
Ana sangat geram dan sangat emosi meluap-luap dan dia sangat heran denganku yang biasanya emosian tapi aku bisa setenang ini, Ana juga menyayangkan sikap Toby yang berandal ini karna sikap ini belum pernah ditunjukkannya, selama ini yang kami kenal Toby adalah orang yang menyenangkan dan lawak banget tapi kok bisa dia berubah dengan cepat yang tadinya penyayang sekarang tanpa kabar pun bisa dan tetap happy dan waras aja, kalau dulu pasti sudah marah dalam diamnya. Ana juga sempat telepon Toby tapi gak diangkat dan dibalas besoknya, bilang kalau dia baru pulang dan itu posisi subuh, dia chat dan mau langsung tidur karna beberapa jam lagi dia berangkat kerja, itu kalau gak dugem atau ngapain gak bakal pulang sepagi itu, memang perubahan drastis ini sangat-sangat bikin banyak orang kecewa, dan kata ibunya Ana bilang kalau gen bapaknya selingkuh, bisa jadi anaknya juga ikutan tapi emang gak bisa dirujak buat semua orang tapi kebanyakan seperti itu.
Aku hanya bisa diam dan berharap bisa segera lupa aja, karna sungguh males aja mikirin hal-hal yang gak penting kek gini, jadinya Ana juga mendukung untuk mengembalikan aset rumah dan kantor biar nanti kedepan tidak jadi masalah karna jelas kalau sekarang Toby gak mempermasalahkan tapi belum tau kedepannya. Roy juga berusaha keras untuk memindahkan dan mengurusi semuanya, dan diizinkan juga sama kedua orang tuanya Roy, Ana juga kaget dan karna emang Roy orangnya loyal dan royal jadi percaya aja kalau ke depan gak akan ada hal-hal semacam ini lagi. Terlebih anak kantor juga kaget banget dan karna aku juga gak pernah ngantor jadinya kek mereka hanya kaget dengan situasi ini yang tak terkendali bagi mereka semua hanya bisa mendoakan yang terbaik dan aku juga berniat segera kembali bekerja tapi Roy ngelarang karna akan sangat tidak nyaman kalau pikiran ku masih kemana-mana, jadi aku disuruh ngurusin perpisahan ini dengan jelas dan segala asetnya ganti nama dan lain-lain disuruh ngurusin itu dulu, dan aku juga menghubungi Tiar dan Ilmi mereka baik-baik aja karna dibantu Roy juga karna cuma Roy yang tau styleku dan ngerti kerjaanku.
Tak lama bapak datang dan senang karna Ana mengunjungi anaknya bapak juga membeli pakan kucing karna ternyata habis dan aku tidak tau, tapi bapak juga lupa gak beli makanan untuk manusia, akhirnya aku dan Ana disuruh keluar ke depan kompleks buat cari makanan malam yang asin atau manis yang enak buat nyemil ya cuma martabak aja, akhirnya kami jalan kaki sekalian jalan-jalan malam ke depan kompleks sambil melihat bintang-bintang di langit dan udara malam yang membuatku tidak sesak lagi. Atas kejadian ini membuat Ana semakin yakin untuk tidak berhubungan dengan siapapun dan menikah, dia semakin yakin dengan pilihannya dan membuatku terbelalak dengan keputusannya itu dan aku cuma mendukung apa saja yang dia mau. Kami memesan martabak asin dan manis dan juga minuman hangat yaitu stmj rasanya pasti enak banget.
Sampai rumah kami makan bersama sambil nonton TV, bapak juga sambil cerita kalau tadi mamanya Toby sampai minta maaf berkali-kali dan menangis dan rasanya sakit hati dengan perilaku anaknya dan gak nyangka ini bakal terjadi seperti bukan anaknya saja, jadi karna Toby yang gak bisa pulang akhirnya mamanya dan mbah putri yang akan nyamperin Toby kesana. Karna pengen tau apa yang dilakukan anaknya dan kebiasaan disana dan juga lingkungan pertemanannya, sebenarnya aku diajak tapi bapak yang gak memperbolehkan anaknya untuk ikut, karna untuk apa lagi, bapak gak pengen anaknya terlihat mengemis atu pun melakukan hala-hal yang tidak perlu yaitu contohnya nyamperin laki-laki yang lakinya sendiri cuek aja, bahkan sampai sekarangpun Toby gak ada telepon aku atau chat yang biasanya banyak chat, mungkin juga sudah ada yang lain yang menemani dikala gagal tunangan, dan aku bersyukur ini diberi tau oleh Tuhan kalau sebenar-benarnya lelaki yang akan aku nikahi adalah seperti ini, ditunjukkan jalan agar aku tau lelaki yang sweet ini adalah lelaki macam tai, jadi yasudahlah aku akan terima dengan ikhlas dan legowo dan aku senang bapak melarangku seperti itu, ditambah bumbu kata-kata kejam dari Ana yang heboh dengar cerita bapak ini yang malah membuatku ngakak, serasa Ana yang tunangan nya batal.
__ADS_1
“Maaf ya pak, jadi marah-marah nih, kesal aku!” ujar Ana meminta maaf.
“Iya santai aja, kek bapak gak pernah muda aja hahaha…” jawab bapak ketawa.
“Bapak kok gak marah sama Toby tuh?” tanya Ana.
“Siapa bilang gak marah? Marah banget, udah bapak ketik panjang lebar kirim dia dan dia cuma mohon ampun aja lalu gak bapak bales,” jawab bapak yang membuatku melonggo.
__ADS_1
“Ya serius, bapak mana yang mau anak gadisnya diginiin!” jawab bapak dengan mata merah.
“Bapak maki-maki?” tanya Ana penasaran.
“Gak dong, bapak sampaikan kata demi kata yang langsung menusuk tajam.” jawab bapak.
“Kek apa tuh pak?” tanyaku.
__ADS_1
“Rahasia, sudah bapak mau tidur, Ana ini udah malam kamu nginep sini aja nduk, kunci gerbang depan ya, jangan tidur malam-malam.” ujar bapak dan berlalu masuk kamarnya.
Lalu aku langsung kunci depan, dan Ana beresin makanan, lalu kami masuk kamar dan cerita-cerita banyak hal yang aku tak ketahui dikantor sampai lupa dengan masalahku dan aku happy banget dengerin cerita Ana, dan anak-anak magang juga ngelanjutin lagi karna mereka betah dan pengen kerja di kantor, yang mulai masuk kuliah juga udah ditata sama Roy jam kerjanya dan gimana cara ngatur waktunya. Ana aja mengagumi Roy sebagai pemimpin yang baik dan bisa diajak ngobrol bukan orang kolot dan itu yang bikin mereka nyaman dan senang. Aku pun juga happy kalau anak-anak kerjanya itu gak dibawa beban tapi dibawa tenang jadi kerjanya tuh bisa sepenuh hati, aku juga tanya kabar Ambar dan juga Kris yang emang dah mendekati pernikahannya dan pasti dia deg-deg an dan jarang sekali dia cerita lagi kek lebih tertutup saat pacaran sama Dipta tapi gak masalah itu pilihannya dan emang males banget kalau semua orang harus tau apapun yang kita rasakan. Malam ini terasa panjang dan menyenangkan obrolan sederhana sampai tertidur pulas dan nyaman banget tidurnya baru kali ini setelah sekian lama.