsung memasukkannya kedalam kulkas.


“Mama bersih-bersih dulu, capek sekali nyetir tadi macet banget gak seneng mama kalau macet-macet gitu.” Keluh mama.


“Yaa gimana maa, mama pulang di jam segini sih,” jawabku.


“Kalau pagi tadi nanti mama gak bisa cari oleh-oleh, kalau malam nanti terlalu malam.” Jawab mama.


Aku merasakan hawa rumah yang sepi ini menjadi tenang karna kehadiran mbah putri, efek mbah putri baik juga untuk vibes rumah ini. Lalu aku memberi tau Aca lewat chat kalau mbah Putri datang kerumah dan ingin berkenalan dengannya. Lalu respon Aca juga menerima dengan senang dan akan segera kerumah hari ini jika bisa pulang dengan tepat waktu, tapi dia menduga kalau Roy tak akan membiarkan dia pulang cepat. Karna hari ini Roy cukup kewalahan tanpa kehadiranku. Emang seharusnya kita butuh pegawai baru agar pembagian job lebih efisien dan baik di setiap divisinya. Tetapi seperti biasa Ambar sang pemegang keuangan akan meronta dan bilang bisnis kita belum cukup stabil jika ingin mendapatkan karyawan baru. Tetapi Aca di grup bilang jika kita membuka lowongan pegawai magangs saja, untuk bersharing ilmu dan sedikit meringankan pekerjaan. 


Aku pun setuju dengan idenya Aca yang luar biasa itu, akhirnya Kris segera membuat pengumuman pembukaan intern dan segera di posting juga untuk iklan. Memang anak-anak ini luar biasa gercep dan sangat bisa diandalkan. Sampai akhirnya malam pun tiba dan Aca belum juga pulang, mereka semua sedang lembur dan aku hanya diam saja nonton tv nemenin mbah putri karna mama sibuk dengan membuat kuis untuk mahasiswanya besok. 


Selama nonton tv aku bercerita sama mbah putri tentang hubunganku, ternyata mbah putri juga relate sebagai Aca, karna jaman dulu mbah putri itu di jodohkan jadinya ya gitu, beliau bersikap dingin dan cuek dengang kakung tapi lama-lama luluh karna cinta datang karna biasa. Mbah putri memberikan nasihat agar selalu memberikan ekstra cinta dan sayang kepada Aca, agar dia merasa dicintai dan membuat dirinya nyaman dengan kita itu adalah keharusan. Karna jika wanita sudah nyaman dan merasa aman dengan kita, yang awalnya dingin akan berubah menjadi hangat dan penuh ketentraman. Aku pun akan mencoba nasihat dari mbah putri yang hampir mirip dengan nasihat mama. 


Mbah putri juga berpesan agar jangan sampai menyakiti wanita dan sebaliknya, perlakukan pasanganmu dimana selayaknya kita ingin diperlakukan. Jangan sampai marah yang meledak dan main tangan, hal itu akan mengakibatkan kehancuran dalam sebuah hubungan apalagi hubungan yang sudah dewasa yang bisa dipertanggung jawabkan. 

__ADS_1


Tiba-tiba Aca dan Ana datang kerumah sepulang kerja yang membuatku kaget karna mereka gak ngabarin dulu.


“Permisi.. Selamat malam.” Ujar Aca datang masuk kerumah dan langsung bersalaman dengan mbah putri.


“Iya nak … senang sekali mbah putri kedatangan tamu cantik-cantik gini.” Jawab mbah putri.


“Maaf ya mbah putri kami bertamu malam-malam,” Kata Aca.


“Malam dimana nya? Namanya juga pulang kerja nak. Ini yang calonnya cucu saya yang ini yaa..” ujar mbah putri dan langsung menunjuk Aca.


“Kok mbah tau?” tanyaku.


“Yaa .. tau dari foto yang mamamu tunjukin ke mbah,” jawab mbah tersenyum.


“Iya mbah.. Cantikkan.” Sambung Ana.


“Kalian semua cantik nak, Toby tolong bikin kan minum dong buat tamunya, sama makanan tadi keluarin semua.” Ujar mbah.


Akhirnya aku ke belakang menyiapkan minum dan membiarkan mereka ngobrol dengan mbah putri lalu aku menyuguhkan teh hangat beserta cemilannya, aku juga ke kamar mama untuk memberitahu kalau Aca dan Ana datang. Mama pun mengiyakan dan sebentar lagi akan keluar menyapa mereka.


Akhirnya kami semua ngobrol dan banyak sekali yang diobrolkan sampai akhirnya tiba-tiba ngobrol tentang basecamp lama dan mbah putri yang suaminya bisa melihat itu memberikan beberapa petuah agar bisa bebas dari marabahaya, mbah putri sangat menganggap serius karna hal seperti ini sering terjadi pada kehidupan mereka, saat mamaku masih kecil pun pernah hampir diculik oleh memedi hanya karna kakung tak ingin membantu memedi tersebut. Banyak sekali rintangan yang membuat mereka akhirnya bisa berdamai dengan berbagai macam masalah dengan dunia lain. Kelak jika kami semua main kerumah mbah putri kami akan ditunjukkan barang-barang antik dan kenangan-kenangannya.

__ADS_1


Mbah putri memberi saran agar segera berkomunikasi langsung dengan kepala keluarga itu, yaitu pak Broto, karna hanya dengan berkomunikasi langsung masalah akan terurai dan bisa terpecahkan meski sedikit demi sedikit.


__ADS_2