Rumah 7 Turunan

Rumah 7 Turunan
106. Communication


__ADS_3

Mungkin akan berbeda dari perumahan di daerahnya Toby karna memang di perumahan itu sangat jarang bersosialisasi, pagar rumah disana kebanyakan tertutup banget, mungkin cocok untuk orang introvert dan memang katanya kebanyakan penghuninya para pekerja yang sangat sibuk dan jarang dirumah kecuali para pembantu mereka, jadi komunikasi cuma lewat group kalau ada apa-apa ya via online saja. Toby memang mencari perumahan yang seperti itu karna dulu dia tinggal di lingkungan yang tetangganya suka berkumpul untuk berghibah jadinya ya gitu deh. Terlebih dia juga memilih rumah dan kantor dengan lingkungan yang tidak terlalu bising dan damai, beda dengan lingkup rumahku yang memang antar warganya rukun-rukun, bukan jadiin pos atau rumah tertentu buat bahan ghibah tetapi buat kumpul main catur atau permainan lainnya, pernah juga pos jadi tempat seni dan banyak hal, karna memang tidak bisa dipungkiri kalau tetangga itu keluarga paling dekat.


Toby pun semenjak bantuin bersih-bersih lingkungan sini, berkumpul sama warga sini sama pemuda-pemudi sini dia asik aja, gampang kenal dan membaur, malah temanku di kompleks sini juga udah pada kenal calon suami, dan mereka sangat mendukung dan ramai sendiri karna kok bisa orang sejutek aku nemu pacar yang telaten dan murah senyum. Aku bersyukur tinggal di kompleks ini dengan bapak dan bersyukur sekarang kantor kami juga di tempat yang tepat bukan di basecamp yang horor dan benar-benar mengganggu ketentraman kami.


Sudah malam Toby pun pamit pulang dan besok sudah hari senin aja, padahal aku berasa mager kalau minggu sudah berakhir. Bapak Pun katanya juga mager dan ingin segera pensiun dan menimang cucu, itu bikin kepikiran sih karna memang bapak kerjanya capek banget dan banyak mikirnya, memang sudah saatnya bapak menikmati hari tua. Tetapi apalah daya anaknya masih pengen asik sendiri. Kali ini aku tidur dengan nyenyak, sebelum tidur aku menemukan IG nya yang aku duga dia adalah saudaranya Laras karna mereka berteman dan ada 1 postingan kalau tempat itu adalah taman belakang rumahnya pak Broto, aku sudah mencoba untuk menghubunginya dan semoga saja di balas pesanku, tapi aku juga tak terlalu berharap karna mantannya mamanya dipta aja gak balas.


Saat pagi aku dengar suara hujan, ternyata hari seninku pagi-pagi hujan, makin tambah malas untuk bangun. Tetapi bapak ngebangunin dan disuruh masak ikan tangkapan bapak, karna bapak ingin bawa ke kantornya sebagai lauk. Aku pun males-malesan dan kesal sama bapak yang sudah membuatku repot di hari senin yang hujan ini.


“Nduk, kamu ke kantor pakai mobil bapak aja, hujan deras ini.” Ujar bapak yang selesai mandi.


“Aku pakai mantel aja pak, lagian bapak kan bawa lauk banyak ini.” Jawabku.


“Bikin sambal mu yang enak itu ya,” jawab bapak malah bikin aku kesal.


“Bapak nih, pagi-pagi udah repot aja, padahal aku lagi gak mood.” Jawabku sambil manyun.


“Gapapa nduk, latihan, nanti kalau kamu jadi ibu juga selalu repot dipagi hari, ini bapak ngajarin nih kelak kamu bakal gitu jadi biasain aja.” Jawab bapak sambil tersenyum.

__ADS_1


“Iya bapak ku tersayang, siap bikin sambalnya.” Jawabku dengan tersenyum kecut dan dibalas tawa oleh bapak.


Bapak membuat kopi dan membuat untukku juga, bapak bercerita kalau bapak kepikiran dan sedih kalau aku sudah menikah dan ikut suami rumah ini akan terasa sepi. Bapak juga sebenarnya belum siap ditinggalkan anak perempuannya tetapi bapak juga ingin melihatku bahagia dan mempunyai anak kelak. Aku cuma bisa senyum aja melihat kegalauan bapak yang sangat rumit ini. Lagian rumah itu juga belum jadi dan Toby gak membiarkanku untuk ikut membantunya membangun rumah, Toby gak mau terima uangku yang tidak seberapa itu, memang dia bilang pembangunan harus 100% uang dari dia, kalau furniture ngisi-ngisi rumah pakai uangku gak papa, aku cerita itu ke bapak dan bapak juga suka dengan tanggung jawab Toby dan bagaimana dia mengatur keuangannya sendiri, karna Toby tempat curhatnya adalah bapakku dan bapak sama sekali gak pernah membicarakan curhatan Toby.


Setelah aku selesai memasak dan bapak berangkat kerja, aku mandi dan makan roti sama susu aja, karna kalau aku setelah masak sendiri tuh agak gak mood buat makan masakan kita karna kebanyakan nyicip kali ya jadinya gimana gitu. Tiba-tiba Toby sudah datang dan bermaksud menjemput karna hujan deras dan angin kencang.


“Kamu tiba-tiba dateng aja tanpa pemberitahuan.” Ujarku kaget dengan kedatangannya.


“Kamu masih asik makan roti aja,” jawabnya.


“Males tau bi, pengen rebahan aja selimutan,” jawabku.


“Kamu belum sarapan?” tanyaku.


“Sudah, kalau aku keluar rumah gak sarapan mbah putri bisa marah,” jawabnya.


“Nih makan lagi biar buncit,” jawabku sambil memberikan roti.

__ADS_1


“Makasih sayang, kamu ganti baju sana ayok berangkat.” Jawabnya dengan senyuman hangat.


“Males,” jawabku singkat.


“Kamu nih pagi-pagi minum kopi minum susu,” ujarnya bingung.


“Tadi bapak bikinkan kopi, dan aku juga pengen susu, tuh liat cucian piring banyak gara-gara bapak bawa bekal banyak hari ini, aku kan lagi gak mood malah malah bapak suruh aku masak di pagi yang hujan ini.” Jawabku sambil manyun.


“Ya gak papa sayang, nanti kalau kamu udah tinggal sama aku bapak gak bisa lagi.” Jawabnya sambil berdiri menyucikan piring-piring kotor.


“Iya sih, gausa dicuci bi, kamu kan udah bersih, aku kan belum ganti baju, sini biar aku aja.” jawabku.


“Udah kamu siap-siap sana.” Jawabnya menyuruhku.


Lalu aku kekamar dan siap-siap, karna hari ini dingin aku memakai cardigan saja dan rok sepanjang bawah lutut terasa ala-ala korea sih, tapi ini baju yang dibelikan bapak jadi harus dipakai. Saat aku keluar kamar Toby kaget dan langsung pegang hp dan memfotoku dan selalu dibikin storynya. Sedangkan aku malu dan bilang kalau Toby itu berlebihan tetapi jawabnya malah aku cantik sekali dan jarang melihat aku berpenampilan seperti ini. Sedangkan bapak tiap keluar kota tuh selalu saja bawa sesuatu buat oleh-oleh jadinya banyak baju bapak yang jarang aku pakai dan sempat dikomplen akhirnya aku pakai deh hari ini.


Ternyata storynya Toby di komen bapak dan bilang kalau anaknya memang cantik dan harus saling bersyukur saling memiliki satu sama lain, dan ternyata hpnya Toby sangat banyak komen yang membuatku malu, emang foto candid tuh bagus ya.

__ADS_1


Diperjalanan aku teriak dan kaget ternyata pesanku dibalas sama seseorang yang aku curigai sebagai saudaranya Laras dan beliau langsung meminta nomorku untuk berkomunikasi lebih baik daripada via IG.


__ADS_2