
Rumah 3 kamar daerah perumahan yang orang-orangnya sibuk ini hanya berisikan aku dan mama. Rumah ini memang tanpa kehidupan, hanya banyak kenangannya saja. Mama sebagai dosen yang kata mahasiswanya galak dan tegas ini juga sangat disiplin dan sibuk. Banyak sekali mahasiswanya yang bilang ke aku kalau bu Marenta sangat menyeramkan, apakah beliau juga begitu dirumah? tanya mereka kalau aku sedang jemput mama ke kampus.
Tapi mama adalah orang yang hangat meski berpisah dengan papa karna papa lebih memilih selingkuhannya, mama pun tetap tegar dan pantang menyerang akan kehidupannya, bahkan beliau menyuruhku untuk tetap tenang dan legowo, hak papa memang keputusan dia yang menyakitkan ini, tetapi mama memang sangat tegas akan ilmu-ilmu yang ada di dunia ini, karna beliau memang benar-benar ingin mahasiswanya serius karna katanya anak jaman sekarang berbeda dengan dulu, harus tetap tegas.
Dirumah yang lingkungannya semua sibuk ini, tak begitu banyak mengenal tetangga, kecuali mama, mama sangat aktif dengan lingkungan perumahan ini. Kadang aku bertanya apakah mama tak ingin menikah lagi, tapi jawabnya selalu beliau sudah bahagia menjalani hidup denganku anaknya satu-satunya, mama juga sangat mendukungku jika aku ingin segera menikah. Membuat rumah dan kantor juga didukung oleh mama, katanya jika ingin bergerak maju tak perlu ragu, entah kegagalan atau keberhasilan didepan mata semua itu rintangan kehidupan.
Mama juga berpesan, wanita akan luluh dengan lelaki yang tulus, kelak Aca akan mengerti dan akan membalas perasaanku. Karna mama selalu mendukungku dan meminta maaf karna tak bisa memberikan keluarga utuh untukku tetapi aku merasa cukup hanya dengan mama, dan kelak akan ditambah Aca dan anak-anakku. Aku sudah membayangkan bagaimana menjalani kehidupan berumah tangga yang lucu ini kenapa aku selalu berpikir jauh kedepan dan kadang lupa akan saat ini.
__ADS_1
Aku juga takut jika anakku mempunyai turunan gift sama sepertiku. Karna dulu bisa berkomunikasikasi dengan entitas lain waktu itu katanya terlihat dari umur 4 tahun. Saat kami sekeluarga berlibur ke kediaman nenek dari papa, karna rumahnya berdekatan dengan makam, aku katanya main sendiri ke makam dan berbicara sendiri, semenjak itu masih ada kakungku yaitu ayah dari mama yang bisa juga berkomunikasi, kakung mencoba menutupnya, tapi bisa lihat lagi saat aku sd kelas 6 setelah kakung meninggal aku serasa melihat kakung berpamitan.
Mama sangat marah kenapa aku bisa melihat lagi, karna mama dulu pun bisa melihat mereka cuma sudah ditutup, tapi kenapa aku yang sudah ditutup mata batinnya bisa melihat lagi, akhirnya mama ditenangkan sama mbah putri kalau harus menerima seperti air, memang itu sudah turun temurun jadi ajarkan yang baik dan buruknya jangan sampai lengah menjagaku. Itu ucap mbah putri yang sebentar lagi akan pindah kesini karna mama tak tega melihat mbah putri tinggal sendirian.
Karna om dinas keluar kota dan anak istrinya dibawa, jadi untuk sementara mbah putri tinggal dirumah sini dulu. Kehidupan keluargaku yang nampak bahagia dulu, semenjak mama memilih bercerai karna tak ingin dimadu, aku mendukung mama 1000% dan sangat membenci lelaki seperti papa, hanya mama yang bisa membantuku memanage perasaanku. Terkadang jika galau melanda rasanya sangat suram, karna perasaan-perasaan benci dan keputusasaan itu sangat disukai oleh makhluk halus, mereka kadang mengamatiku, menemaniku, atau meracuniku dengan ajakan-ajakan yang tidak baik.
Kami berkenalan paska tanding, karna temanku juga mengenalnya, Alca Madisa namanya, ternyata sosok blogger yang aku suka baca dan dialah author nya. Sejak itu semakin dekat, sering ngopi atau pun aku datang ke karya seni kampusnya. Memang dia anaknya nyeni dan abstrak banget, banyak lelaki yang menyukainnya, dan pernah dia pacaran sama anak sastra, tetapi karna tak tahan dengan Aca yang cuek dan pacarnya yang meromantisasi segala hal jadinya putus. Setelah itu dia gaperna pacaran lagi, dia hanya sibuk dengan imajinasinya dan hal-hal yang dia interest.
__ADS_1
Semakin lama semakin mengenalnya, aku semakin tak bisa menahan rasa karna dia sangat-sangat membuatku mabuk asmara tanpa dia melakukan apapun. Aku yang sibuk dengan pekerjaan baruku dan dia sibuk dengan segala rancangannya lama tak berjumpa, dan berjumpa lagi setelah dia menghubungiku dan ingin mengajakku untuk bergabung di start-up yang dia dan Roy bangun. Cita-citanya memang tak ingin bekerja ikut orang tetapi dia bekerja dengan apa yang dia cintai, beberapa lama membangun start-up ini dan semakin maju, semakin dikenal, sampai pendapatan bisa normal dan bisa bersaing dengan perusahaan diluaran sana.
Aca memang pemilih dan sangat pemilih dalam timnya. Sangat berhati-hati tapi tak gentar dan takut, berkat kerja sama tim yang baik perusahaan ini dapat bertahan dan membutuhkan pegawai baru namun belum sempat untuk membuat lowongan dan lain-lainnya. Itulah bagaimana pertemuan dengan Aca membawa suasana yang suram menjadi cerah. Aku tetap bekerja dikantor lamaku tetapi secara remote, dan full time di perusahaan ini. Secara umum mungkin nampak bosnya adalah Roy dan aku, tetapi yang sebenarnya adalah Aca the real leader.
Lama melamun dalam tidur, berpura-pura tidur padahal dalam otak banyak sekali yang membuatku tetap terjaga. Ada sosok yang ikut sejak pulang dari rumah Dipta, sosok wanita, rambutnya panjang tapi kepalanya miring, memakai kebaya lusuh berwarna. Dia hanya diam dipojokan dan mungkin dia menungguku menyadarinnya atau entah apa yang dia mau, kenapa dia bisa ngikut kesini juga tak kusadari, baru sadar saat pulang kerumah tadi karna merasa ada hawa lain dirumah ini.
Tentu saja rumah ini ada penunggunya, tetapi karna sudah bestie dengan kami orang rumah jadi biasa saja, tapi dia juga di ganggu dengan penunggu asli rumah ini karna dia anak baru jadi mungkin ditanya-tanyai dan disuruh pergi. Lama kelamaan aku ketiduran dan bermimpi kalau aku sudah menikah dengan Aca dan Aca sedang hamil lalu diganggu oleh makhluk-makhluk lain sehingga Aca menjadi stress dan tak ingin menemuiku karna takut anaknya akan bisa melihat mereka yang tak kasat mata. Aku sangat sedih dan terbangun, saat bangunpun air mata membasahi pipi lalu seketika dia yang ikut dari rumah Dipta berusaha menyeka air mataku.
__ADS_1