Rumah 7 Turunan

Rumah 7 Turunan
24. Amini Diary


__ADS_3

Maart/1914


Nama ku Amini Anne Seno, anak pertama dari Broto seno dan Helena asmirah de jong. Bapak keturunan asli pribumi sedangkan ibu campuran belanda. Ibu menginginkan kami memanggil mereka dengan vader dan moeder, tapi bapak menginginkan harus kuat dengan bahasa negara sendiri. Adik lelaki ku bernama Batata seno, dan ada adik lagi di perut ibu.


Aku mendapatkan buku harian ini sebagai hadiah ulang tahun ku dari bapak yang berguna untuk menceritakan kembali apa yang terjadi setiap hari nya dan ini sangat menyenangkan. Aku sedikit beruntung lahir dari keluarga yang baik dan tidak terkena jahat nya penjajahan dengan hidup yang cukup serta berkerabat dengan para penjajah yang sudah bernaung lama di negeri kami.


Bapak orang yang baik dan sabar, mengajarkan ku banyak hal tentang membuat suatu karya. Sedangkan ibu adalah ibu yang baik terkadang juga tidak baik. Ibu suka marah-marah lalu tersenyum dengan lebar, terkadang juga memukul ku dan Batara. Ibu menjadi baik jika hatinya tenang dan berubah seketika jika merasa tidak baik. Aku terkadang melihat ibu itu aneh. Sangat menyeramkan jika marah nya kambuh.


Hari ini, aku dan keluarga pindah ke rumah baru yang di bangun oleh hasil jerih payah bapak dan ibu. Aku juga bisa belajar tapi tak boleh berteman dengan pribumi yang tidak belajar, itu membuat ku sedih. Padahal bapak tidak melarang, tapi ibu begitu keras kepada ku dan Batara. Terkadang kami juga mengunjungi kakek dan nenek dari keluarga bapak, katanya bapak asli pribumi, tapi mengapa nenek asli belanda ? apakah bapak bukan anaknya?

__ADS_1


Batara lagi-lagi bermain dengan Toni, anak lelaki yang berjualan berkeliling, aku membiarkan nya karna aku juga ingin berteman. Tetapi teman ku hanya Maria saja, teman yang baik dan tidak sombong. Terkadang juga merasa aneh dengan situasi negeri ini yang membuat pilu dan sedih, terkadang bapak berbagi beras tapi kalau ibu tahu, ibu bisa marah. Ibu ku memang pelit.


...****************...


Mei/1914


Ibu hari ini memarahiku, pantat ku dipukul berkali-kali. Aku ketahuan bermain di jalanan bersama anak-anak pribumi. Ibu sangat jahat, aku tidak suka ibu. Kenapa ibu tidak suka aku bermain dengan mereka, kenapa ibu sejahat itu, pantat ku sangat perih dan aku mengunci kamar.


...****************...

__ADS_1


Kali ini aku berjalan-jalan dengan bapak, rasanya sangat menyenangkan. Aku bercerita dan bertanya apakah ibu adalah ibu ku. Mengapa ibu sangat jahat padaku, terkadang baik da terkadang jahat. Bapak hanya memberitahu ku kalau ibu sedang sakit, kalau ibu sakit ibu akan cepat marah, bapak memintaku untuk tak membuatnya sakit.


Tapi ibu sakit apa, memangnya orang sakit bisa menjadi jahat karna kesakitan. Batata juga sama dia kesal dengan ibu yang jahat dengan teman-teman nya. Ibu selalu tidak suka dengan banyak hal. Ibu hanya menyukai kalau kami belajar dan diam di rumah.


...****************...


Juli/1914


Kaki ku terluka karna tidak sengaja menjatuhkan kuali, ibu marah karna aku tidak bisa menjaga diri. Ibu sangat marah dan menceramahi ku banyak sekali. Aku hanya diam di kamar tapi ibu mendobrak pintu ku dan menampar ku karna aku mengunci pintu. Aku menangis berteriak sesengukan, lalu ibu menangis juga dan meminta maaf padaku dan aku memaafkan nya. Banyak maaf untuk ibu tapi ibu tak pernah memahami ku.

__ADS_1


...****************...


Ternyata ketika aku bertanya pada bapak, bapak mempunyai ibu kandung asli pribumi. Tapi suatu ketika ada noni belanda jatuh cinta dengan kakek dan memaksa untuk dinikahi, kakek tak bisa berbuat banyak selain terpaksa menikahi nya. Nenek sedih dan merasa sakit hati sampai meninggal. Itu cerita dari bapak yang membuatku menangis sedih.


__ADS_2