
Akhirnya selesai juga dan aku bergegas pulang, sampai rumah ternyata om Ismail menginap dirumah kakakku, karna dirumah hanya ada aku dan ibu jadinya om menginap dirumah kakak karna ada kakak ipar yang laku-laki. Aku bertanya kondisi ibuku yang susah payah melupakan mantan suaminya yang menyebalkan itu, ini malah keluarga mantan datang kemari untuk minta tolong. Memang terdengar tidak tahu malu tetapi ibuku menerima tamu dengan baik dan katanya sudah melupakan masalalu.
Dimintanya aku tidur karna sudah malam, karna besok adalah hari yang cukup melelahkan katanya. Aku pun tidur dengan lelap dan terbangun jam 3 pagi karna terdengar suara ramai dari dapur yang ternyata mbak-mbak karyawan ibuku sudah pada heboh memasak, ini memang hari yang melelahkan. Melihat ibuku yang bekerja keras seperti ini dan melihat mantan suaminya yang malas-malasan membuatku sadar kalau ibuku butuh yang terbaik, dengan berpisah sama orang lama memang keputusan yang terbaik.
"Loh kok udah bangun? " tanya ibuku.
"Berisik sih, " jawabku.
"Maaf yaa.. pesanan hari ini banyak sekali soalnya, kamu lanjut tidur aja sana. " jawab ibuku.
Aku pun kembali ke kamar karna sudah diusir, sekalinya memaksa juga pasti dimarahin, jadi mendingan aku kembali tidur dan bangun kesiangan dan baru sadar juga ini hari libur karna tanggal merah, tau tanggal merah pun dari grup kantor. Aku keluar kamar dan rumah sudah seperti kapal pecah tapi ada mbak-mbak yang nyuci piring-piring kotor bekas memasak.
"Dah bangun mbak na, inikan tanggal merah. " ujar mbak karyawan.
"Iya mbak, aku aja baru tau kalau libur, " jawabku sambil membuat susu hangat.
"Iya mbak, karna tanggal merah pesanan banyak sekali," jawabnya sambil nyuci.
__ADS_1
"Yang lain kemana mbak? " tanyaku.
"Yang lain lagi ikut ibuk belanja karna banyak sekali jadi bagi-bagi tugas. " jawabnya.
"Udah makan? " tanyaku.
"Ya sudah mbak, orang disini banyak makanan. " jawabnya.
"Yauda nanti bungkusin juga ya mbak buat orang rumah kalau mau pulang, " jawabku dan pamit balik kamar.
Aku minum susu sambil duduk-duduk dikasur karna hawanya dingin dan masih enak buat rebahan sambil nonton series yang sudah lama gak aku tonton sampai ketiduran lagi dan dibangunin ibuku disuruhnya aku kerumah kakakku karna om Ismail mau pulang, jadinya ibuku nitipin banyak makanan dan amplop berisikan sedikit uang buat anak-anaknya. Akhirnya aku mandi dan jalan kerumah kakakku, menyerahkan titipan ibuku dan aku disuruh jagain Kirana karna kakak dan kakak ipar mau nganter om Ismail ke stasiun. Sebenarnya aku penasaran bakal gimana itu ayahnya kakakku tapi aku terlalu gengsi untuk menanyakan dan males juga tapi penasatan, bingungkan jadinya.
Sampai dirumah aku kaget ternyata sudah ada Roy dan Andreas dirumah, ibuku juga yang ngomel hawa moodnya langsung berubah. Ternyata Roy udah hubungi aku tapi aku belum baca, padahal aku lagi kumel gini, kan rencana pendekatanku adalah menggunakan paras cantikku. Aku sampai tertawa sendiri kalau ingat ini, rasanya aneh dan aneh aja bingung ngungkapinnya.
"Bisanya pulang-pulang aku diapelin 2 laki-laki nih ngapain? " tanyaku.
"Ah bisa aja kamu na, aku emang ganteng sih tapi gak lagi ngapelin kamu hahaha... " jawab Roy sambil gayanya yang slengean.
__ADS_1
"Kamu kaget ya na? maaf ya aku gak ngabarin sendiri, karna aku pikir Roy sudah kasih tau, " imbuh Andreas.
"Hahaha.. santai aja kok, cuma kaget sih iya... hahaha.. " jawabku canggung.
"Udah santai aja disini, makan sana ke dapur, ibu masak banyak, " sahut ibuku dan aku disuruh mandi sama ibuku karna aku bau matahari.
Setelah mandi aku sedikit dandan dan memakai baju rumahan biasa aja, gak perlu terlalu menampakkan diri kalau tujuanku mendekati Andreas. Ibuku sudah membriefing Surti buat ngelawan kunti yang nempel di Andreas dan gali informasi dan aku nimbrung ikut makan dan bahas masalah iklan yang sudah semakin matang, tinggal rapat bersama dengan divisinya Aca aja. Kami makan dan juga cerita, bercanda dan akhirnya kami sampai dimana tidak canggung lagi dan bagus juga Roy sebagai penengah agar bonding antara aku dan Andreas tidak kaku, memang aku cukup kaku sih karna aku juga malas sekali hal-hal kek gini, kalau bukan karna ibuku aku juga ogah.
Roy pamit mau jemput Aca kesini dan memberikan waktu aku dan Andreas agar berdua saja, padahal ada ibuku dikamar dan ada para penunggu rumah. Ini berdua apanya sih yang dimaksud Roy, kadang dia bikin kesal juga. Aku dan Andreas lanjut bercerita kali ini aku mengali informasi tentang pribadi Andreas, tentang bagaiamana kehidupan dia, bagaimana dia tumbuh dan memang dia banyak omong sih orangnya jadi aku yang kaku jadi bisa ikut ngalir padahal sebenarnya juga aku paling males dengerin orang dan aku juga gak kepoan, tapi entah mengapa karna aku menganggap ini adalah sebuah tugas dan pekerjaan jadinya aku melakukannya dengan berpikir ini adalah kewajiban.
"Kamu pasti struggle banget ya biar bisa jadi guru dan ini juga masih tahap awal karna kamu juga persiapan ujian CPNS? " tanyaku.
"Iya na, makanya aku konsen banget dengan apa yang aku upayakan ini, biar kelak menjadikan diriku dan keluargaku kemudahan, jadi seperti peribahasa yaitu bersusah-susah dahulu berbahagia kemudian, " jawabnya sambil tersenyum.
Jawaban ini bukan hal yang baru bagiku, karna memang aku tumbuh di keluarga yang tidak sat set alias struggle dulu, beda banget dengan Roy yang sekali ngucap pasti diturutin, jadi aku bisa paham posisi Andreas.
"Sama juga kok, bisnis katering ibuku juga dulu susah banget bisa bersaing dengan yang lain, tapi lama-lama bisa dikenal juga dan bisa bikin aku seperti ini karna masakan ibuku, enak kan? " tanyaku.
__ADS_1
"Iya enak banget, kan kadang sekolah juga pesan nasi kotak disini. " jawabnya sambil tersenyum.
Tak lama Roy dan Aca datang, kedatangan Aca menghasilkan energi yang bertabrakan disini dan membuatnya langsung lemas dan tak sadarkan diri, ini semua karna aku yang harusnya melarang Aca datang, aku lupa ibuku sedang bersemedi dikamar dan membuat hawa dirumah ini bertabrakan.